<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225</id><updated>2012-02-16T06:08:06.819-08:00</updated><category term='Biblical'/><title type='text'>Melody of Heart</title><subtitle type='html'>every moment is lyrics,
every event is tone,
every time is music,
chain in melody of heart...
feeling, emotions, reflections...
feel all these in god's grace</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>142</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-8815710576835538193</id><published>2012-02-04T02:38:00.000-08:00</published><updated>2012-02-04T02:52:30.321-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>bicara tentang galau...&lt;br /&gt;dahulu kala, dalam hidupku, telah pernah memakai sebuah kata ini untuk judul puisi teledorku. kini dipakai di mana2 oleh siapa pun untuk menggambarkan perasaan yang kacau bertubi2 dan memberi efek buruk bagi keadaan hati dan jiwa. pertanyaannya, apakah aku sedang galau? mungkin ya. kadarnya? well, katakan saja sekitar 99% untuk range 100%. sangat kacau, sangat ber efek buruk bagi hati dan perasaan dan mengacaukan hampir seluruh sistem dalam peta hidupku. apa pula ini? :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, di dunia yang sempit ini, ternyata sangat luas bagi pemahamanku yang masih sangat sempit tentang segala sesuatu. entahlah, aku sering bercermin pada diriku jika aku melihat sesuatu yang tidak baik pada diri orang. contohnya; ya ketika orang dapat membenci orag lain mati2an, aku takut menyimpulkan jika aku belum bisa yakinkan bahwa aku adalah orang yang dengan sukacita memaafkan. kemudian ketika ada orag usil dan bawel sebagai efek sakit jiwa yang dimilikinya, aku takut menyatakan pada diriku sendiri bahwa orang itu gila jika ternyata aku pun tidak bisa yakinkan bahwa aku bebas dari sakit gila. well, aku menemukan banyak orang gila beberapa tahun belakangan ini. nah, untuk fair nya mengapa aku tidak sebut saja bahwa mereka itu dan juga diriku adalah orang2 gila?&lt;br /&gt;lho, kenapa begitu? karna jika aku waras atau orang gila adalah orang waras, masalah tidak akan serumit dunia orang2 tidak sehat jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhnya, apa esensi dari catatan pendek ini? nah, ini lah yang disebut dengan galau saudara2. bahkan untuk menghasilkan suatu hasil refleksi bagus atau buruk pun sudah tidak mampu lagi. anggaplah ini sebagai sekilas info tanpa dukungan iklan karena memang tidak bermutu sehingga tak satupun ajang promosi hendak numpang lewat bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin sepulang dari sini aku perlu banyak waktu untuk berpikir, apa sesungguhnya makna dari gila dan tidak gila?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, galau ini merajai hatiku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-8815710576835538193?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/8815710576835538193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2012/02/bicara-tentang-galau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8815710576835538193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8815710576835538193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2012/02/bicara-tentang-galau.html' title=''/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-405045253003817774</id><published>2011-11-18T00:12:00.000-08:00</published><updated>2011-11-18T00:27:30.441-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>"Hallelujah anyhow, Never let your troubles get you down.&lt;br /&gt;When trials come your way- Hold your head high and say-&lt;br /&gt;Hallelujah anyhow."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah aku terlibat dalam suatu pembahasan tentang lagu ini yang kelihatannya terlalu muluk tentang keadaan manusia. mengkritisi, bagaimana mungkin manusia dapat senantiasa bersukacita dan mengucap syukur serta memuji Tuhan manusia kan juga manusia dengan segala kemansiaannya? well, nggak pernah luput dari berbagai macam masalah dalam kehidupan. apakah tidak terlalu muluk untuk mengatakan senantiasa bersukur dan bersukacita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang aku mengerti mengapa. Firman Tuhan juga mengatakan agar kita bersukacita, bahkan ada pengulangan, untuk bersukacita senantiasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya aku paham mengapa lagu ini ada. (mungkin)karena manusia memang tidak pernah luput dari masalah. setelah lepas dari satu masalah, masuk ke masalah yang lain. bahkan kadang2 masalah itu datang bergerombol dan mengeroyok. wajar dong kalau akhirnya manusia galau dan dirundung duka. tidak bisa dipungkiri pula bahwa ini menyebabkan manusia lupa untuk melihat dunia yang lebih luas dan bersukacita. maka manusia perlu senantiasa diingatkan untuk bersyukur dan bersukacita untuk hal apa pun yang sedang terjadi pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengutip suatu nasihat yg indah:&lt;br /&gt;marahlah sebentar, bergembiralah yang lama, mencintailah sepanjang hidup. (Mario Teguh, 21 Agustus 2011).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-405045253003817774?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/405045253003817774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/11/hallelujah-anyhow-never-let-your.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/405045253003817774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/405045253003817774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/11/hallelujah-anyhow-never-let-your.html' title=''/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-1277451478094980711</id><published>2011-11-04T03:42:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T04:04:45.642-07:00</updated><title type='text'>:)</title><content type='html'>sekarang aku melihat jelas bahwa sang waktu memang melesat cepat perginya. aku baru melihat bahwa waktu itu sesungguhnya jahat, dia tidak pernah mau kembali dan mengulang detik yang sama untuk sekedar mengulang moment yang mungkin perlu diperbaiki. dan aku kini berada di titik di mana harusnya aku berada; jika ini memang yang Tuhan mau, karena aku hanya bisa simpulkan bahwa ini adalah yang ku mau, belum tentu Tuhan mau tapi Dia ijinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah membuka satu per satu album kehidupan, aku mendesah syukur... juga sesal. ada paham maklum ketika sesuatu telah dapat kucapai dengan sebaik mungkin. ada sesal yang besar mengganjal dan menyesak dada ketika melihat hal yang tidak dapat ku raih atau terlewatkan. pikir2 aku ini adalah seorang beruntung yang kurang bisa bersyukur. mengapa tak ku pegang saja semua hal baik itu dan menghabiskan waktu untuk menggandakannya sebagai rasa syukur pada Nya. bukan malah merutuk banyak hal yang tidak ada padaku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikir2, satu per satu itu perlahan berlayar jauh mengarungi hidupnya. dan aku masih di sini berharap sesuatu yang sempurna sesuai dengan yang telah terbingkai di benakku. masih belum datang. dan mereka semakin jauh berlayar, hampir menyentuh siluet mentari di senja hari yang berangsur padam. mau ku gambarkan rasa mirisnya? hmmm... okey, tapi sulit. yang ku rasakan hanya sesak oleh sesal yang tak perlu sama sekali. ya, tak perlu. sebab memang sudah begitu harusnya terjadi. toh, ternyata aku juga tak punya nyali untuk menaiki kapal itu tadinya. aku yang memilih masih tinggal dan menunggu tumpanganku belum tau kapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikir2 lagi... aku ternyata sedang ngawur. mengapa aku harus sesali?&lt;br /&gt;pikir2 lagi... aku makin ngawur sengawur ngawurnya... bukankah apa yang ku miliki kini jauh lebih baik dari apa yang sudah pernah ada? hmmm... nggak juga. ya sudahlah... aku lebih baik turn on pikiran waras dan rasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikir2...waktu itu memang sedikit jahat ya? mengapa dia tidak mau kembali dan memberi kesempatan ke dua? aku kan bukan orang sempurna yang bisa menjadi berhikmat dan bijaksana dalam waktu singkat? tapi toh waktu sudah pergi. gerombolan yang ada kini pun akan segera berlalu meski aku memutuskan ataupun tidak. dia tidak perduli sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikir2... Papa pernah bilang "jangan pernah sesali gagal atau tidak tercapaimu atas sesuatu, tapi menyesallah jika kau tidak gunakan waktu sebaik mungkin".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-1277451478094980711?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/1277451478094980711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/11/blog-post.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1277451478094980711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1277451478094980711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/11/blog-post.html' title=':)'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-5434060325909321737</id><published>2011-09-06T01:30:00.000-07:00</published><updated>2011-09-06T01:37:11.810-07:00</updated><title type='text'>timpang sejenak</title><content type='html'>bisa bayangkan? ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gitar tanpa senar&lt;br /&gt;sepeda motor tanpa bensin&lt;br /&gt;pohon tanpa akar&lt;br /&gt;rumah kosong&lt;br /&gt;lagu tanpa musik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau bayangkan saja burung tanpa sayap..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;timpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana kalau,&lt;br /&gt;senar gitar dibeli dan dipasang?&lt;br /&gt;sepeda motor diisi bensin?&lt;br /&gt;pohon di pindah ke tanah subur, diberi kompos, dan disiram teratur?&lt;br /&gt;rumah diisi dengan benda2nya dan orangnya?&lt;br /&gt;lagu nya di beri aransemen musik baru?&lt;br /&gt;atau burungnya di beri sayap buatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin timpangnya tidak lama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-5434060325909321737?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/5434060325909321737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/09/timpang-sejenak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5434060325909321737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5434060325909321737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/09/timpang-sejenak.html' title='timpang sejenak'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7945641199862110232</id><published>2011-07-26T02:26:00.000-07:00</published><updated>2011-07-26T03:00:10.582-07:00</updated><title type='text'>ada</title><content type='html'>ada waktu di mana setiap orang berdiri di depan pintu pilihan. kiri dan kanan, masing-masing miliki bahagia dan deritanya. namun tidak pernah mungkin ada kesempatan untuk pilih ke dua-dua nya untuk di masuki dan menjalani hidup di dalamnya. kecuali jika tubuh, jiwa dan raga dapat di belah dua. well, ini hanya ada di negri dongeng. mari bicara tentang dunia nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu hal penting yang membuat orang akhirnya menjatuhkan pilihan, karena setiap orang pasti harus memilih satu pintu, karena tidak mungkin orang dapat tidak memilih alias hanya berdiri di depan pintu terseut dan tidak berbuat apa-apa. ya bisa aja sih, tapi konsekuensi nya menyakitkan; kalo bukan dianggap gila, menganggap semua orang yang ada di dunia gila. kembali ke satu hal penting tadi; setiap orang menjatuhkan pilihan berdasarkan filosofi hidupnya, bagaimana cara setiap orang memandang hidup dan memaknai hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada surga di pintu sebelah kiri. namun tidak semua orang memiliki persepsi yang sama perihal surga yang ada di pintu sebelah kiri, sehingga pintu sebelah kanan dipilih. ada neraka di pintu sebelah kanan. well, kembali ke masalah persepsi dan filosofi hidup, bisa saja neraka tersebut serasa bagai surga bagi sebagian orang dan mengambil langkah ke pintu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada sebuah kisah miris tapi menarik tentang sebagian orang. ketika berdiri di depan ke-dua pintu tersebut mereka yakin melangkah ke pintu sebelah kanan dan bahagia hidup dengan pilihannya dan berjalan terus maju meski banyak masalah tetek bengek hidup melanda, namun di sana indah. alhasil, tersebutlah sebuah moment di mana sesorang keluar untuk melihat-lihat dunia. niat hendak bertamasya dan merasakan, apakah dunia di luar sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia permisi pada yang empunya rumah dan jalan-jalan keluar. ketika melihat pintu sebelah kiri, hatinya sangat gentar dan takut dengan segala hal yang mungkin ada di dalamnya. masih baru dan tidak familiar. merasa asing dan ditolak. merasa tidak nyaman dan tidak sejahtera. namun seseorang ini punya nyali ingin berenang ke tengah samudera luas dan dalam. teori katak rebus terjadi. katak hidup dimasukkan ke air di dalam panci. di tenggerkan di atas tungku api dengan panas perlahan dari panas rendah ke panas tinggi, si katak tidak sadar dengan suhu yang naik. lama kelamaan air panas, si katak sudah menyesuaikan diri dengan suhunya. akhirnya mendidih dan si katak matang ter terbus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, entah apa yang terjadi. hati nurani yang tersembunyi di hati yang paling dalam teriak. meski selama ini tetap teriak, namun tidak kedengaran di tengah riuh renyah ombak di samudera yang luas dan dalam. teriakan itu akhirnya kedengaran, meski perlahan seperti berbisik kedengarannya. tapi terdengar. dia akhirnya sangat ingin pulang. di rumahnya, di tempat dia harusnya ada, tersedia sukacita, damai sejahtera, cinta kasih, ketulusan, dan indahnya hidup dalam arti yang sesungguhnya. hati nurani nya mengingatkan meski telah samar-samar terdengar. bahkan seolah-olah itu semua hanya ada di dream-world. namun sangat kuat untuk menarik dia keluar dan kembali ke pintu sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk ke dua kali nya, dia berdiri di hadapan pintu pilihan. kini banyak pertimbangan yang mengerubingi sarafnya. akankah maju atau tetap mundur dan kembali ke pintu kiri. karena sesungguhnya mungkin dia takut, ketika kembali menyadari salah, akankah ada kesempatan lagi untuk kembali. namun untuk mundur, begitu banyak indah, bahagia dan cantik yang ditawarkan, namun semu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat-saat seperti ini, hanya ada satu pegangan benar dari seribu kenyataan yang ada di hadapan mata. dan saat-saat seperti ini, biasanya, perspesi tentang surga dan neraka dunia yang mana pun, blur gambarannya. nyaris tak ada bedanya. saat-saat seperti ini, dia butuh hanya diam, dan mengampuni diri sendiri atas pilihan yang menghianati hati nurani-nya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian ada waktu di mana setiap orang akan menghadapi moment pengenalan yang benar tentang dirinya sendiri dan kepunyaan dunia yang mana dia. di waktu ini, tidak sulit untuk memilih akan masuk pintu yang sebelah mana. akan ada waktunya. meski berbeda bagi setiap orang. pasti ada waktunya.&lt;br /&gt;:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7945641199862110232?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7945641199862110232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/07/ada-waktu-di-mana-setiap-orang-berdiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7945641199862110232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7945641199862110232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/07/ada-waktu-di-mana-setiap-orang-berdiri.html' title='ada'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-490296493169083857</id><published>2011-06-08T18:53:00.000-07:00</published><updated>2011-06-08T19:05:07.603-07:00</updated><title type='text'>time for asking everything</title><content type='html'>only when I realize that my knowledge is not enough for the world to be better. before, I was thinking that I had mature enough and it's the time for me to dive into the ocean of professionalism, then I dive. but there, deep down the sea, there is so much stuff which can't be identified by my radar. and it means that my knowledge only fit in the surface yet. so shameful. then I ask myself, is that me who is worth for such field?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, when I think that my philosophy is right enough to compete in the world of all the scientists and I'm ready to shoot all the bullet by saying my true words. but then realizing, that all the words actually not true enough fit for all the souls who are listening. then I ask myself, is this the qualification that my world need?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;then let's enjoy the beauty of love given by someone who is suddenly attend before us. offer a bunch of love, affection, care... but well, fake. then say we enjoy even for a little while, then we'll release it when we feel we strong enough to not receive such kind of love anymore. but then I ask myself, can we just release ourselves from such addictive stuff which is indelibly printed in our emotional organ; which is really difficult actually. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, what actually fit and right enough for something in the exact time?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-490296493169083857?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/490296493169083857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/06/time-for-asking-everything.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/490296493169083857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/490296493169083857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/06/time-for-asking-everything.html' title='time for asking everything'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-5303270884235866420</id><published>2011-04-25T22:11:00.001-07:00</published><updated>2011-04-28T22:50:18.417-07:00</updated><title type='text'>3 jenis orang</title><content type='html'>Beberapa hari lalu aq baca buku 'the doctors' kumpulan kisah beberapa dokter sukses di Indonesia. aq suka baca bacaan sejenis biography. aq senang menyelami pelajaran hidup yang telah teraplikasi dalam hidup para maestro nilai kehidupan tersebut. aq terkesan dengan satu kutipan dari dr. Lula Kamal tentang merelakan orang-orang yang amat kita kasihi dalam hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begini katanya; Tuhan menghadirkan 3 jenis orang dalam hidup kita. &lt;br /&gt;pertama, orang yang hadir dalam hidup untuk menemani sesaat saja.&lt;br /&gt;jenis orang yang kedua adalah orang yang hadir dalam hidup kita untuk suatu sebab. terakhir, yang ketiga adalah orang yang akan menemani sepanjang hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ungkapan ini sedikit membantuku untuk berpikir lebih luas tentang makna kehadiran setiap orang yang sangat berarti dalam hidupku. ketika mungkin seseorang muncul kemudian memberi arti yang sangat dalam namun akhirnya pergi, pasti menimbulkan rasa sedih dan kehilangan yang sangat dalam. namun dengan falsafah ini, setidaknya aq mampu untuk bernafas lega dan menerima bahwa mungkin seseorang itu adalah orang jenis orang pertama atau kedua. mungkin suatu saat, tepat seperti yang Tuhan telah rencanakan, aq akan bertemu dengan orang jenis ketiga: yang hadir untuk menemani aq sepanjang hayat. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-5303270884235866420?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/5303270884235866420/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/04/beberapa-hari-lalu-aq-baca-buku-doctors.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5303270884235866420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5303270884235866420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/04/beberapa-hari-lalu-aq-baca-buku-doctors.html' title='3 jenis orang'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-666245580234277399</id><published>2011-03-21T21:52:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T22:24:51.970-07:00</updated><title type='text'>:D</title><content type='html'>pengen nulis lagi. tapi nge-blank. ini hasilnya. hahaha....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tertarik menelusuri perjalanan hidup setiap orang. entah mengapa, ada begitu banyak hal yang tidak akan pernah habis dan selesai di pelajari dari setiap individu. dalam setiap hal baik dan buruk yang terjadi, Tuhan seakan2 bercerita tentang hatiNya. kemudian saya berpikir, bahwa ketika Tuhan menciptakan makhluk yang satu ini, Dia benar2 menaruhkan setiap keistimewaan yang menyerupai Dia, yang, tidak akan pernah selesai untuk dipelajari dan tidak akan pernah habis meskipun telah dieksplor berulang-ulang. dan meskipun demikian, setiap orang pun belum tentu akan mengenal "keseluruhan" dari Allah yang menciptakan. dan memang, siapa pun di dunia ini, bahkan Rasul Paulus yang telah menyatakan cinta nya yang habis-habisan pada Tuhan pun, mungkin belum bisa menjabarkan sepenuhnya dan sedetilnya definisi tentang Allah. karena Dia memang bukan untuk dikenal secara teori, tetapi dengan hati, dengan iman, dan dengan pertolongan Roh Kudus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian saya berpikir, demikian juga lah mungkin dengan manusia. kita tidak akan pernah dapat menyimpulkan bahwa si anu begini, atau si ani begini, atau si ana begono. karena adakalanya satu orang berjalan di depan yang lainnya di belakang, dan mungkin di lain hari orang yang di belakang akan memimpin di depan dan yang lain memutuskan untuk berjalan mengikutinya. tidak akan pernah ada yang tau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya tertarik dengan para tokoh dunia. tentang Albert Einstein, ketika dia kecil, orang2 sekelilingnya (tentu saja tidak semua) menaruh prasangka minor terhadap kemampuannya untuk dapat fight dengan kehidupan, tapi akhirnya namanya tercatat sebagai tokoh yang berjasa untuk menyumbangkan kebaikan bagi kehidupan manusia. atau tentang Barak Obama, Presiden AS. orang-orang di masa kecilnya, mana ada yang bisa menerawang bahwa kelak beberapa puluh tahun ke depan Obama akan menjadi orang nomor satu di negara adidaya itu. atau sebutlah saya, nama saya Endang, sebelum moment pemulihan gambar diri saya, saya sendiri bahkan sulit percaya bahwa saya bisa survive dalam kehidupan konon lagi menyumbang ide untuk kebaikan kehidupan umat manusia. tapi sekarang, setidaknya saya sudah mengerti bahwa saya berharga dan dapat berguna untuk tujuan mulia Tuhan. sebut saja teman saya, namanya Butet. ketika sekolah dasar dia merasa bahwa dia adalah orang paling hebat di antara teman-teman lainnya. tidak ada yang dapat mengimbangi dalam hal bergaul dan menyamai kemampuannya untuk berantem. sekarang butet ada di suatu tempat untuk bekerja membiayai anaknya yang tanpa ayah. butet bahkan belum menyelesaikan tahun sekolahnya. well, intinya, apa yang terjadi hari ini, tidak sama dengan esok dan esoknya lagi. dan hari esok bisa menjadi lebih baik atau menjad lebih buruk, manusia memilih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-666245580234277399?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/666245580234277399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/03/d.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/666245580234277399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/666245580234277399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/03/d.html' title=':D'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4154204353002588822</id><published>2011-03-14T19:07:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T19:53:16.600-07:00</updated><title type='text'>menyesal vs bersyukur</title><content type='html'>aku merenungkn sebuah pernyataan dalam sebuah film. seorang perempuan yang sedang fight untuk melupakan semua kegagalan dan kehancuran di masa lalu, untuk dapat melangkah ke masa depan. di katakan begini &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"aku selalu mengingat ucapan papa, bahwa tidak perlu menyesali apa yang pernah aku lakukan, menyesallah untuk hal yang tidak aku lakukan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada benarnya juga. karena jika kita menyesal untuk semua hal yang telah kita lakukan, mungkin kita akan tetap merasakan luka. toh jika kita tetap 'keep on regretting' pun, keadaan yang sudah terjadi tidak akan berubah lagi. kecuali Tuhan mengadakan keajaiban denga memutar waktu kembali, sehingga setiap orang dapat memilih arah yang berbeda ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesal:perasaan tidak senang (susah, kecewa, dsb) krn telah berbuat kurang baik (dosa, kesalahan, dsb). KBBI daring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi perlu di teliti lebih jauh, apa itu sesal. kata sesal ada setelah beberapa tindakan yang tidak sesuai dengan harapan diri sendiri ataupun orang lain terhadap tindakan dan perilaku kita. jika semua terjadi sesuai dengan yang diharapkan, tidak akan ada kata sesal. nah, sesal yang seperti ini lah yang hendak kita telaah, agar kita memahami dengan baik dan tidak kunjung menyesakkan dada karna kecewa dan susah atas hal yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita mulai dari moment pra pengambilan keputusan.&lt;br /&gt;sebelum kita memutuskan untuk mengambil tindakan, pasti setiap orang punya pertimbangan baik, buruk, senang, sedih dan puluhan aspek lainnya. ketika memutuskan untuk melakukan suatu tindakan, satu hal yang perlu disadari sepenuhnya. yaitu bahwa konsekuensi dari tindakan yang akan diambil akan ditinjau dari beberapa sudut. generalnya, dari dua sisi, akibat baik dan buruk. nah, setelah menyadari hal ini, setiap orang harus menyadari bahwa setiap kita juga harus bersikap dewasa dan sportif, artinya siap sedia menerima akibat baik dan buruk dari tindakan yang akan dilakukan tersebut. setelah selesai pada tahap ini, maka saya yakin bahwa setiap orang akan mantap melangkah ke depan. sukacita menyambut akibat baik, dan siap menyikapi akibat buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap orang akan mengalami proses dalam menjalankan dan melakukan tindakan.&lt;br /&gt;berdasarkan tahap 1 yang di lakukan dengan mantap, maka tahap proses pun akan berjlan dengan baik. setiap orang akan fokus pada tujuan apapun yang menghadang dan menghalangi. meskipun kadang yang terjadi tidak sesuai dengan harapan, komitmen akan menjadi mesin penggerak untuk tetap konsisten dalam melakukan tindakan untuk mencapai tujuan. di tahap ini, setiap orang akan semakin menyadari sisi baik dan sisi buruk dari tindakan yang telah dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahap mengambil keputusan.&lt;br /&gt;setelah melakukan beberapa tahap evaluasi, apakah proses berjalan dengan baik dan apakah menggiring pada pencapaian tujuan, setiap orang mulai dapat menyimpulkan apakah akan melanjutkan tindakan atau mulai menjalankan "plan B".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah sikap akhir setelah tahap terakhir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) menyesal. berandai2 "andai aku tidak memilih ini" atau "andai aku mencari lebih banyak referensi" atau "andi aku mendengar kata si anu dan si ani" atau "andai aku lebih memilih untuk melakukan yang itu" atau, atau, atau... banyak andai-andai lainnya untuk sekedar penghiburan. karena toh tidak akan menolong memperbaiki kondisi yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) bersyukur. bersyukur adalah obat penawar yang ampuh, agar dada yang menyesak, agar rasa kesal, agar rasa kecewa luruh dari dinding hati. karena ternyata ada banyak pengalaman selama proses berjalan meskipun tidak menyenangkan. ada pengalaman yang diperoleh yang dapat dijadikan pelajaran, ini jauh lebih baik daripd hanya sekedar baca teori dan menghapalkannya. coba kita telaah satu demi satu: setelah mengalami kesedihan, kita belajar untuk mengatasi dan bisa menjadi lebih kuat ketika sedih2 yang lain muncul dalam hidup. intinya kita ditempa menjadi orang kuat secara mental. setelah mengalami sakit hati, kita belajar memaafkan orang lain dan diri sendiri. kita belajar penguasaan diri. belajar untuk menyelami bahwa tidak semua orang sempurna dan untuk menempatkan diri kita mungkin akan ada pada situasi yang sama suatu saat kelak. who knows? kita belajar untuk emphaty. ketika kita merasakan jijik pada diri kita sendiri karena beberapa keputusan tindakan yang benar2 salah menurut kita, kita belajar bahwa Tuhan selalu menerima kita kembali bagaimana pun keadaannya. kita belajar untuk memaafkan diri sendiri, belajar untuk bersyukur memiliki Tuhan yang mengampuni, dan belajar untuk bertobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih begitu banyak pelajaran-pelajaran lain yang kita tak dapat hitung, tapi perlahan-lahan telah membentuk seorang pribadi yang lebih secara jiwa dan raga. jadi apakah lagi gunanya penyesalan? bukankah bersyukur jauh lebih baik? dengan bersyukur kita dimampukan melihat sisi positif dari semua kejadian dan dengan bersyukur kita mengalami lebih banyak kelegaan. dengan beryukur kita dapat lebih banyak tersenyum. dengan bersyukur kita mengalami satu lagi pengalaman jiwa yang menyenangkan; melangkah dengan lebih hati-hati dan bergantung pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada kesempatan bagi kita untuk menyesal. tapi belajar mencoba untuk bersyukur adalah baik, meskipun, sulit. salam smangat!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4154204353002588822?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4154204353002588822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/03/menyesal-vs-bersyukur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4154204353002588822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4154204353002588822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/03/menyesal-vs-bersyukur.html' title='menyesal vs bersyukur'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-6323229244823382898</id><published>2011-03-07T20:24:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T23:19:23.487-08:00</updated><title type='text'>kehilangan vs melepaskan</title><content type='html'>kehilangan adalah kondisi yang menyedihkan atau jika di dramatisir; menyakitkan karena suatu hal yang kita miliki atau kita ber-hak mendapatkannya hilang atau pergi ataupun tidak lagi disebut milik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melepaskan adalah kondisi yang...bisa menyedihkan atau bisa juga menyenangkan karena kita terpaksa atau rela melepaskan sesuatu hal yang sebelumnya adalah kita pikir milik kita tapi karena satu atau beribu hal, ternyata bukan milik kita. well, dalam melepaskan ada satu perasaan yang disebut "rela".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadangkala, ada kejadian di mana seseorang memang dengan rela melepaskan namun tetap merasa kehilangan dan menjadi sakit atau sedih karenanya. namun keadaan ini lebih baik daripada keadaan ketika kehilangan, karena kita punya alasan kuat. atau lebih jelasnya, dengan sportif mengakui bahwa kita memang tidak ber-hak memiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa melepaskan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, kita perlu mengingat kembali tiga tingkatan penting dalam hal "penting, perlu, ingin" dalam kebutuhan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada hal yang sangat diinginkan tapi tidak diperlukan. untuk tingkatan orang yang mementingkan kesenangan belaka akan berjuang mendapatkannya. mungkin dengan mengorbankan materi, energi, atau bahkan nilai moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada hal yang sangat diinginkan, diperlukan, namun tidak penting. well, untuk tingkatan ekonomi yang cukup, beberapa orang akan memilih untuk tetap mendapatkannya. toh, tidak sampai merugikan dan lebih lagi, jika deperlukan 'tersedia'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada hal yang sangat diinginkan dan diperlukan dan penting. well, setiap orang pantas, layak, ber-hak untuk berjuang mendapatkannya. mungin dengan segala daya dan upaya yang dimiliki. well, sebagai masyarakat yang memiliki norma2 dan nilai2 hidup yang berkaitan dengan peraturan lalu-lintas hak azasi manusia, setiap orang ber-hak melakukannya dengan sportif, dengan jujur, dengan fair. meski kadangkala pelanggaran dimaklumkan oleh karena kelemahan hukum, well...saya percaya (mungkin setiap orang juga) bahwa Tuhan yang di atas melihat dan menghitung dan mempertimbangkan dan pada saatnya menghakimi sesuai dengan ukuran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;point dari artikel kehilangan vs melepaskan adalah sifat sportif yang perlu dimiliki oleh setiap orang yang berorientasi ingin maju dengan benar, berdampak baik pada diri sendiri, pada sesama, terlebih pada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sportif: bersifat kesatria, jujur, tegap; gagah. sportif; kejujuran. (KBBI Daring) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sportif berarti berjuang sekuat mungkin sesuai dengan porsi yang dimiliki oleh setiap orang. sportif berarti, bisa menerima bahwa tenaga dan porsi setiap orang adalah berbeda; sesuai dengan takaran yang Tuhan telah berikan. sportif berarti bisa memaklumi bahwa seratus persen dari usaha orang bukan dinilai dari jumlah materi yang dimiliki oleh mereka. karena orang sportif mengakui bahwa, ketika satu orang memiliki satu juta adalah karena dia layak mendapatkan satu juta, dan ketika orang memperoleh satu miliar, dia layak mendapatkan satu miliar. well, orang sportif juga mengerti bahwa, ketika dia sudah bekerja keras, namun belum mendapatkan target yang sesuai dengan apa yang di hitungkannya, artinya ukuran yang dipakai untuk  menghitung adalah ukuran Tuhan, bukan ukuran manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kehilangan vs melepaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang sportif akan sangat sedih ketika kehilangan. tapi dapat bertahan dan menemukan sukacita karena percaya bahwa Tuhan lah yang memberi segala sesuatu dan Dia juga yang akan memutuskan untuk mengambil dan bahkan mengambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang sportif akan sangat sedih melepaskan hal yang diinginkannya. tapi dengan rela hati, dapat bertahan karena percaya bahwa bukan waktunya memiliki, atau milikku adalah sesuatu di suatu tempat dan percaya bahwa Tuhan akan memberikan pada saat yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang sportif bukan dewa ataupun malaikat. orang sportif akan tetap mengalami kehancuran, sakit hati, kesedihan yang mendalam, tapi orang sportif akan tetap tegar karena mereka hanya akan berpikir bahwa mereka hanya kurang latihan, atau belum waktunya atau bukan bidangnya. orang sportif akan berlatih lebih lagi, mencoba lebih lagi, mencarilebih lagi dan mengetuk pintu lebih lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang sportif juga manusia kan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-6323229244823382898?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/6323229244823382898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/03/kehilangan-vs-melepaskan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6323229244823382898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6323229244823382898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/03/kehilangan-vs-melepaskan.html' title='kehilangan vs melepaskan'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-510470563485544271</id><published>2011-01-18T02:17:00.001-08:00</published><updated>2011-01-18T02:17:53.684-08:00</updated><title type='text'>bisu</title><content type='html'>bunyi gelang gemerincing milik pedagang.&lt;br /&gt;desir dedaunan kering di musim gugur.&lt;br /&gt;gemerisik bunyi gesekan daun dan ranting pohon.&lt;br /&gt;lolongan knalpot bajay di belantara jalan raya.&lt;br /&gt;rentetan klakson mikrolet di lautan macet.&lt;br /&gt;berisik kipas angin di tengah ruang sumpek.&lt;br /&gt;desis angin semilir di teras badai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;degup hati yg berdetak seiring laju emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi mu mereka bisu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi mereka bicara, meski tak dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisu kah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-510470563485544271?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/510470563485544271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/01/bisu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/510470563485544271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/510470563485544271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/01/bisu.html' title='bisu'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-1990213192852968913</id><published>2011-01-13T01:49:00.000-08:00</published><updated>2011-01-13T02:08:25.658-08:00</updated><title type='text'>2011</title><content type='html'>grateful and thankful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hard to find this atmosphere in my heart in the beginning of the year. but actually, the only words that i can have are those two words, none others. how can i not do it? for everything is just fit well in my life; for less and more, everything's just good and set well by Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;resolution:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wanna thank God for the place where He placed me. all are awesome, and i just need to do my tasks totally committed and do it my best. for i believe that He is the One who leads me. no need to be worry where.. or sense of like or dislike. He leads me, that's enough, i only need to follow the pathway after Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wanna pray for my family continually, for i believe that God has His own grace and mercy abundantly for those who plead for it full-heartedly. every problems which are set before or after i was born into this earth, i believe that He can restore and rebuilt and set everything well back; as His intention for human life is goodness. surely, He can do it for my family.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wanna pray for my dream in the future. wanna have my own quality in my world of knowing. wanna have a sense of expertise on my land. once again, God will lead me through. everything which has come, which is coming ... is set by Him for the sake of something best in the coming event. i believe it. so, keep up the fire, the spirit on and chin up (like the Charlotte said ^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wanna have my own family with a godly man as a leader to be. godly man. a man who fully devotes his heart to God. is that so difficult to find one? again, i believe, God has His own store for it, hehe... as long as many people are seeking for God, i know there will be that kind of man of mine, surely ^_^. then i pray (God please, don't let me wait any longer, because the days flash off and the age is getting older) hehe... it's a relief that i can talk to Him as daughter and Father.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wanna give thanks anyhow. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i have the grateful and thankful heart now in me ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-1990213192852968913?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/1990213192852968913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/01/2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1990213192852968913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1990213192852968913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2011/01/2011.html' title='2011'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4422794142580710768</id><published>2010-11-28T17:58:00.000-08:00</published><updated>2010-11-28T18:38:38.191-08:00</updated><title type='text'>3 things</title><content type='html'>Day by day dear Lord,&lt;br /&gt;3 things of You I pray;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to know You more clearly&lt;br /&gt;to love You more dearly&lt;br /&gt;to follow You more nearly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;day by day ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;some recent days i remember about this song; the one we used to sing when i was still with some growing-up community in student-hood. &lt;br /&gt;3 simple things, but seems really hard to make it to be real.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to know God is really a huge task. how can one know about God at all? what i know is, God is irrational. He will never be understood for His power and majesty, for His love and kindness, for His grace and mercy, for ..., for ..., for ..., i will never be able to count them one by one. because He definitely is beyond definition. so how can i know God? &lt;br /&gt;yes i know Him in a simple understanding. but the comparison is still between the sea-water of an ocean and in a coconut shell. the coconut shell is mine. well,when i feel that i'm in a very deep confusion where i exactly am, is an indicator that i still haven't known about him well.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to love Him is like an impossible expression for human living here on earth. for Paul on the Bible, i know, loved Him totally. as well as some prophets and God's messengers on the Bible loved Him so much. and it's totally done by them who really know God well in their mind and heart, and saw God by means of their heart. but still, sometimes, they're in trouble of betraying God's love. one i know well is David. everybody who deals well with the Bible understand that David was really close to God and he loved God with all his heart. but once in his life, he chose to follow his desire rather than applying the fear of the Lord. it's when the event with Batsheba. well...to love God is really a difficult action for human-being. i guess everybody experienced the hardship of being in love totally to Him. love means when somebody really wanna give his/her heart, all his/her belonging, struggle to change bad into good, and there're so many conditions and indicators to show that someone is in love with other one. once again to love God is a difficult deed to do, moreover, some said, when we're still here on earth.&lt;br /&gt;how can i say that i love Him if i can only stay in silence when i know that something good should be shouted out? how can i say that i love Him when i follow my own willingness rather than His willingness? how can i say that i love Him when i keep something bad in my heart? how can i say that i love Him when i really choose to do "other nice things" rather than sitting before Him silently to listen to His heart and do it? how can i say that I love Him when i choose to follow my own desire towards some choices in life rather than something good that He wants me to do?&lt;br /&gt;well, simply said, to state that i love Him is not easy. to say words through my lips may be easy, but to say it through all my body; my hands, my feet, my eyes and my heart, is totally difficult.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to follow Him is totally an impossible mission then (but everybody who believe in His abundant grace through Jesus can carry the mission i know ^_^). one can't follow people they don't love. unless one will oppressed in a very hard condition. this will lead to heart-disease, depression, stroke and die in a cracked peaceful heart. to follow Him isn't easy at all. follow Him means i should see everything through His vision. follow Him means that i should carry along His mission. follow Him means that i should kill my own "self"; selfishness, wrong desire, greediness, and thousands self stuff which are stuck in my worldly heart and mind. well,this is totally difficult once again utterly i said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but well, i want to sing this song again to remind me back that to be His followers is not easy and not like one thing that i can grab randomly from life's stuff. it needs "the total me"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 things which demands the total me ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4422794142580710768?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4422794142580710768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/11/3-things.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4422794142580710768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4422794142580710768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/11/3-things.html' title='3 things'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-1048815658449071343</id><published>2010-11-25T17:58:00.000-08:00</published><updated>2010-11-25T23:35:30.090-08:00</updated><title type='text'>got lost in nowhere</title><content type='html'>it feels like standing in a gracious field which was poured from His gracious lovingkindness. everything is just there and enough to feed me. for less and more, all are enough. i shout from deep of my heart God is always God; He is good, His promises are always fulfilled in His people's life, He is good, He is thousands of definition about amazement, wonder and awesomeness; still it will not enough to describe Him. &lt;br /&gt;well, i can't understand what it is meant to be; this feeling, got lost in nowhere...&lt;br /&gt;i just wanna walk up to the hill of my dreams; my imagination wandering all its pathway going there. everything is just not like that; not like what i have imagined as the reflection of my dreams. am i mature enough in this kind of age? i gasp inside, my lung is healthy enough to help me (burbling for something non-understandable... :P)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i wanna say to Him, to open my heart and mind and pour down all the understanding about His will and His goal in my life. what am i going to be? but still i can't understand, what do i need to do and what is it all about?&lt;br /&gt;still, i am like standing in nowhere. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'got lost in nowhere' is just an expression to say how confuse i am about everything which are stuck in my heart, really full crowd the space and it's cause the hardship for taking any wind for breathing, hahaha....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, i've just thought about something, that God will never say me all the 10 things need to be done once in a time, but he gives one by one and the graphic is about increase and up the level in every occasion. well, in short, i understand that God give one...i do it, after finishing it, the He gives me the second, and that's the way till the upper level on my load. that's it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maybe now, i get lost in nowhere; there's no idea about at all. but i believe that His mighty hand who lead me on the path way. there's nothing to be confuse about. all i need is to walk constantly, sometimes run, sometimes take a step slowly or even sometimes fall, then i need to get up and walk again. i only need to open my eyes and walk the path way He's provided for me ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;still wanna confess my adorable awesome God :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-1048815658449071343?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/1048815658449071343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/11/got-lost-in-nowhere.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1048815658449071343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1048815658449071343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/11/got-lost-in-nowhere.html' title='got lost in nowhere'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7330879912081271467</id><published>2010-11-22T21:43:00.000-08:00</published><updated>2010-11-22T22:53:16.434-08:00</updated><title type='text'>should I thank?</title><content type='html'>Christmas is coming... i don't know what is the connection between things which are happening now in my life. &lt;br /&gt;no, it's not about the cennection between them, but quite related a bit. because Christmas, the time when i feel joy, is coming blurred because all these stuff stuck in my heart and mind. that's the connection. my heart keeps asking, why things aren't getting better as i want?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, i have the answer, boldly printed in my conscience. everything shouldn't be happened as what i want, but as what His lovingkindness best wanna gives in my life. because if life goes as what i want, would it be better?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;first, my heart is broken. broken for something which caused by me myself. do you wanna know how broken my heart is? i can't describe it by words, but it much like a thousands pieces broken glasses nipped all the spaces in my heart, soooooooo....tight that i could not breath lightly. really hurt. really sick. really bleed. really really... i lost words, can't find a proper one... &lt;br /&gt;well, i say to myself, c'mon...maybe it's not the best that will fit your life and your need... well, God is preparing something better or even best for you, just be patient, faithful and wait.. well God, I'm waiting for your gracius loving kindness. but should everybody understand what was it felt like?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;second, i can't proud of anything in my life... isn't it so snooty? how can i stuck in this kind of situation while i know that God is kindly pour all the blessings and my life is good enough?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the third (actually the last)... i can't say a word for the description for this kind of feeling, too bad i think...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;last (really the last) but not least... i thank God for whatever happening, i try to enjoy everything which He's allowed to come in my life, and as i can...try to thank it all... anyhow, God is really good to me :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7330879912081271467?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7330879912081271467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/11/should-i-thank.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7330879912081271467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7330879912081271467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/11/should-i-thank.html' title='should I thank?'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-1005454674169372791</id><published>2010-11-10T17:32:00.000-08:00</published><updated>2010-11-10T18:35:50.435-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>a very deep disappointment was here in my heart since i knew that i shouldn't be so easy to decide something which is out of my understanding. it was some long time ago, and my heart keeps questioning; can it be happened as what i want...always as what i want? then if it can be, when will i learn to be mature? but frankly speaking, it was hurt inside when i know that i had released a really precious chance which has ever been lied ahead me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, this all only a sigh beneath my lung. which ever cuased me breath hardly. if i can shout my pray, "God please give one more chance, then i'll count every minute preciously". may God grant me grace and mercy for this really wish... ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-1005454674169372791?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/1005454674169372791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/11/very-deep-disappointment-was-here-in-my.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1005454674169372791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1005454674169372791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/11/very-deep-disappointment-was-here-in-my.html' title=''/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-3296376752987294335</id><published>2010-11-05T03:25:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T03:51:04.522-07:00</updated><title type='text'>weavy life</title><content type='html'>life is not flat at all and can't be flat. life is not a straighforward flyover nor a soft big road in a green forest with fresh air. that's it, life is weavy; sometimes it runs softly, sometimes a windy atmosphere clap the water up, simetimes it even curled highly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;today we can share love together, we share laugh, we share life, we share smile, we even share our bitterness. tomorrow-maybe-, i'll cry over my sadness alone and you'll walk behind your individual warmth. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;one had ever said "today, in joyful we laugh, share our joy; we should have known each other. but don't think-tomorrow-, you'll think that you have ever known about me. or even maybe, you'll wonder; what kind of person am i?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nothing is last, that's for sure. everything changes. the only thing which is not last is the "changing" itself. means that everything in the universe experiences the process of changing. so it's normal if you can find something is not in the same situation anymore-tomorrow-.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the best thing to do is like what Solomon had said in Ecclesiastes &lt;br /&gt;"we can not do best except enjoying our own and do what lies ahead as our best" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;;enjoy our job&lt;br /&gt;;enjoy our time&lt;br /&gt;;enjoy our friends&lt;br /&gt;;enjoy our environment&lt;br /&gt;;even enjoy our sadness, bitterness, weakness, even every speck of feeling which can't be described by words...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;because everything has its time; there will be time where all will be taken away from us or we ourselves will be taken away from them all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wanna thank God for every good and bad feeling ^_^&lt;br /&gt;however, God is God; who'll never be able to be ubderstood for His loving kindness to me^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-3296376752987294335?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/3296376752987294335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/11/weavy-life.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3296376752987294335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3296376752987294335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/11/weavy-life.html' title='weavy life'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4328515324125391034</id><published>2010-10-24T16:25:00.000-07:00</published><updated>2010-10-24T16:28:11.955-07:00</updated><title type='text'>Sunday, October 24, 2010</title><content type='html'>I’m reading the history about the diary of Anne Frank which is well-known far long before I knew that it is really a good example to motivate people keeping their fire up in writing. Well, the diary is quite complex but is really interesting for the history behind is able to make the readers touched as well as grabbing some important values about life. But I like it. the more I know why is Anne Frank’s diary become a very famous diary throughout the world begin from its age, the more I love to read it and eager to know about every details of the diary.&lt;br /&gt;In one page, when I try to read (I can only got a simple one from the internet) one of Anne’s diary entries, I found a very touchable statements, it said like this &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“In the eyes of the world, we’re doomed, but if after all this suffering, there are still Jews left, the Jewish people will be held up as an example. Who knows, maybe our religion will teach the world and all the people in it about goodness, and that’s the reason, the only reason we have had to suffer. We can never be just Dutch, or just English, or whatever; we will always be Jews as well. And we’ll have to keep on being Jews, but then, we’ll want to be. God has never deserted our people. Through the ages Jews have had to suffer, but through the ages they’ve gone on living, and the centuries of suffering have only made them stronger” (4/11/44).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Really nice reflection written by someone who was in a very deep suffering, it’s so wonderful. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I try to imagine my self in that situation. Will I be able to state such great faith in time when I think there will be no way to get back to a normal condition which I dream of? Then I come to a reason which may conclude, why Anne’s diary can be very famous, become bestseller, and was read by million people entire the world. Yes, the power which was hidden in her heart spread through her writing, the writing which then empowers many hearts who read after her. Really great inspiration I’ve got today.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In fact, great values can emerge from a very simple thing which is done full-heartedly. Then it will be a great question to reflect on “why don’t I try to write those simple things about my life? At least, later I can learn through the values which emerged from my own reflection”. ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4328515324125391034?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4328515324125391034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/10/sunday-october-24-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4328515324125391034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4328515324125391034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/10/sunday-october-24-2010.html' title='Sunday, October 24, 2010'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-3269154147612192013</id><published>2010-10-22T19:00:00.000-07:00</published><updated>2010-10-22T19:24:26.469-07:00</updated><title type='text'>"somehow"</title><content type='html'>i'm in my deep unerstanding about how difficult life is.&lt;br /&gt;life has never been easy, is not easy and will never be easy. i'm standing in the edge of the hardship to state that i really understand about. really able to catch up the rythm of being sick and feel the melody of the illness; being so hard, so exhausted, so lonely, so selfish, so unthankful, so tired, so bored, so irritated, and so many adjectives that i wanna share only describing how difficult life is. but it's not that. it's not the description of how difficult life is that i need, not at all. i only need to see how my God solve each of them, one by one, by His Mighty Hands, that's what i need. so that life can be nice and pretty. as beautiful as the morning sunshine, as nice as its atmposphere, as cold as the morning wind, as fresh as it's blown through the heart, as pretty as the star in the night; sparkilng amongst the darkness. what else can i say to describe such abundant beauty of life?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, somehow, even life seems such diffcult...His mighty hands never stop working until His people can see that He is really God. I am :D&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-3269154147612192013?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/3269154147612192013/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/10/somehow.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3269154147612192013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3269154147612192013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/10/somehow.html' title='&quot;somehow&quot;'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-5787971943322846736</id><published>2010-08-31T03:16:00.000-07:00</published><updated>2010-08-31T03:21:46.976-07:00</updated><title type='text'>semilir</title><content type='html'>hanya berhembus semilir bak angin halus, namun terasa dingin menyesap di antara kuduk. entah datang dari mana, tanpa singgah, hanya lewat menyampir semilir kemudian pergi entah ke mana. namun sedikit menyentuh, karena ada, nyata. namun hanya semilir. dalam hitungan detik akan berlalu, walau meninggalkan berkas hasil jejak semilir. bukan angin gila, meski seolah2 meninggalkan bekasnya. hanya semilir, yang membuat kuduk merasakan lalunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-5787971943322846736?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/5787971943322846736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/08/semilir.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5787971943322846736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5787971943322846736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/08/semilir.html' title='semilir'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7743170346052419403</id><published>2010-08-04T02:03:00.000-07:00</published><updated>2010-08-04T02:11:07.335-07:00</updated><title type='text'>hilang...</title><content type='html'>ada yang hilang dari kumpulan yang semestinya telah tiada sejak lama...&lt;br /&gt;seperti celah bayang dihimpit cahaya di antara gelap, perlahan dan berangsur pudar dan menghilang, meski seharusnya dia telah lama tiada karena dianggap tiada.&lt;br /&gt;seumpama reyot pada gubuk tua, terkikis oleh usia, rapuh dan patah kemudian hilang. begitu saja adanya. mestinya telah lama dia tiada, namun dicatat per kurun waktu ini, dia hilang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7743170346052419403?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7743170346052419403/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/08/hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7743170346052419403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7743170346052419403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/08/hilang.html' title='hilang...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-8848809442986477769</id><published>2010-08-03T02:09:00.000-07:00</published><updated>2010-08-03T02:20:51.289-07:00</updated><title type='text'>pulang</title><content type='html'>terlalu jauh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;awalnya aku hanya berdiri di antara ilalang masih dengan lantang berkata bahwa aku baik2 saja dan masih ingat jalan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian ilalang ternyata begitu cetek bagi kaki ku yang ku pikir kuat dan tidak akan tenggelam, aku melangkah di tengah semak dan masih dengan bangga berkata bahwa aku bisa kuat dan tetap ingat jalan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian semak belukar kelihatan ringan dalam pandangan mataku yang semakin riuh digoda pepohonan rindang dan kakiku tergoda akan remang nya tantangan dalam kegelapan yang tak berujung dan masih dengan lantang aku berbangga pada langit yang tinggal celah mengintip serta berkata bahwa aku akan baik2 saja dan aku pasti ingat jalan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesungguhnya hakikat diri yang selalu ingin menantang dunia dan menyelam dalam jahatnya, aku pergi dengan getir dan teguh yang penuh namun rapuh diluruh embun2 dingin nan tajam di sisi dedaunan...aku berjalan semakin jauh, aku hanya tau dunia yang ini kini, aku tidak mengenal diri dan impian yang dulu ku bawa, aku tenggelam bersama nyata, aku hilang dari impi yang membakar semangatku yang telah membawa kakiku terbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian aku semakin jauh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku jauh dari diriku...&lt;br /&gt;aku jauh dari impiku...&lt;br /&gt;aku jauh dari konsepku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku semakin jauh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin pulang...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-8848809442986477769?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/8848809442986477769/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/08/pulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8848809442986477769'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8848809442986477769'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/08/pulang.html' title='pulang'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-1301385159721901902</id><published>2010-07-14T17:32:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T17:40:19.824-07:00</updated><title type='text'>tq lists</title><content type='html'>first thing first: thank you Lord that I'm here right now. thank you for giving me this chance to be someone that deserve to be Your instrument. thank you for giving this environment of big family; teachers, staffs, students, and everyone here surround me. thank you for giving me such amount of living. thank you for everything b'coz I believe that You Yourself who has settled everything so well for my goodness in life. thank you dear Lord, that You are my God indeed.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-1301385159721901902?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/1301385159721901902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/07/tq-lists.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1301385159721901902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1301385159721901902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/07/tq-lists.html' title='tq lists'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7197548779206276745</id><published>2010-06-22T22:58:00.000-07:00</published><updated>2010-06-22T23:23:01.650-07:00</updated><title type='text'>halaman hampa...</title><content type='html'>ada halaman yang tertulis oleh tinta tumpah, sisanya tidak dapat di baca kecuali oleh si penulis, karena dia yang punya maksud.&lt;br /&gt;ada halaman yang tidak sengaja kosong, mungkin salah copy selama proses pengerjaan di badan penrbit.&lt;br /&gt;ada halaman yang double, mungkin juga salah copy selama proses di penerbit.&lt;br /&gt;ada halaman yang salah ketik, mungkin ketidak-telitian si penulis.&lt;br /&gt;ada halaman yang tercecer, mungkin salah dalam proses penerbitan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada halaman kosong di dalam hatiku, tidak ingin ku tuliskan apa2...dan juga tidak ingin ku perbaiki...ingin ku biarkan begitu saja...menjadi halaman hampa; sebab tidak berguna untuk jenis tulisan apa pun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salah siapa kah? penulis atau penerbit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau ada kah negosiasi untuk kesalahan jenis ini? dapatkah kita ganti saja nama "kesalahan" itu menjadi "kekhilafan?" sebab setelah dipertimbangkan dari setiap sudut teori, semua seolah2 wajar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi biarlah menjadi halaman hampa, meski tak dapat ku akui ini kesalahan atau tidak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7197548779206276745?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7197548779206276745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/06/halaman-hampa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7197548779206276745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7197548779206276745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/06/halaman-hampa.html' title='halaman hampa...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-3413780644091280490</id><published>2010-06-16T13:21:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T23:47:44.156-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>I'm in my deep confuse about what it is really a dream, a will, an ambition, compare to what God has planned in someone's life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;then just easily quote the statement;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"when you think you still can't found your dream, just remember sometimes it should not as what it is should be. because nothing's and nobody's perfect, just as you are..." Endang N.K.S, 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anyway...out of all the confusion about life a while, I'm enjoying the Waka Waka song sang by Shakira for FIFA world cup. enjoy the beat, the sound of the ethnic instruments, enjoy the way they move in the dance, enjoy everything especially when the African woman sings a stanza of lyric in their language....sounds nice and really natural, really ethnic, sounds really original in a sophisticated chain of nice melody... hmm...just wanna tell that I love the original ethnic much ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;back to the confusion about life&amp;_&amp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but I can see in the next some minutes or hours or maybe days, it all would over and I find what kind of reflection is this...isn't it?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-3413780644091280490?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/3413780644091280490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/06/when-you-think-you-still-cant-found.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3413780644091280490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3413780644091280490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/06/when-you-think-you-still-cant-found.html' title=''/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-5293787093993027351</id><published>2010-06-16T13:19:00.000-07:00</published><updated>2010-06-16T13:21:01.044-07:00</updated><title type='text'>"Waka Waka" Shakira</title><content type='html'>Oooeeeeeeeeeeeeeeeehh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're a good soldier&lt;br /&gt;Choosing your battles&lt;br /&gt;Pick yourself up&lt;br /&gt;And dust yourself off&lt;br /&gt;Get back in the saddle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;You're on the front line&lt;br /&gt;Everyone's watching&lt;br /&gt;You know it's serious&lt;br /&gt;We are getting closer&lt;br /&gt;This isn't over&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The pressure is on&lt;br /&gt;You feel it&lt;br /&gt;But you got it all&lt;br /&gt;Believe it&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When you fall get up, oh oh&lt;br /&gt;If you fall get up, eh eh&lt;br /&gt;Tsamina mina zangalewa&lt;br /&gt;Cuz this is Africa&lt;br /&gt;Tsamina mina, eh eh&lt;br /&gt;Waka waka, eh eh&lt;br /&gt;Tsamina mina zangalewa&lt;br /&gt;This time for Africa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Listen to your God&lt;br /&gt;This is our motto&lt;br /&gt;Your time to shine&lt;br /&gt;Don't wait in line&lt;br /&gt;Y vamos por todo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;People are raising&lt;br /&gt;Their expectations&lt;br /&gt;Go on and feed them&lt;br /&gt;This is your moment&lt;br /&gt;No hesitations&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Today's your day&lt;br /&gt;I feel it&lt;br /&gt;You paved the way&lt;br /&gt;Beleive it&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you get down get up, oh oh&lt;br /&gt;When you get down get up, eh eh&lt;br /&gt;Tsamina mina zangalewa&lt;br /&gt;This time for Africa&lt;br /&gt;Tsamina mina, eh eh&lt;br /&gt;Waka waka, eh eh&lt;br /&gt;Tsamina mina zangalewa&lt;br /&gt;Anawa a a&lt;br /&gt;Tsamina mina, eh eh&lt;br /&gt;Waka waka, eh eh&lt;br /&gt;Tsamina mina zangalewa&lt;br /&gt;This time for Africa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lady Singing)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Voice: Tsamina mina, Anawa a a&lt;br /&gt;Tsamina mina&lt;br /&gt;Tsamina mina, Anawa a a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tsamina mina, eh eh&lt;br /&gt;Waka waka, eh eh&lt;br /&gt;Tsamina mina zangalewa&lt;br /&gt;Anawa a a&lt;br /&gt;Tsamina mina, eh eh&lt;br /&gt;Waka waka, eh eh&lt;br /&gt;Tsamina mina zangalewa&lt;br /&gt;This time for Africa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Django eh eh&lt;br /&gt;Django eh eh&lt;br /&gt;Tsamina mina zangalewa&lt;br /&gt;Anawa a a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Django eh eh&lt;br /&gt;Django eh eh&lt;br /&gt;Tsamina mina zangalewa&lt;br /&gt;Anawa a a&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2x) This time for Africa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2x) We're all Africa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-5293787093993027351?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/5293787093993027351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/06/waka-waka-shakira.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5293787093993027351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5293787093993027351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/06/waka-waka-shakira.html' title='&quot;Waka Waka&quot; Shakira'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-6585752987502341385</id><published>2010-05-31T05:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-31T05:09:17.075-07:00</updated><title type='text'>pertanyaan</title><content type='html'>si jahat itu menamakan dirinya cinta, dia masuk dalam ruang gemerlap dipenuhi warna warni indah yang melambungkan rasa...&lt;br /&gt;dia berdiri di pelatarannya dan menyampaikan tanya "bagaimana jika aku nggak mampu setia?"... kemudian lanjutnya "karna tak ku mengerti arti nama yang ku punya"... kemudian katanya lagi "karna tak ku pahami apa yang ku inginkan"... kemudian lanjutnya lagi "karna tak ku dapat segenggam nyata akan inginmu dalam nama ini"... kemudian di akhirinya pertunjukannya "bagaimana jika esok tak begini lagi dan kuperoleh makna lain dari cinta dan setia?"... tepuk tangan riuh menyambut akhir dari pidatonya... si jahat itu turun dan kembali ke hakikatnya yang dinamakannya cinta... entah siapa yang telah memateraikan maklumat itu, meski tak satupun mengerti makna di balik riuh arti kata cinta...&lt;br /&gt;mungkin makna yang diletakkan di atas kenyataan akan bicara lebih banyak di banding sekedar kata tanya dan kata nyata...&lt;br /&gt;pertanyaan "bagaimana jika aku nggak mampu setia memaknai kata cinta?"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-6585752987502341385?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/6585752987502341385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/pertanyaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6585752987502341385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6585752987502341385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/pertanyaan.html' title='pertanyaan'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-8177356388239294715</id><published>2010-05-24T02:02:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T02:21:40.105-07:00</updated><title type='text'>seuntai detik suram</title><content type='html'>ku untai replika melati dari untaian detak jam, sekedar meluruh senja hingga ku dapati wujud-mu...yang kerap datang menyampirkan bayang suram...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun detaknya terlalu cepat, untaiannya terlalu rapuh, senja terlalu cepat dan bayangmu tak kunjung me-nyata...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku bicara pada bandulnya agar dia sedikit menahan lajunya, namun seumpama pinta pada urungnya mentari terbit di pelupuk subuh... dia telah begitu adanya dan tak akan berubah karna hanya akan melawan kodratnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku meminta pada seutas untaiannya agar bertahan lebih lama menahan dan merangkai tumpukan detaknya...namun rapuhnya mengerling tajam hendak berkata jenuh untuk pergi dari tugasnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku memohon pada senja agar melambat dalam kurun detik tibanya...namun dia tunduk pada kodratnya, enggan hendak mengajukan keistimewaan sekadar mengulur waktu hendak memohonkan mohonku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin ku untai replika melati berbentuk hati dari detak jarum jam tepat di antara dinding detak jantung kita...namun detik seolah enggan, untaian seolah rapuh dan senja enggan menahan laju mentari...gelap menyelimuti impi-ku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya gelap yang beritahu aku sedang ada di mana bersama bayang suram yang kerap datang...namun aku kosong, genggamanku kosong, impi-ku hampa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tengah meluruh seuntai detik suram di akhir senja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;at the dusk of May, 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-8177356388239294715?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/8177356388239294715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/seuntai-detik-suram.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8177356388239294715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8177356388239294715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/seuntai-detik-suram.html' title='seuntai detik suram'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-1102801504917258241</id><published>2010-05-19T05:01:00.000-07:00</published><updated>2010-05-19T05:04:05.735-07:00</updated><title type='text'>cuma mau bilang</title><content type='html'>akhirnya aku mengerti; mengapa dua orang saling mencinta nggak bisa nyatu, kenapa ada lagu saling mencinta tapi tak mungkin bersatu, kenapa harus ada sakit akibat patah hati yang dapat ditolerir, kenapa ada puisi dan cerpen karna orang bisa menjadi begitu mellow akibat hanyut dibawa arus perasaan yang sangat menyakitkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya aku mengerti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cuma mau bilang..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-1102801504917258241?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/1102801504917258241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/cuma-mau-bilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1102801504917258241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1102801504917258241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/cuma-mau-bilang.html' title='cuma mau bilang'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4921069013230999520</id><published>2010-05-18T22:48:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T23:54:17.454-07:00</updated><title type='text'>No Pain, No Gain!</title><content type='html'>baiklah saudara2 setanah air, saya kembali hadir bersama dengan tulisan saya yang senantiasa (masih) bertemakan tentang renungan kehidupan. ya buat sementara numpang di situs pribadi ini dulu nunggu ada kereta kuda yang bisa ditumpangi untuk keliling dunia, hahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tugas tersulit kedua dalam hidupku kini telah selesai, membuatku bernafas sangat lega, tertawa ngakak sepuasnya, bercanda dengan sangat bocor dengan siapa saja (cuek aja meski kadang dijulukin excessive alias berlebihan alias lebay alias nggak biasa atau bisa juga jadi luar biasa, hahaha....)...thanks God finally this hardest duty is over. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;say thanks dulu nih, kepada Ibu tercinta yang telah membimbing, marahin, dan mengajari selama pengerjaan thesis yang aduhai menelan energy luar biasa banyak dari emosi jiwa dan ragaku (nih, excessive nya keluar lagi :D)...Dr. Pam. penguji ku yang baik hati Ms. Enid dan yang ganteng Mr. Karsten ^_^ You are all great and such a blessings for me through these hardship ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang pasti Tuhan itu baik banget, baik banget...Dia mengasihani aku dengan kasih karunia dan anugrah Nya yang nggak bisa dimengerti oleh manusia terutama aku. dengan kesadaran penuh akan kekurangan yang telah kulakukan di sana sini, Tuhan memenuhi permintaanku "Tuhan pliz...lulus aja pun udah hebat kali itu"... yap lulus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sidang berjalan dengan baik, pertanyaan2 dijawab meski ada yang salah atau sekedar menjawab bahwa aku nggak tau, yang pasti nggak ada yang terdiamkan sama sekali. kesalahan terbesar (dengan sangat sadar mengakui) terletak pada thesis yang sudah ku kerjakan dengan keringat air dan darah selama beberapa kurun waktu. masih banyak yang salah dan tidak pada tempatnya, dan pada beberapa hal ku akui telah melanggar beberapa kaidah2 yang menjadi hukum utama dalam penulisan tesis. namun demikian, hanya karna anugrah Nya lah aku sadar bisa lulus. aku hanya tidak ingin kembali lagi ke tempat ini kelak buat ngurusin hal terberat yang satu ini (nggak salah kan kalo aku ingin terbang? hehehe....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, ini dia nih hukum "No Pain, No Gain" berlaku telak. total. perfect. sempurna. 100%. dan tidak bisa di tawar lagi. hukumnya berlaku. mengapa kah demikian? mmm....begini kira2...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menurutku, sesuai dengan hasil analisa ku, kesuksesan bukan terletak pada persentasi dan jawaban2 yang kuberikan atas beberapa pertanyaa yang telah diberikan (meski ku akui memberikan kontribusi yang cukup berarti)...namun yang terletak pada kualitas prosedur penelitian dan penulisannya. apakah semua sudah sesuai dengan kaidah yang berlaku, pakah prosedur nya berjalan sesuai dengan hukum penulisan thesis, dan apakah layak dikatakan sebagai sebuah thesis? secara taraf nya untuk mahasiswa s2 bo... ck...ck..ck...nah, ini ejekan untuk diriku sendiri... malu kan gw? hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang telah terjadi adalah, meski aku telah berlelah ria dalam pengerjaannya dengan kerugian sebagai berikut; kehilangan jam tidur yang lumayan banyak terkadang sampai begadang, minus mata bertambah banyak akibat deal dengan laptop senantiasa, uang habis banyak karna mau nggak mau kerjanya makan mulu karena stress ringan dan berat, mmm...apalagi ya? oh ya, rambut rontok karena efek mikir atau kurang gizi nggak tau juga sih... trus beberapa hal lainnya yang sedikit terbengkalai... namun tau nggak apa yang belum ku lakukan? ini dia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harusnya emang nggak usah tidur sampai beberapa malam pun jadi, harusnya mata minusnya nggak segini ringan karna harus baca buku sebanyak kurang lebih 50 dengan ketebalan...(mmmm....)rata2 deh...trus harusnya gendutnya itu gendut banget karena makannya udah nggak bisa dikontrol lagi, atau cungkring banget karena energy nya abis, mustinya duduk seharian baca, mikir, trus baca lagi, trus mikir lagi, trus baca lagi, trus mikir lagi.... yup! aku belum samapai tahap ini... aku belum nangis meraung2 karena udah capek, nggak tidur terus nggak ngerti lagi... gw nangisnya baru menitikkan airmata doang, itupun karena menyadari sepenuhnya betapa bodoh dan terbatasnya aku bisa mikir... aku belum jatuh sakit seperti beberapa teman... cekungan di mata gw blm seberapa (nah, itu aja udah diejekin kayak zombi, gimana coba? ck...ck...ck...) so this is it, "no pain, no gain"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku belum totally pain dalam menyelesaikan, jadi wajarlah jika aku pun musti bersyukur telah gain sebanyak ini. baik kali kan Tuhan itu? yes, Tuhan itu baik sangat. ^__^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah, demikian dulu renungan hari ini... semoga ke depannya jika ada tugas berat menuntut dikerjain, prinsip ini harus direnungkan sematang mungkin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;still thank God for today ^_^ for whatever had heppaned, believe that it's just about Hid kindness and grace in my life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^_^ (mata memandang ke langit biru, tersenyum pada kebaikanNya.mode.on)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4921069013230999520?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4921069013230999520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/no-pain-no-gain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4921069013230999520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4921069013230999520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/no-pain-no-gain.html' title='No Pain, No Gain!'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7351906477884993766</id><published>2010-05-15T23:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-15T23:46:08.479-07:00</updated><title type='text'>kah?</title><content type='html'>aku perlu ruang kosong dalam hatiku, sekedar tempat untuk memikirkan tanya, apakah ini cinta?&lt;br /&gt;tapi aku sesak, di dalam sini pekat, ada rasa menjelaga, aku lumpuh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cinta kah?&lt;br /&gt;aku ingin kah?&lt;br /&gt;aku gila kah?&lt;br /&gt;aku ... kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin ku enyahkan atmosfer ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kehilangan ruang kontrol untuk memonitor segala gerak mesinku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lepas kendali atas pilihan dalam menit2 gentingku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbang di atas samudra semu dan tanganku memegang kuasa yang pada saat tertentu mampu menjatuhkan, menenggelamkan aku ke dasar yang paling dalam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melangkah di atas persepsi kesementaraan dan siap dalam posisi menanti berlalunya badai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mencinta kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inta kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nta kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ta kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, entahlah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7351906477884993766?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7351906477884993766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/kah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7351906477884993766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7351906477884993766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/kah.html' title='kah?'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-2157634199941885587</id><published>2010-05-15T00:57:00.000-07:00</published><updated>2010-05-15T01:04:21.224-07:00</updated><title type='text'>someone ever said this nicely, seems that it will valid again ^_^</title><content type='html'>Queen  of my heart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So here we stand, In our secret place, With a sound of the crowd, So far away.&lt;br /&gt;And you take my hand, And it feels like home, We both understand, It's where we belong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So how do I say? Do I say goodbye?&lt;br /&gt;We both have our dreams, We both wanna fly.&lt;br /&gt;So let's take tonight, To carry us through, The lonely times.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'll always look back, As I walk away, This memory, Will last for eternity.&lt;br /&gt;And all of our tears, Will be lost in the rain, When I've found my way, Back to your arms again.&lt;br /&gt;But until that day, You know you are, The queen of my heart.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So let's take tonight, And never let go, While dancing we'll kiss, Like there's no tomorrow.&lt;br /&gt;As the stars sparkle down, Like a diamond ring, I'll treasure this moment, Till we meet again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But no matter how far, Or where you may be, I just close my eyes, And you're in my dreams.&lt;br /&gt;And there you will be, Until we meet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by.westlife&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-2157634199941885587?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/2157634199941885587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/someone-ever-said-this-nicely-seems.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2157634199941885587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2157634199941885587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/someone-ever-said-this-nicely-seems.html' title='someone ever said this nicely, seems that it will valid again ^_^'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-8321502895185256626</id><published>2010-05-08T09:13:00.000-07:00</published><updated>2010-05-08T09:15:26.820-07:00</updated><title type='text'>'''''''''''echooooo''''''''''''''</title><content type='html'>hari ini;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedih.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesal........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;capek.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merenung.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih kesal.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ilfeel..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hikz...... :(&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G, May 08, 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-8321502895185256626?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/8321502895185256626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/echooooo.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8321502895185256626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8321502895185256626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/echooooo.html' title='&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;echooooo&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;&apos;'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-6181929252799203858</id><published>2010-05-05T22:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T22:38:55.601-07:00</updated><title type='text'>*restless*</title><content type='html'>aku pernah mencoba membuka pintu, melangkahkan kaki, mengepakkan sayap dan terbang jauh...namun tersandung di bukit persepsi yang telah menahun tertanam, bersemi dan bertumbuh membesar dan meninggi mengalahkan undakan gunung...kemudian aku berhenti, menanggalkan sepatu dan sayapku, mengistirahatkan mereka dan menikmati hidup dalam goa pemahamanku...sampai pada saat2 itu, tak ada yang salah dengan hidup dan fenomena nya. semua hanya sebagaimana dia. ada, dipiih dan dijalankan dengan segala konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;taukah kau roda? atau lingkaran? atau bola? semua bulat, jika dimulai gambar dengan garis, kedua ujung akan bertemu satu sama lain. inilah pengandaian yang tepat. satu titik waktu aku terbang dan kemudian tersandung, aku sembunyi dan ketika kekuatan penuh mendesak aku untuk terbang lagi, aku melesat, namun kemudian tersandung lagi di bukit persepsi yang telah menahun membentuk timbunan dan kembali bersembunyi dlam goa pemahamanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian kenal kah kau indikasi2 perjalanan hidup yang mengarah ke depan? sekarang mari bayangkan dengan ketiadaan jalan untuk mundur ke belakang. kini aku ingin memakainya. aku ingin menggambar garis lurus, ku mulai dari garis start dan akan terus mengarah ke dapan tanpa ada celah untuk terlipat ke belakang, entah sampai di mana kelak garis itu, aku hanya ingin menggambarnya terus lurus ke depan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun aku gelisah ditemani resah...tidak semudah yang ku bayangkan untuk memikul stick pena dan menjejakkannya pada kanvas dan kemudian ku bentuk garis... sulit untuk lurus. dan arah depan yang mana yang ku maksud. aku bahkan tidak punya peta dalam benakku apakah kelurusan yang ku maksud ternyata telah mengalami kemiringan sampai 45 derajat? ataukah kelak lagi akan kembali menemukan simpul garis start yang telah ku tinggalkan di belakang? di mana peta itu? tanyaku pada Sang pemilik hidupku. namun kabut kebodohanku kadang terlalu tebal sehingga sulit untuk membaca peta itu dan asumsiku seolah hendak benar bahwa aku mungkin tengah menuju jalan salah atau mungkin sudah tengah tersesat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa ini? tanyaku menuntut pada Nya... mengapa hidup kadang begitu menekan? mengapa kadang terlalu sulit dipahami? apakah aku terlalu gedeg? aku kah dulu yang berjalan paling belakang ketika meminta hikmat tentang kehidupan sehingga aku hanya peroleh sisa2? ku tertawakan diriku yang seolah bodoh. bukankah aku sudah paham bahwa Tuhan telah berikan semua sesuai porsinya? hhhmmmmhhhh.....jadi aku akan terus berusaha mengerti agar gedeg nya berkurang dan aku semakin bisa memahami, bukankah begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya ingin bercerita tentang satu rasa yang menekanku hingga dadaku sulit menemukan gerak untuk memompa udara dan sirkulasi udara bisa berjalan dengan lancar. dia menyedot energiku tuntas sampai ke tulang2ku. aku bisa linglung di telan ketidakmengertianku tentang kedaanku sendiri. aku bisa terbang melayang dan mengawang di lapisan2 rasa yang tak dapat ku identifikasi. aku bisa terpuruk karena rasa sedih dan benci yang berlebihan sehingga ingin rasanya ingin menangis, namun pada saat yang sama sesungguhnya aku tak dapat membenci. aku bisa gelisah dan resah tidak menentu jika aku kembali dalam keadaan yang sangat sulit ku identifikasi keberadaannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya sudahlah...aku hanya bahagia, bahwa di akhir dari keadaan ini aku akan belajar satu hal penting tentang hidup, tentang hubungan antar manusia, tentang manajemen perasaan dan emosi, tentang apapun yang telah membuat aku memeras pikiran untuk tiba pada pemahaman yang ku pikir benar2 membuat aku paham...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akankah garis ini akan melengkung lagi membentuk lingkaran atau lurus ke depan? apapun ini, aku sungguh berharap garis itu akan terus lurus ke depan. aku tidak ingin kembali ke garis start di mana simpul masa lalu menari2 seolah dia menang dan bangga telah membuatku sulit meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;at the break dawn of May 2010, G&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-6181929252799203858?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/6181929252799203858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/restless.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6181929252799203858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6181929252799203858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/restless.html' title='*restless*'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-8255855242812439468</id><published>2010-05-01T03:30:00.000-07:00</published><updated>2010-05-01T03:46:23.380-07:00</updated><title type='text'>cangkang retak</title><content type='html'>aku benci berhadapan dengan cermin, di sana ada siput...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya tidak suka dengan lambatnya, lembeknya, dan lemahnya...dia menyembunyikan rangkuman hakikatnya di balik cangkang... kata alam, di dalam cangkang dia punya dunia yang terpisah dari predator...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku benci berhadapan dengan cermin, di sana ada rumput malu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya tidak suka ketertutupannya dan duri tamengnya...dia menutup diri dengan meredup di setiap helai sentuhan... kata alam, begitu caranya menikmati rapuhnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku benci berhadapan dengan cermin, di sana ada telur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya tidak suka dengan kerapuhannya...meski di dalam cangkang tersimpan misteri kehidupan yang tidak mampu di deteksi alam... namun alam masih sempat berbisik jangan sampai dia retak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku benci berhadapan dengan cermin, benci menatap cangkang-cangkang itu retak lalu pecah, mencabik2 misteri di dalamnya mengulik rapuh yang menyeruak masih hendak menyembunyikan diri...benci menatap putri malu merunduk menutup dunianya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakah maklumat alam agar mereka harus retak dan redup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.......alam diam..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;at the dawn of May 2010, G&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-8255855242812439468?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/8255855242812439468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/cangkang-retak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8255855242812439468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8255855242812439468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/cangkang-retak.html' title='cangkang retak'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-5320918980125006842</id><published>2010-05-01T03:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-01T03:24:41.061-07:00</updated><title type='text'>"I need Thee every hour"</title><content type='html'>Ponder at this... touching ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Annie Hawks wrote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    One day as a young wife and mo­ther of 37 years of age, I was bu­sy with my reg­u­lar house­hold tasks. Sud­den­ly, I be­came so filled with the sense of near­ness to the Mast­er that, won­der­ing how one could live with­out Him, ei­ther in joy or pain, these words, “I Need Thee Ev­e­ry Hour,” were ush­ered in­to my mind, the thought at once tak­ing full pos­sess­ion of me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After writ­ing the lyr­ics, Hawks gave them to her pas­tor, Ro­bert Low­ry, who add­ed the tune and re­frain. The hymn was first pub­lished at the Na­tion­al Bap­tist Sun­day School Con­ven­tion in Cin­cin­na­ti, Ohio, in No­vem­ber 1872. Some years lat­er, af­ter the death of her hus­band, Hawks wrote:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    I did not un­der­stand at first why this hymn had touched the great throb­bing heart of hu­man­i­ty. It was not un­til long af­ter, when the sha­dow fell over my way, the sha­dow of a great loss, that I un­der­stood some­thing of the com­fort­ing pow­er in the words which I had been per­mit­ted to give out to others in my hour of sweet se­ren­i­ty and peace.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I need Thee every hour, most gracious Lord;&lt;br /&gt;No tender voice like Thine can peace afford.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refrain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I need Thee, O I need Thee;&lt;br /&gt;Every hour I need Thee;&lt;br /&gt;O bless me now, my Savior,&lt;br /&gt;I come to Thee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I need Thee every hour, stay Thou nearby;&lt;br /&gt;Temptations lose their power when Thou art nigh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refrain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I need Thee every hour, in joy or pain;&lt;br /&gt;Come quickly and abide, or life is in vain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refrain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I need Thee every hour; teach me Thy will;&lt;br /&gt;And Thy rich promises in me fulfill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refrain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I need Thee every hour, most Holy One;&lt;br /&gt;O make me Thine indeed, Thou blessèd Son.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retrieved from http://www.cyberhymnal.org/htm/i/n/ineedteh.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G, May 1st 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-5320918980125006842?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/5320918980125006842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/i-need-thee-every-hour.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5320918980125006842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5320918980125006842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/05/i-need-thee-every-hour.html' title='&quot;I need Thee every hour&quot;'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-5637175904563931002</id><published>2010-04-27T16:37:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T16:43:54.769-07:00</updated><title type='text'>"bagaimana?" BCL</title><content type='html'>ku Tak Bisa Menebak, ku Tak Bisa Membaca&lt;br /&gt;Tentang Kamu, tentang kamu...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kau Buatku Bertanya, Slalu Dalam Hatiku&lt;br /&gt;Tentang Kamu, Tentang Kamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Banyak Bintang, Seperti Pertanyaanku&lt;br /&gt;Tentang Kamu, Tentang Kamu...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana Bila Akhirnya ku Cinta Kau?&lt;br /&gt;Dari Kekuranganmu Hingga Lebihmu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bagaimana Bila Semua Benar Terjadi?&lt;br /&gt;Mungkin Inilah Yang Terindah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-5637175904563931002?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/5637175904563931002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/bagaimana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5637175904563931002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5637175904563931002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/bagaimana.html' title='&quot;bagaimana?&quot; BCL'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7013755640328853923</id><published>2010-04-26T18:57:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T16:49:35.244-07:00</updated><title type='text'>*************GALAU****************</title><content type='html'>pernahkah ada waktu di mana kau akan dapatkan semua hal yang kau inginkan? 100% komplit. nilainya 10 dari skala 10, 100 dari skala 100, atau 4 dari skala 4? tanpa ada satu pun yang tidak ada di dalamnya, semua lengkap persis seperti apa yang kau inginkan? jika ingat bolu, akan jadi bantat kalo ada satu syarat aja yang nggak dipenuhin. atau yang lebih gampang deh, masak mie instan...kalau bumbu nya nggak lengkap tersedia dalam kemasan jadi rasa apa coba? mmmm...pikir2 gitu kali ya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ini bukan bolu atau mie instan. kalau kejadian seperti dua makanan itu mah, mungkin karena sayang dibuang ya di makan aja toh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi pernahkan kau dapatkan sesuatu persis seperti apa yang kau impikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu aku masih tahun pertama kuliah, ikut ibadah di auditorium kampus bersama 1999 mahasiswa lainnya. begitu menyenangkan mengikuti ibadah itu. hingga setelah beberapa kali ikut ibadah, aku berdoa dalam hati sambil membayangkan bahwa aku lah yang berdiri di depan sana menjadi worship leader, "pliz Tuhan, bolehkah aku berdiri di sana suatu saat kelak?". akhirnya pada suatu kesempatan aku ada di sana, membawakannya persis seperti apa yang ku impikan. tapi nggak 100% juga, nggak se sempurna yang ku bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu akhirnya aku memainkan musik di ibadah fakultas, setelah beberapa kali aku hanya sebatas mengimpikan akan ada di sana. tetap, walau nggak bisa 100% sempurna seperti yang aku inginkan itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika akhirnya aku menyelesaikan skripsiku dengan perjuangan yang ku pikir benar, meski dalam pelaksanaannya menyakitkan dan belum utuh sebersih apa yang ku impikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu akhirnya aku bisa terbang ke suatu tempat asing dan jauh, meninggalkan banyak hal di belakangku yang sekian lama ku pikir telah membelenggu ketidak-mengertianku tentang impian di dalam hidup, pergi dengan satu alasan yang worth "belajar lebih banyak", walau kemudian tidak 100% sempurna, sesempurna yang pernah ada di benakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan hanya pernah, tapi sering...namun semua dicekokin dengan kata 'walau'... walau nggak se sempurna apa yang ku impikan dan ku inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi pernahkan kau berada pada suatu kesempatan di mana kau telah mendapatkan sesutau sesuai dengan apa yang kau impikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu jika kita tau apa yang kita inginkan. bagaimana jika kita sama sekali, bahkan nggak tau apa sesungguhnya yang kita inginkan dalam hidup?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kasusnya sering begini: kita sering tiba pada suatu keadaan yang membuat kita bahagia, namun kita nggak pernah pikirkan sebelumnya apa2 pun tentang keadaan itu. lebih tepatnya, kita nggak kepikiran bakal begitu jadinya, atau dengan kata lain kita nggak usahakan untuk itu, atau dengan kata lain kita hanya bergerak pada satu arah yang kita nggak tau ke mana yang penting aku ada dalam track ini dan mau nggak mau harus ikut geraknya dan ketika terjadi sesutau yang baik dengan itu, mata kita terbelalak dan bilang "wah, menyenangkan"...tanpa berpikir sebelumnya bahwa sesungguhnya kita nggak berharap apa2 tentang kebaikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah itu kalau berakhir bahagia... kalau kegagalan? paling juga kita akan bilang "ya wajarlah, wong nggak terlalu diharapkan kok, atau emang aku nggak tau gimana caranya kok, atau ya udahlah emang begini dulu kali ya? ntar kan nggak lagi, atau ya udahlah yang penting aku udah kerjakan sebisa ku kan nggak ada salahnya?..." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang ku inginkan sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sedang terpuruk dalam ke-apatis-an bahwa aku mungkin masih akan berada pada track yang sudah ku ikuti sekian lama dan masih akan di sana selama tanggung jawab yang ku pikul belum sempurna terjadi sepenuhnya. jadi no need to be concerned about what i want, but what should i do my best...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah yang sungguh2 ku inginkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari duduk2 di tengah lapangan di malam hari. ada langit biru dan bintang2. memandang ke atas membuat kita damai. ada Sosok Agung di atas sana yang setia mengawasi dan menjaga agar hidup tetap sesuai dengan kebaikanNya meski dengan begitu banyak hal kacau yang sering hampir merusak susunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sering bilang "ternyata kenyataan ini berat, mengapa hidup nggak berjalan mulus saja? agar aku tidak terkejut dan bingung... Kau tau kan? kalau aku dalam keadaan bingung aku bisa di samakan dengan orang paling nggak bisa mikir sedunia"... nah dari pernyataan ini aja sudah jelas mengindikasikan bahwa aku sedang bodoh2nya. mengapa nggak mengingat semua kejadian Dia yang sedang berdoa di Getsemani memohon kepada BapaNya agar melalukan cawan pahit itu dari padaNya namun mau nggak mau harus diminum juga... untuk siapa? untuk aku, bagi kemuliaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;toh aku sudah belajar bahwa Tuhan mengajar manusia yang sudah kehilangan kemuliaanNya untuk menjadi manusia kembali serupa seperti Dia adalah melalui pelajaran hidup yang sama sekali tidak mudah dan tidak gampang, not easy... pokoknya semua bahasa deh yang mengandung arti "nggak gampang alias sulit". jadi tinggal terima, berserah dan jalani toh? sembari bersukacita di dalamnya karena diberi anugerah berkat, hikmat dan pengampunan setiap hari dan mengerjakan semua sebaik2nya. sebaik yang bisa kita kita lakukan. seseorang yang luar biasa pernah berkata begini "there's no better but your best". nggak ada yang lebih baik lagi kecuali kita udah lakuin yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang ku ingin kan sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku galau. aku gelisah. aku nggak ngerti apa yang ku inginkan. aku bingung. aku butuh diam. aku perlu melarikan diri dari semua hal yang mungkin ku pikir ku inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya perlu berdiam dan bertanya hatiNya Tuhan.&lt;br /&gt;menyelami dan memahami hati dan pikiranNya. karena hanya dia yang mengerti dan tau sampai mana batas kemampuanku. apa kebutuhanku. bagaimana aku bisa mengerjakan sesuatu untukNya. seberapa besar daya energiku. tempat yang seperti apakah untukku. hanya Dia yang tau sampai batas mana aku bisa ditekan dan masih tetap hidup lebih baik dan baik lagi. siapa pria yang akan hidup bersamaku dan bertumbuh semakin mencintai Dia seumur hidup yang diberikanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya Dia yang tau. aku hanya butuh waktu untuk diam dan mengerti hati dan pikiranNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernahkah ada waktu di mana kau akan dapatkan semua hal yang kau inginkan? 100% komplit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pernah, ketika inginku dan inginNya menyatu...ketika itulah Dia jadikan segala sesuatu indah dan baik. tepat pada waktuNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G, April 27th 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7013755640328853923?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7013755640328853923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/galau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7013755640328853923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7013755640328853923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/galau.html' title='*************GALAU****************'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-8936400923721010639</id><published>2010-04-22T09:38:00.000-07:00</published><updated>2010-04-22T10:19:18.252-07:00</updated><title type='text'>interview ke-2, yesssshhhh.....!!!!</title><content type='html'>kemaren sore dapat sms "kak, siap2 besok interview pukul 16.00 dengan yayasan ________ _______" segera setelah terima sms, thinking...hmmm....yup! this is my 2nd interview.. senang sih, ada hal lain yang harus dikerjakan tiba2, biar hidup nggak ngebosenin, melulu berhadapan dengan layar putih dan memikirkan sang thesis yang mulia (hehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesegera mungkin aku sms kakak, harapannya bisa dapat informasi tentang yayasan ini. at least kan gitu, sebab beliau sudah lama hidup di Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yes, udah dapat info sedikit dibantu dengan informasi hasil searching di internet. ooohhh....gitu... oke lah kalo begitu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so what next?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian aku berpikir2 tentang teman2 yang udah lebih dari 5 kali interview dengan beberapa sekolah dan yayasan yang berbeda2. 1 orang menolak karena di tawarin ke primary atau sekolah dasar, padahal dia orangnya secondary banget atau mungkin susah deal dengan anak kecil. 1 orang lain menolak karena di tawarin ke secondary atau menengah (smp atau sma), dia jelas menolak karena orangnya primary banget. wong kalau lagi ada micro teaching di kelas kelihatan dengan jelas dia tuh ibu guru sekolah dasar banget, nah mungkin sangat susah jika deal dengan anak yang gede2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, so what's mine? aku merenung2 tentang apa yang mungkin akan ku hadapi besok. apakah akan ditawarin jadi guru matematika? whattt!!!??? nggak lah, andai aku bisa matematika mungkin jalan hidupku nggak akan begini. atau ditawarin ngajar anak STM? hehehe...mungkin mau aja kali ya? sedikit mengulang kehidupan dengan anak2 bandel namun ngangenin itu. atau mungkin akan ditawarin jadi guru primary, padahal jelas2 aku sudah pernah jadi guru di secondary, kuliah di sini juga jurusan secondary dan praktikum juga hanya sekali doang praktek di kelas 6 sd. so how come?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi satu bayangan melesat di pikiranku, dengan cepat. bayangan apakah itu saudara2? bahwa aku akan berada di antara anak2, mengajar mereka, menyayangi mereka, bercanda dan tertawa dengan mereka. sebongkah bahagia menyelesap masuk ke dalam relung hatiku. bahwa betapa bahagianya ketika aku punya anak2 satu kelas untuk diperhatikan dan ditanggung-jawabi. deal with little kids everyday? why not? dan perlahan bibir manisku (sedikit narsis boleh dong hehehe....) melengkung membentuk senuyuman. yup! jika ditawarin ke primary, aku tau apa yang akan ku jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berdoa "God, if this is my destiny, just walk with me, let me know each words that i need to say through my heart..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan hari ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku samperin beberapa teman yang dapat giliran sama denganku, interview hari ini, mereka sedang cerita2 dan mengisi formuir data. aku bertanya sedikit clue yang mungkin menolong aku berpikir untuk menghadapi pihak yayasan itu. mereka bilang "ehm...ternyata mereka butuh guru2 untuk primary non..." &lt;br /&gt; trus aku jawab "wah, enak sih. cuma aku benar2 nggak bisa science and math, padahal untuk primary teacher kan at least bisa dasarnya..." &lt;br /&gt;trus yang lain jawab " iye ndang, apalagi itu untuk guru kelas..."  &lt;br /&gt;aku nyeletuk "pdahal enak banget tuh ngebayangin aku punya anak2 sekelas, my own students...wah bahagianya..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;giliranku jauh lebih cepat, at 12 a.m.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah beberapa tanya jawab si ibu bilang "well, sebenarnya kami sudah berikan pada pihak PH guru bidang apa saja yang kami butuhkan...tapi baiklah jika ternyata anda belum diberitahu...bahwa kami sangat membutuhkan guru2 primary untuk sekolah nasional plus di __________. dan jika pun anda bukan jurusan ini, akan kami lihat apakah ada lowongan untuk jurusan yang anda tuju. tapi inilah, kami sangat membutuhkan guru2 untuk ini"&lt;br /&gt;aku jawab sesuai dengan yang aku cetuskan di hadapan teman2 tadi bahwa senangnya andai aku bisa mengajar anak2 kecil. namun terhalang pada ketidakmampuanku dalam bidang science dan math.&lt;br /&gt;"nasional plus tidak demikian. khusus untuk kelas2 yang besar, setiap guru bergelut dengan bidangnya. bukan seperti yang anda kemukakan..., well bisa kah anda ceritakan visi anda?"&lt;br /&gt;"saya hanya sangat bahagia membayangkan bahwa sebentar lagi saya akan punya anak2 saya sendiri, berbagi hidup dengan mereka, menceritakan tentang Tuhan dan kasihNya kepada mereka...." kemudian aku ceritakan penglaman ketika praktikum ke 3, ketika aku minta ke mentor agar aku diijinkan membawa morning devotion setiap paginya. simply hanya karena aku sangat sayang pada anak2 itu, sangat sayang pada mereka dan ingin punya waktu lebih banyak untuk bersama2 dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well...selesailah interview hari ini, masih dengan senang membayangkan anak2 itu, aku masih berpikir apakah aku salah atau benar hari ini? apa2an ini. bah...selama ini aku kan belajar untuk mengajar dan deal dengan anak2 yang gede, kok malah mengimpikan anak2 kecil coba? apa2an ini? hahahaa....lucu juga sih... then I pray to God "if this is my destniy with the little kids, I gladly run the duty and share love with them ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"paling lama minggu depan kami akan melnghubungi anda untuk micro teaching..., apakah ada pertanyaan?"&lt;br /&gt;"iya bu, apakah lesson yang akan diajarkan akan diberitahu, atau...?"&lt;br /&gt;"ya tentu saja, kami akan berikan bahannya dan menjelaskan prosedurnya..."&lt;br /&gt;"apakah saya akan mengajar langsung di hadapan siswa atau du hadapan hrd?"&lt;br /&gt;"anda akan mengajar di depan para siswa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;^_^&lt;br /&gt;G, April 22nd, 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-8936400923721010639?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/8936400923721010639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/interview-ke-2-yesssshhhh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8936400923721010639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8936400923721010639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/interview-ke-2-yesssshhhh.html' title='interview ke-2, yesssshhhh.....!!!!'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7139214826828835671</id><published>2010-04-21T06:08:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T06:34:27.960-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>dalam rangka melarikan diri dari kebosanan dan nggak tau mau ngapain, padahal jelas-jelas ada hal yang harus dikerjakan dan diselesaikan persis di depan mata.... tapi jenuh dan membuat kepala jadi panasssshhhhh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin merenungkan tentang sifat kekanakan yang kadang kental melekat dalam diriku, yang sampai saat ini masih sering menuntut ketabahan ekstra dari diriku untuk mencegah kemunculannya, unless...aku akan merugi karena dirubungi oleh rasa sakit dan sesal yang berlapis2 di atmosfer hatiku dan membuatku jadi sesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perfeksionis???&lt;br /&gt;mungkin karena satu kata ini yang membuatku sering seolah2 tidak menginginkan apa2. daripada tidak  mendapatkan apa yang kuinginkan, lebih baik nggak usah atau nunggu dulu atau apalah... walau ku akui diriku pun sangat jauh dari sempurna... wuihh...kalau bisa bilang; udah nggak ada cantiknya, nggak baik, nggak pinter, idup lagi....mmm...nggak pernah masuk tv lagi, pokoknya kacau lah... tapi itulah, selalu seolah2 di dunia ini selalu saja ada yang kurang. suruh ngaca aja kali ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi nggak juga... perfeksionis? not at all... aku tuh paling bisa nerima orang apa adanya, paling bisa maklumin kenapa ada orang yang begini dan begitu. paling bisa telusuri dan menemukan sebuah alasan kenapa seseorang melakukan sesuatu. dan paling bisa merefleksikan pada diri sendiri (bahasa inggris nya; mardoppon roha). pokoknya paling bisa mengerti dan memilih diam. hhmmm....salah juga sih...baiknya kan ngomong... tapi itulah, aku juga nggak ngerti kenapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi alasan yang paling tepat mungkin sifat kekanakan tadi, yang belum bisa menampung begitu banyak hal yang tidak dimengerti dalam wadah pengertianku yang masih sempit. sehingga seringkali memutuskan sesuatu dengan mudah tanpa pikir panjang. sehingga akhirnya menimbulkan perenungan dan menghasilkan penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sudah ada puluhan kasus demikian. tapi seolah2 setiap kali kesempatan datang, dia menjadi latah dan dengan gampang bisa terjadi lagi. merenung kembali dan menyesal lagi. begitu setiap kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bertanya2 dalam hati; kapan aku bisa dengan tenang dan diam merenungkan segala sesuatu nya tepat pada waktunya dan memutuskan tepat pada waktunya dan tidak menimbulkan penyesalan dan semua ada dalam keadaan baik2 saja, dan ini dan itu...bla...bla...bla...bla...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semoga kali ini aku lebih bisa melakukannya dengan benar, dengan baik, dengan penuh perenungan, dengan....pokoknya segala macam kebaikan yang bisa diproduksi oleh hati nuraniku. perlahan keluar dari cangkang kekanakan tadi, menjadi lebih bijaksana dan dewasa. ateh Endang? wokehlah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G, April 21, 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7139214826828835671?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7139214826828835671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/dalam-rangka-melarikan-dari-kebosanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7139214826828835671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7139214826828835671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/dalam-rangka-melarikan-dari-kebosanan.html' title=''/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-6561126969039247370</id><published>2010-04-18T22:04:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T22:05:58.341-07:00</updated><title type='text'>"Be Thou Near to Me"</title><content type='html'>Oh Lord I come with heart here open,&lt;br /&gt;For in my hour of darkness I may be.&lt;br /&gt;Seeking the joy of love unspoken&lt;br /&gt;Oh Lord be Thou near to me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the holy voices sing “Hallelu!”&lt;br /&gt;Ever will Thy reign be.&lt;br /&gt;As I wander through this life,&lt;br /&gt;Oh Lord, be Thou near to me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Though In this burden of my making&lt;br /&gt;Yet in the shadows still a light I see&lt;br /&gt;Maker whose love is not forsaking&lt;br /&gt;Oh Lord be Thou near to me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the holy voices sing “Hallelu!”&lt;br /&gt;Ever will Thy reign be.&lt;br /&gt;As I wander through this life,&lt;br /&gt;Oh Lord, be Thou near to me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the holy voices “Hallelu!”&lt;br /&gt;Ever will Thy reign be.&lt;br /&gt;As I wander through this life,&lt;br /&gt;Oh Lord, be Thou near to me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Lord&lt;br /&gt;Be Thou near&lt;br /&gt;To me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.onlylyrics.com/hits.php?grid=11&amp;id=1006813&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-6561126969039247370?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/6561126969039247370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/be-thou-near-to-me.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6561126969039247370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6561126969039247370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/be-thou-near-to-me.html' title='&quot;Be Thou Near to Me&quot;'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-2663697648062555983</id><published>2010-04-16T00:11:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T01:45:18.307-07:00</updated><title type='text'>===========getting older============</title><content type='html'>udah 27.&lt;br /&gt;27?...hmmmm...udah tua ya? tapi kok rasanya hidup masih dikit aja yang dijalanin? kayaknya belum ngelakuin ini dan itu. masih ingin mengerjakan ini dan itu. masih ingin mencapai ini dan itu. masih ingin terbang tinggi dan jauh, ke mana ajah (musti dapat pacar kaya raya kali ya?, hehehe...mimpi kali yeee....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;getting older...semakin tua.. jadi ingat salah satu ucapan selamat ultah "b'day doesn't mean that you have more candles on the cake, but how mature you are before God" ... pikir2 nyelekit juga nih. jadi agak sensi, ini mau kasih ucapan atau mau nyindir gw sih? hahaha... tapi well, aku yakin itu murni karena KASIH sehingga memberikan aku peringatan yang sedemikian rupa. karena memang benar, pada kenyataannya bisa semakin tua, bukan berarti semakin dewasa dan bijaksana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dewasa dan bijaksana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dewasa... &lt;br /&gt;aku pernah dapat pengertian dewasa dari seseorang, dan ku pikir ada benar nya juga sih "ketika kau mengatakan yang tepat, kepada orang yang tepat pada kesempatan yang tepat dan pada tempat yang tepat" itulah dewasa. jadi ada hubungannya dengan kemampuan untuk menyadari situasi dan kondisi, mengenali dengan siapa berhadapan, dan menguasai topik yang sedang dibicarakan. tapi pikir-pikir lagi, ada efek lain dari sikap yang begini. mungkin bisa saja kita berada dalam keadaan yang tepat seperti yang di atas, namun menghilangkan karakter kita yang sebenarnya, dengan kata lain...kita bisa menjadi bukan diri kita sendiri di hadapan orang lain. jadi mirip seperti istilah dalam ekonomi, kita bersikap tertentu dengan orang tertentu. seolah-olah memenuhi kebutuhan pasar. konsumen butuh yang ini, kita berikan yang ini, dsb. hmmm...makanya butuh hikmat dalam hal ini. memang pasti benar bahwa kita memang harus bisa menjaga sikap dan menyesuaikan dengan orang yang sedang kita hadapi bicara, tapi juga salah jika kita harus berpura2 agar dapat diterima, ya toh? dalam hal ini dibutuhkan pembelajaran seumur hidup, yang sertifikatnya akan diterima di pintu surga, yaitu "pelajaran karakter". sks nya baru akan habis ketika menghembuskan nafas terakhir. tentang ipk? hehehe...hanya Tuhan yang tahu. sebab hanya Dia yang tahu hati kita. Dia yang tahu sampai sejauh mana kita sudah berjuang menjadi serupa seperti Dia. hanya Dia yang tahu apakah kita hidup sesuai dengan kehendakNya atau tidak. nah...inilah yang namanya dewasa. ketika kita mengenal diri kita dalam Tuhan dan diri orang lain, sehingga kita bisa mengeluarkan kata2 yang memberkati dan bersikap dengan sikap yang terpancar dari integritas sebagai anak-anak Tuhan. (integritas: you think, you speak, you do. red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bijaksana...&lt;br /&gt;aku nggak begitu ngerti satu kata ini. namun aku nge-fans berat sama orang yang paling memiliki hikmat bijaksana yang dari Tuhan yang akan dikenang sepanjang abad; Salomo. Ecclesiastes is my favorite book in the Holy Bible. dari sana aku belajar apa sesungguhnya hikmat dan bijaksana walau ku akui masih dalam pengertian yang sangat cetek alias dangkal. aku belajar beberapa hal dari sekian banyak hal yang bisa diambil sebagai pembelajaran dalam sekoalh seumur hidup; bahwa hidup sedemikian fananya sehingga tak ada hal yang perlu terlalu di genggam di dunia ini yang menyebabkan manusia akhirnya berpikir picik, bahwa manusia yang sesungguhnya adalah ciptaan tertinggi Sang Pencipta bukanlah apa-apa sebab manusia hanya akan berharga jika kepenuhan Tuhan ada di dalam dia, bahwa semua usaha dan kerja keras manusia adalah kesia2an belaka jika akhirnya manusia lupa untuk apa dan untuk siapa dia melakukannya, harta...sekarang berlimpah tapi siapa tahu besok itu masih ada atau tidak? satu lagi, aku suka membaca syair mulai dari Pengkotbah 3 ayat 1, bahwa untuk segala sesuatu ada masa nya, sehingga hal yang perlu kita lakukan adalah di ayat 22 "So I saw that there is nothing better for a man than to enjoy his work, because that is his lot. For who can bring him to see what will happen after him?" jadi menikmati dan mensyukuri apa yang diberikan Tuhan pada kita adalah hal yang terbaik yang dapat kita lakukan, dengan catatan mengerjakannya dengan sebaik2nya!&lt;br /&gt;intinya: bahwa keberhargaan manusia hanya terdapat dalam kepenuhan dedikasinya kepada Sang Penciptanya. hanya itu. nah, apa hubungannya dengan bijaksana? sekedar membantu aku ambil pengertian bijaksana dari kbbi: kebijaksanaan adalah selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya), arif; tajam pikiran, pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dsb) apabila menghadapi kesulitan, kepandaian menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya), kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan. bagaimana caranya? hanya dengan mengikuti pelajaran di sekolahseumur hidup. buku pegangan utamanya adalah Alkitab dan berhubungan secara aktif dengan Sang Guru setiap hari, setiap jam, setiap menit, setiap detik, setiap desah nafas... (ingat konsep pohon anggur dan rantingnya, Dia di dalam aku dan aku di dalam Dia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah...ternyata berat sangat ateh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi setelah di hubung-hubungkan... 27 = dewasa + bijaksana... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum lagi expectasi2 yang lain yang dituntut dipenuhi. karir, kemandirian finansial, teman hidup, dan impian2 orang2 yang terkasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itung dulu nih satu-satu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karir... &lt;br /&gt;ehm...masih mahasiswa. masih duduk di bangku kuliah, masih berhadapan dengan buku2 tebal minta dipelototin sampai minus mata bertambah, masih terikat dengan peraturan-peraturan akademis, masih ketemu dengan sesama mahasiswa (hehehe...ya ya lah), masih suka begadang, kadang kalo nemu waktu luang suka tidur melulu, masih jalan-jalan di kampus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemandirian finansial...&lt;br /&gt;whattt??? ehm...udah punya gaji tetap sih, dari orangtua (hehehe...maila nai ateh?) masih sms mama tiap bulan kalo mama lupa transfer, atau terlalu sibuk. masih punya utang sama mama, mau beli sesuatu yang penting... malu minta, bilangnya ngutang, hahaha... masih nyimpen struk belanjaan buat laporan pertanggungjaaban, hehehe... masih mikir buat beli apa aja yang mungkin diinginkan... masih mimpi buat banyak hal (buat punya gaji sendiri, buat nabung, buat ngajakin keluarga jalan, buat beli motor, buat beli mobil...hahaha....nipi i puangan :D )pokoknya masih pailahon kalau jalan bareng teman seumuran yang udah berdiri di atas kaki sendiri... itulah pokoknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman hidup...&lt;br /&gt;nyanyi ah... "di dia rokkaphi?" hahaha...&lt;br /&gt;di sini mentoknya, aku benar2 menyadari dan tau bahwa aku masih sangat belum dewasa. aku pusing mikirin, kalo nikah ntar emang mau ngapain? emang enak ya berkeluarga? bukannya lebih enak sendiri? mau ke mana kaki di bawa, bebas sebebas2-nya nggak ada yang jadi hambatan. mau melakukan apapun masih enak. pokoknya mau terbang tinggi dan jauh masih bisa. pokoknya aku belum bisa membayangkan indahnya memasuki gerbang pernikahan. menjadi istri, dipimpin sama suami, yang ada di benakku adalah bakal diwarnai dengan segala jenis perang yang pernah ada di muka bumi. yang paling dijamin nggak ada mungkin hanya perang nuklir simply just because harganya akan mahal banget, mending dialokasikan buat beli mobil baru kan? hehehe... tapi kalo perang lainnya, perang dingin, perang saudara, perang dunia, dan perang2lainnya akan ladi latar belakang film di keluargaku nanti. apa enaknya coba? terus jadi mama? pengen teriak jadinya nih....omaaaaaaaaaaaaaakkkkkk, ato mamiiiiiiiiiiii...aku bakal jadi mama? punya anak? tunggu dulu ya...ntar aja kalo udah cukup umur, hihihi... serem juga membayangkannya. walau aku sangat senang melihat anak2 dan sekali2 timbul naluri ke-ibu-annya sambil berbisik pada Yang Kuasa "Tuhan, pengen punya sendiri..." tapi belum waktunya kali ya? masih jauh deh. bahasa inggrisnya "dao dope kapal i". sekarang? pengen punya pacar yang penuh kasih sayang, baik hati, mencintai Tuhan, dewasa, pintar, kaya raya (hehehe...nggak lah, tapi love needs money kan? meski your money can't buy my love ==== lagu cinta luara.red===)dan...., ...., ...., ...., ...., ..., ...., ...., ...., ...., ...., ...., ...., ...., ...., ...., ...., ...., (by God's grace: cakep, :D ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;impian2 orang terkasih....&lt;br /&gt;Papa "jadi orang benar ya nang. tegakkan yang benar di mana pun kau nanti kerja" (oke boz... ^_^)&lt;br /&gt;Mama "mama baru pensiun kalau kalian semua sudah menikah, mama akan sangat bahagia jika kalian semua sudha diberangkatkan, menikahlah cepat biar senang mama. jadilah kau sama si ________ itu..." (baiklah ma, tapi mau sama siapa kita serahkan pada Tuhan ateh?)&lt;br /&gt;kakak1 "kau lihat2 lah nanti ponakan mu ini ateh, sapa tau bisa kau bantu sekolahnya" (rebez...)&lt;br /&gt;kakak2 "kau lihat2 lah nanti ponakan mu ini ateh, sapa tau bisa kau bantu sekolahnya" (rebez...)&lt;br /&gt;kaka3 "duluan lah kau menikah de, kalo udah dapat ateh?" (hahahaha...ya jelas nggak lah, 1st come 1st ateh? lagian lama2 ajalah kak, biar lama juga desakan itu datang padaku, hahaha===cukup curang ya?====)&lt;br /&gt;adik "tetaplah jadi panutan bagiku kak" (artinya kan kalau aku bisa dapat 100 dia juga bisa kan? wokeh lah kalo begitu)....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikianlah dulu ateh...&lt;br /&gt;ini tulisan terlahir dalam rangka pelarian dari kepusingan yang keliling entah udah berapa kali keliling... menulis sepertinya lebih gampang daripada mikir ya... (??? nulis bukannya pake mikir juga ya?) entahlah, kalo udah nulis begini mah, aku bukan kayak mikir rasanya. the words just run out of my mind, sometimes they seem exhorted, hahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 = dewasa + bijaksana... ????????? (let's see the process in sekolah seumur hidup :P)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ini pun ada, hanya satu titik kecil hasil pembelajaran dalam hidup. seiring dengan pembelajaran di sekolah seumur hidup tadi, ada kemungkinan akan terjadi perubahan2 menuju yang lebih baik tentunya mengejar kehendakNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C, April 16th 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-2663697648062555983?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/2663697648062555983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/getting-older.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2663697648062555983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2663697648062555983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/getting-older.html' title='===========getting older============'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-2275481725363538071</id><published>2010-04-12T03:07:00.000-07:00</published><updated>2010-04-12T03:09:23.827-07:00</updated><title type='text'>el yu en ji yu en</title><content type='html'>kau t'lah pergi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kei ei yu ti' el ei eijh pi i ar ji ai ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-2275481725363538071?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/2275481725363538071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/el-yu-en-ji-yu-en.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2275481725363538071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2275481725363538071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/el-yu-en-ji-yu-en.html' title='el yu en ji yu en'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-5476536576343036737</id><published>2010-04-11T03:35:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T03:40:53.533-07:00</updated><title type='text'>‘Baiknya’</title><content type='html'>November 06th 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiknya aku berhenti melangkah di atas awan pekat yang diiringi petir menggelegar menyambar jiwaku...Menusuk hatiku...Membakar pikirku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiknya aku memahami setiap detil hidup dan memaknai setiap detil artinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagai berjejak di awan putih dipayungi langit biru bercahaya lembut...baiknya aku berpijak disana, meliukkan tubuhku seiring jalannya, meningkahi tiupan angin yang sepoi dipayungi langit biru dengan semburat lembut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiknya aku tersenyum dalam detiap moment ketika kakiku tak mampu berpijak dan mungkin jatuh...bahwa itulah yang ku mampu...Karna tak selamanya kaki ku tak rapuh, tak selamanya tubuhku lentur mengikuti setiap liukan tiupan angin berpayung langit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiknya aku bisa bilang bahwa tidak ada yang salah dengan dunia dan alam ciptaanNya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiknya aku memang musti paham, musti bisa bilang, musti bisa menerima musti bisa melangkah dalam penegrtian itu; langit tak kan selamanya bersinarkan cahaya dengan semburat lembut, awan takkan selamanya tak pekat &amp; tak diiringi sengit halilintar, awan tak selamanya putih bersih dan bergerak dalam liukan angin yang sepoi, alam tak selamanya seperti apa yang kupikir dan kuinginkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiknya aku paham, masalah ini adalah aku, pikirku, hatiku, rasaku, jiwaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiknya aku paham, sudut pandang yang kupakai adalah jendela persepsi terhadap apa dan bagaimana alam terhadapku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiknya aku paham, satu hal yang perlu kuselidiki adalah aku, pikirku, hatiku, rasaku, jiwaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiknya aku paham, bahwa apapun aku, aku perlu kembali ke rencana awal Sang Pencipta ketika menjadikan aku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-5476536576343036737?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/5476536576343036737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/baiknya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5476536576343036737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5476536576343036737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/baiknya.html' title='‘Baiknya’'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-2147689518605142172</id><published>2010-04-11T03:30:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T03:34:32.595-07:00</updated><title type='text'>Tentang "mu"</title><content type='html'>November 3rd 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingin berpikir tentang seseorang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau…Siapa, Dimana, Dalam kurun Waktu yang mana...Hanya Tuhan yang tau…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingin mengangankan mu...&lt;br /&gt;Masih ingin impikanmu&lt;br /&gt;Masih ingin khayalkan waktu yang kan kita jalani bersama&lt;br /&gt;Masih ingin berpikir tentang dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum pada bayangan bingkai yang kubangun dalam impianku&lt;br /&gt;Aku tidak ingin bertanya ‘siapa?’ kini, ‘Dimana?’, ‘Kapan?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lelah mengembara dalam paham ku yang rapuh&lt;br /&gt;Aku telah puas tersesat dalam inginku yang membuncah di telaga pekat ketidak-mengertian-ku&lt;br /&gt;Aku sudah ingin mengakhiri pengertian2 bodoh ku yang menyeret ku jauh dari jalan yang seharusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku tidak dapat berhenti ingin memikirkan dirimu, siapa, diamana dan dalam kurun waktu yang mana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum  pada bayangan bingkai yang kubangun dalam impianku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana ada tangan Tuhan yang sedang mengukir, di sisi dalam halaman bingkai yang kelak akan terpampang kokoh sepanjang umur yang diberikan Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tampak masih hanya gurat bayangku disamping mu, yang entah siapa, dimana dan dalam kurun waktu yang mana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum pada bingkai itu ... &lt;br /&gt;Pada tangan Tuhan yang sedang terus mengukir biasnya ...  &lt;br /&gt;Pada tatapan matanya yang bersinar, memancarkan kebahagiaan seorang Bapa yang akan memberi hadiah terbaik bagi anakNya ...&lt;br /&gt;Pada senyum anggunNya yang menyimpan sejuta misteri yang tak seorang pun dapat menebaknya ...&lt;br /&gt;Pada frame indah yang tak akan pernah sama dengan milik siapa pun, karna setiap frame diciptaNya berbeda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum pada bingkai itu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mu, yang entah siapa, dimana, dan dalam kurun waktu yang mana ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak dapat  berhenti berpikir tentang "mu" ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-2147689518605142172?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/2147689518605142172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/tentang-mu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2147689518605142172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2147689518605142172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/tentang-mu.html' title='Tentang &quot;mu&quot;'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-1106294338794220268</id><published>2010-04-11T03:17:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T03:20:43.085-07:00</updated><title type='text'>(mencoba ) Berhenti ...</title><content type='html'>Medan, June 10th 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengertikah kau…?&lt;br /&gt; Kini aku berhenti.&lt;br /&gt; Aku berhenti tanpa sirat sesal dalam dadaku&lt;br /&gt;  Tanpa sakit yang mungkin menggores ujung hatiku&lt;br /&gt;  Tanpa senyum yang menandai aku ikhlas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Aku berhenti dalam perhentian yang tak ku mengerti…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melody yang harusnya berdenting wajar dalam orchestra hatiku, lenyap...Nada-nada itu berhenti menari...Pelataran tempat itu dingin membeku&lt;br /&gt; (Membekukan setiap kaki yang mencoba berpijak)&lt;br /&gt;Semua berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa aku…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ku ibaratkan diriku bunga, aku enggan&lt;br /&gt; Aku bukan bunga mu&lt;br /&gt;Jika ku ibaratkan diriku putri, aku eneg&lt;br /&gt; Aku bukan putri mu&lt;br /&gt;Jika ku ibaratkan diriku bintang, aku muak&lt;br /&gt; Aku bukan bintang mu&lt;br /&gt;Jika ku ibaratkan diriku matahari, aku gerah&lt;br /&gt; Aku bukan matahari mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanyalah aku&lt;br /&gt; Yang pernah merajakan engkau dalam singgasana hatiku&lt;br /&gt; Dalam waktu yang sama, ingin ku bunuh kau dengan busur panah telak di dadamu&lt;br /&gt; Yang pernah engkau tuntut karena aku berlaku sekehendakku&lt;br /&gt; Dan aku yang pernah puas berhasil membunuh mu dalam hatiku&lt;br /&gt;  (Karna kau tak pernah ada dalam impiku, tak pernah ku ingini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi waktu berkata lain…&lt;br /&gt; Dikatakannya ada maaf dalam hatiku&lt;br /&gt; Bahwa benci kepadamu tak ada gunanya&lt;br /&gt; Bahwa ternyata sulit untuk berkata ‘kau tak ada dalam hatiku’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Telah ku bunuh kau, namun hidup lebih kuat lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berkata kepadaku,&lt;br /&gt; Engkau layak ku genggam dalam tiap bisik harapku&lt;br /&gt; Karena cinta tidak layak dibenci dan dibuang begitu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kisah ini berhenti.&lt;br /&gt;Entahlah, dia berhenti begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku lepas kau dari genggamanku&lt;br /&gt;Ku lepas kau dari janji bisikku&lt;br /&gt;Ku lepas kau dari hatiku&lt;br /&gt;Engkau ku lepaskan… titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergilah jauh…&lt;br /&gt;Sungguh…&lt;br /&gt;Kini aku berhenti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-1106294338794220268?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/1106294338794220268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/mencoba-berhenti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1106294338794220268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1106294338794220268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/mencoba-berhenti.html' title='(mencoba ) Berhenti ...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-8564587957509348059</id><published>2010-04-04T07:10:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T07:16:42.231-07:00</updated><title type='text'>"Your Grace Is Enough" Chris Tomlin</title><content type='html'>Great is Your faithfulness oh God&lt;br /&gt;You wrestle with the sinner's heart&lt;br /&gt;You lead us by still waters in to mercy&lt;br /&gt;And nothing can keep us apart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So remember Your people&lt;br /&gt;Remember Your children&lt;br /&gt;Remember Your promise&lt;br /&gt;Oh God&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your grace is enough&lt;br /&gt;Your grace is enough&lt;br /&gt;Your grace is enough for me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Great is Your love and justice God&lt;br /&gt;You use the weak to lead the strong&lt;br /&gt;You lead us in the song of Your salvation&lt;br /&gt;And all Your people sing along&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So remember Your people&lt;br /&gt;Remember Your children&lt;br /&gt;Remember Your promise&lt;br /&gt;Oh God&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your grace is enough&lt;br /&gt;Your grace is enough&lt;br /&gt;Your grace is enough for me [x2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So remember Your people&lt;br /&gt;Remember Your children&lt;br /&gt;Remember Your promise&lt;br /&gt;Oh God&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your grace is enough&lt;br /&gt;Your grace is enough&lt;br /&gt;Your grace is enough for me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your grace is enough&lt;br /&gt;Heaven reaching down to us&lt;br /&gt;Your grace is enough for me&lt;br /&gt;God I see your grace is enough&lt;br /&gt;I'm covered in your love&lt;br /&gt;Your grace is enough for me&lt;br /&gt;For me&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.sing365.com/music/lyric.nsf/Your-Grace-Is-Enough-lyrics-Chris-Tomlin/DF6708F6F366632248256FB900129907&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-8564587957509348059?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/8564587957509348059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/your-grace-is-enough-chris-tomlin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8564587957509348059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8564587957509348059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/your-grace-is-enough-chris-tomlin.html' title='&quot;Your Grace Is Enough&quot; Chris Tomlin'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-948842223757650130</id><published>2010-04-04T06:27:00.000-07:00</published><updated>2010-04-04T06:35:18.739-07:00</updated><title type='text'>J'lex</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/S7iVOxxtqGI/AAAAAAAAACw/Vy-ymHFS1eo/s1600/Image033.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/S7iVOxxtqGI/AAAAAAAAACw/Vy-ymHFS1eo/s320/Image033.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456275029671913570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu kata ini... mengapa...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;J&lt;br /&gt;     E&lt;br /&gt;          L&lt;br /&gt;               E&lt;br /&gt;                    K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                             J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        E&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                  L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           E&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     J     E     L     E     K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                  J&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                  E&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                  L&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                  E&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                  K&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JELEK ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sering menggelitik hatiku ... ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-948842223757650130?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/948842223757650130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/jlex.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/948842223757650130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/948842223757650130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/04/jlex.html' title='J&apos;lex'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/S7iVOxxtqGI/AAAAAAAAACw/Vy-ymHFS1eo/s72-c/Image033.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4629937644348882394</id><published>2010-03-30T19:25:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T19:39:52.526-07:00</updated><title type='text'>Dialog Hati dan Alam (part1, sumbulkaro 2005)</title><content type='html'>Malam telah larut menggantikan sore. Masih seperti kemarin-kemarin. Begitu setiap hari. Pagi, Siang, Sore, kemudian malam. Seperti roda terus berputar tidak berhenti dan semua sedemikian teraturnya. Sehari 24 jam. Suatu kejaiban yang dijadikan oleh Sang Pencipta namun jarang direnung-renungkan oleh manusia. Kok bisa ya? Manusia tetap seperti adanya manusia. Menjalani kehidupan. Lagipula untuk apa dipikirkan? Toh, semua tidak akan terjangkau oleh pikiran manusia yang terbatas. Manusia hanya bisa bersyukur atas semua anugrah Ilahi. Tapi namanya juga manusia…seperti aku pada malam ini, mengeluh hanya karena listrik padam. Dengan hanya ditemani oleh 3 batang lilin kecil, berusaha menuangkan segala isi pikiran. Aku langsung berpikir, apakah karena bulan Ramadhan dan lebaran telah usai? Hari ini tepat H plus 3, demikian sebutan di berita-berita TV dan media massa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat pada awal bulan Ramadan PLN berjanji akan terus siaga, jangan sampai kejadian listrik padam. Lumayan juga, semua orang kecipratan untungnya, selama sebulan penuh tidak ada gangguan listrik padam. Tapi malam ini terjadi lagi dan kupikir tidak ada gunanya menyalahkan. Toh tidak akan ada yang mendengar, di malam yang gelap gulita begini, hanya lolongan anjing yang terdengar dan suara samar-samar orang-orang di kedai pinggir kampung yang sedang ngobrol ngalor ngidul sambil sesekali menyanyikan lagu-lagu lawas. Dan apapun yang terjadi, malam akan semakin larut dan besok akan datang tanpa bisa manusia berbuat apa-apa kecuali menyeimbangi jalannya hari, kalau tidak, tergilas. Itulah hidup, namun belum sepenuhnya gambaran tentang kehidupan. Tidak sesederhana itu. Jika hendak dikupas setiap aspek yang ada dalamhidup, tidak akan selesai sampai listrik hidup lagi esok hari atau sampai kehidupan bagi seseorang itu mungkin berhenti, cerita tentang kehidupan tidak akan pernah berhenti. Rumit. Namun ini juga lah sisi kehebatan manusia. Dapat menjalani kehidupan itu betapa pun rumitnya, walau tak seorang pun dapat menggambarkan seluruh aspeknya. Lagi-lagi kagum akan Sang Pencipta, yang menciptakan manusia dengan segala kemampuannya. Luar biasa bukan? Bicara tentang hidup, adalah gambaran kisah yang kulukis dengan Alam dalam dialog…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, pada satu moment kejadian, Alam bertanya padaku,&lt;br /&gt; “Ti, seperti apa masa kecilmu?”&lt;br /&gt;Dengan senyuman yang nggak perlu, kujawab pertanyaan itu dengan sebuah jawaban yang tidak penting,&lt;br /&gt; “aku tidak ingin mengatakannya seperti apa”. Layaknya manusia, dia penasaran.&lt;br /&gt; “mengapa tidak ingin? Kan indah mengingat masa kecil”, tanya nya lagi sambil memandang ku penuh selidik. Mungkin dia heran.&lt;br /&gt; “nggak ada yang istimewa Lam”&lt;br /&gt; “kau tidak ingin kembali ke sana?”&lt;br /&gt; “tidak”. Kemudian dijawab nya pertanyaan itu untuk diri nya sendiri. Dikatakan nya menagapa dia ingin kembali ke masakecil nya.&lt;br /&gt; “terbalik Ti. Aku sangat ingin kembali ke sana dan terus bermimpi. Ku bangun masa depanku dengan indah agar semau nggak kayak gini keadaannya. Saat-saat dimana aku punya Ayah dan Ibu yang baik dan perhatian. Dan segala sesuatunya cukup. Tapi mungkin seperti yang selalu kau gambarkan tentang manusia. Nggak cukup hanya dengan kata cukup. Semua ingin lebih, dan kenapa nggak? selama masih bisa diraih. Walau dengan cara yang…yah…” desahnya kemudian diam…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “andai aku bisa kembali ke masa itu, aku akan minta Tuhan untuk mengubah semua”&lt;br /&gt;Alam, mahasiswa yang berusaha hidup dengan mandiri. Salah satu sisi baik manusia, menghindar dari ketidak-benaran. Keluarganya kaya raya, namun dalama artian klise, kaya materi. Namun dipilihnya hidup dari ngamen, les privat dan apa saja yang bisa dikerjakannya dengan cara benar. ‘bodoh sekali’, pikirku ketika itu. Mengapa tidak manfaatkan saja kekayaan orangtua nya? ‘ada-ada saja, alias kurang kerjaan’omel ku dalam hati. Namun akhirnya aku menangkap satu definisi remang karena aku tidak tau apakah definisi ini benar atau salah. Mungkin keluarga nya broken home, mungkin kekayaan Ayah Ibu nya diperoleh dengan cara yang nggak benar, dan kemungkinan-kemungkinan lain yang aku pun tidak tau itu apa. Tapi dia tau. Namun Alam tidak mengatakan apa-apa lagi lebih jauh, dia diam dalam dukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “berarti, kalau tiba-tiba kita diberi pilihan yang paling menyenangkan, akan kau pilih masa kecil mu?” tanya ku menyimpulkan.&lt;br /&gt; “tergantung pilihannya…”&lt;br /&gt; “maksud mu?”&lt;br /&gt; “kalau pilihannya hanya ada satu, aku tidak akan memilih itu. Namun jika ada dua atau tiga, itu adalah salah satu nya”&lt;br /&gt; “boleh tau apa yang satu itu?”&lt;br /&gt; “boleh. Tapi tidak sekarang”&lt;br /&gt;Yah… laki-laki itu memang misterius. Dia hidup apa adanya seperti apa yang dikehendaki nya. Tapi aku nggak mau ambil pusing. Aku juga punya hidup yang harus ku jalani. Aku tidak harus dipusingkan dengan maslah hidup orang lain.&lt;br /&gt; “o ia, tadi Pak Adian datang?”&lt;br /&gt; “he’eh…” jawab ku malas.&lt;br /&gt; “masuk bahan?”, tanya nya lagi. Ku anggukkan kepala meng-ya kan sambil terus ku pandangi diktatku.&lt;br /&gt; “serius Ti? Di absent?”, tanya nya lagi dengan ekspresi cemas yang luar biasa. Tentu saja. Alam tidak pernah tidak masuk kuliah kalau tidak sangat terpaksa. Dan hari ini dia tidak masuk 1 mata kuliah, belum dijelaskannya mengapa.&lt;br /&gt; “cerita dulu dong, kenapa nggak datang”&lt;br /&gt; “aduh…mati aku Ti. Aku ketiduran sampai pagi. Semalam pulangnya larut, t’rus ngerjain makalahnya Pak Aru. Aduh…mampus aku…” gerutu nya lagi.&lt;br /&gt; “untung nggak di absent” jawab ku kalem.&lt;br /&gt; “Hah…!? Benar? Syukurlah…” diusap nya dadanya dan bernafas lega.&lt;br /&gt; “tapi sama aja. Bapak itu nanyain kau” lanjutku lagi. Dan terang saja dia hampir pingsan. Tak bisa kutahankan, aku tertawa terbahak-bahak melihat adegan itu. Sosok cool dan misterius itu bisa juga kayak gitu. Bagaimana nggak ditanyain, setiap masuk kuliah, teman Pak Adian debat tentang Politik tuh, Alam terus. Hahahaha…kasian Alam.&lt;br /&gt; “satu lampu merah…”, teriak ku sambil berlari menjauhinya yang siap-siap mengejar ku. Apalagi kalau bukan cerita tonjok-tonjok an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir tentang dosen…ada beberapa yang menularkan idealism dengan caranya sendiri-sendiri. Namanya juga menggunakan tolok ukurnya sendiri-sendiri, pasti ada salah benarnya toh? Memaksa mahasiswa untuk berpikiran kritis, kalau tidak, alamat mahasiswa hanya akan manggut-manggut tanpa tau apa yang di manggut-kan. Menelan mentah-mentah semua pendapat, akhirnya sakit perut. Terbentuklah watak-watak generasi penerus yang penyakitan. Kemudian membentuk barisan-barisan pembangun bangsa, yang kita tau sama-sama, yah…bagaimana mungkin orang-orang penyakitan bisa membangun? Bisa saja memang, tapi sosok yang dibangun juga akan rapuh, sakit atau kurang gizi. Butuh pengorbanan yang luar biasa memang untuk bisa jadi kritikus-kritikus yang benar. Selain memang gizi buruk yang tidak mendukung kinerja otak, penyakit malas yang turun temurun dan budaya-budaya lainyang sebenarnya sudah harus dikikis habis, kemauan untuk maju dengan perjuangan besar memang sangat tipis. Bagaimana mau adu argument? Seandainya saja ada suatu prinsip dasar idealisme yang benar diterapkan oleh idealis-idealis yang bergabung dalam ikatan idealis-idealis dengan prinsip yang benar, nggak apa-apa juga mahasiswa-mahasiswa itu manggut-manggut. Setidaknya yang ditelan itu tidak menimbulkan sakit perut. Dan minimal jadi mesin-mesin gerak yang sehat. Yah…walau sedikit demi sedikit akan terbangun sendi-sendi bangsa yang sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Alam sering membahasnya, dan pada satu babak bahasan, kami berdua menamakannya, Impian Hati dan Alam. Saat itu, Alam mulai dengan ocehannya,&lt;br /&gt; “memang lebih enak mimpi ya Ti. Nggak usah bangun-bangun lagi”&lt;br /&gt; “huss…jangan pernah berpikir instant. Kalau nggak mau bangun-bangun lagi, mati saja sekalian”&lt;br /&gt; “sudah banyak mimpi yang kita bahas, tapi kapan nyatanya ya Ti?”&lt;br /&gt; “gimana sih? Kita kan udah bahas, bahwa sedikit demi sedikit  lama-lama jadi bukit. Lagiam emang semua berawal dari mimpi, trus kemudian dibuat jadi nyata. Benar nggak?” dan dialog itu berakhir seperti biasa. &lt;br /&gt;Kami kembali menjalani hidup sebagai sebuah realita. Membangun mimpi yang bisa dibangun. Alam dengan ngamen dan privatnya, aku dengan segala kesibukan ku dengan tugas, makalah dan belajar. Alam beruntung punya IQ tinggi. Jika dibawa pada sebuah perbandingan, mungkin aku harus membaca duakali, dia tidak perlu membaca. Cukup mendengar aku saja ketika membaca…? Hahahahaha……Apa bedanya?&lt;br /&gt;……………………………………………………………………………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ku genggam saja surat itu sambil diamtermangu. Entah apa yang ku pikirkan. Hatiku galau. Bagai seribu beban menghimpit pikiranku jika mengingat kampung halamanku. Tak pernah sedikit pun kerinduakku kembali ke sana. Tapi ini…. Aku jadi ingat salah satu dialog ku dengan Alam. Dia bertanya,&lt;br /&gt; “Ti, ceritakan tentang keluarga mu”&lt;br /&gt; “nggak ada yang enak untuk diceritakan” sahut ku seadanya. Dia menoleh kearah ku, memandang penuh tanya.&lt;br /&gt; “kenapa?”&lt;br /&gt; “nggak kenapa-kenapa. Ya…gitu aja. Biasa”&lt;br /&gt; “kau nggak suka keluarga mu?” tanya nya lagi penasaran.&lt;br /&gt; “aku nggak bisa bilang begitu, itu keluarga ku”&lt;br /&gt; “Hati…jawabanmu abstrak. Gini deh kalau udah kumat. Gila! Orang seperti kita bisa ketemu juga” gerutunya tanpa ekspresi kesal.&lt;br /&gt; “nggak ada bedanya dengan mu kan?”&lt;br /&gt; “nggak beda apanya?”&lt;br /&gt; “cerita tentang keluargamu juga abstrak”&lt;br /&gt; “jadi balas dendam nih?”&lt;br /&gt; “nggak”jawab ku pendek, tidak ingin membela diri. Karna sebenarnya memang aku tidak ingin bercerita apa-apa tentang keluarga ku pada siapa pun.&lt;br /&gt; “cukup bagi ku mengetahui bahwa mereka sangat sayang pada ku, kami saling menyayangi. Hanya…” aku terdiam sejenak memikirkan kalimat yang cocok untuk mengungkapkan makna nya.&lt;br /&gt; “hanya apa?”&lt;br /&gt; “kami tidak punya cara yang wajar untuk mengungkapka atau mengaplikasikannya, yah…begitu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat ini, Ibu meminta ku untuk pulang dalam waktu yang lama liburan ini. Aku sudah membayangkan hari-hari yang penuh dengan jenuh dalam waktu yang lama. apalagi yang harus ku lakukan? Padahal aku dan Alam sudah berencana mencari uang sebanyak-banyak nya selama liburan ini. Sebenarnya bukan pilihan yang sulit untuk ditentukan. Karna bagaimana pun, Ibu harus ku penting kan. Namun melawan keinginan hati sunguh sangat sulit dalam hal ini. Lain hal tadi, bila ibu yang datang kemari dan aku tidak perlu pergi ke kampung itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ada masalah?” Alam menghampiri ku dan duduk di deretan bangku di depan ku. Di taman kampus, tempat kami biasa bicara. Tidak ku jawab. Diraihnya surat itu dari genggamanku dan dibacanya. Selang beberapa menit, dia manggut-manggut.&lt;br /&gt; “jadi kok murung gitu” tanya nya lagi pertanda tidak mengerti hubungan antara isi surat dan kemurunganku.&lt;br /&gt; “yah…kirain ngerti. Pake manggut-manggut” gerutu ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(to be continue)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4629937644348882394?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4629937644348882394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/dialog-hati-dan-alam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4629937644348882394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4629937644348882394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/dialog-hati-dan-alam.html' title='Dialog Hati dan Alam (part1, sumbulkaro 2005)'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-57821845349359024</id><published>2010-03-29T06:54:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T07:04:35.131-07:00</updated><title type='text'>mengenang -- mu</title><content type='html'>"Pada"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput pada hujan&lt;br /&gt;Bumi pada langit&lt;br /&gt;Layangan pada angin&lt;br /&gt;Kerikil pada ter&lt;br /&gt;Batu pada semen&lt;br /&gt;Seprai pada kasur&lt;br /&gt;Sarung pada bantal&lt;br /&gt;Aku ... pada ... mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 28, 2009 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika asam pada luka adalah indah...&lt;br /&gt;Jika itulah yang hendak ku pakai ketika ku toleh pada jejak yang kita tinggalkan...&lt;br /&gt;Meninggalkan indah itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 28, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"rindu kamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada gerai rindu membuncah di antara desiran darah melompat di antara detak jantung bersorak bersama deru nafas berteriak bersama derai angin berlari bersama rinai hujan melapisi seluruh kulit bumi, padamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;October 17, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"pembunuhan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rindu ini lahirkan sesal telah membunuh rasa padamu, mengecam kisah tertutup di ingin yang buram, menyesak gejala hidup sebagai manusia punya hati,&lt;br /&gt;pada kamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;October 17, 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"philosophy"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filio…&lt;br /&gt;Sofia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta…&lt;br /&gt;Bijaksana…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;October 19, 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-57821845349359024?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/57821845349359024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/mengenang-mu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/57821845349359024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/57821845349359024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/mengenang-mu.html' title='mengenang -- mu'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-2567982491648600458</id><published>2010-03-25T01:15:00.000-07:00</published><updated>2010-03-25T05:52:42.745-07:00</updated><title type='text'>...cuap-cuap hidup...</title><content type='html'>aku hanya sedang terpukau dengan keputusan yang di ambil oleh seorang 'Joy Tobing' untuk menjalani hidup seumur hidup dengan seseorang yang demikian dan dengan cara yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun cuap-cuap ini tidak akan membahas tentang beliau itu. aku memahami bahwa beliau mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang dalam ukurannya. lebih kurang, matang atau tidak, siap atau tidak siap, pastilah beliau akan diajari oleh Tuhan melalui hidup untuk menjalani sesuai dengan hikmat bijaksana yang telah dianugrahkan Tuhan kepadanya. jadi menurutku tidak begitu penting menilik lebih jauh ada apa dengan keputusannya, atau apa yang ada dibaliknya. aku hanya perlu merenung dan mengambil pelajaran untuk pedoman hidupku. akan hidup dengan siapa dan dengan cara bagaimana? akankah berpengaruh terhadap keseluruhan hidup yang akan ku jalani? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan hidup dengan siapa?&lt;br /&gt;...............&lt;br /&gt;sulit memutuskan akan hidup dengan siapa. sampai sekarang aku masih heran dengan teman2 sebaya ataupun mereka2 yang di bawah usiaku yang telah dapat memutuskan akan hidup dengan siapa seumur hidup mereka. SEUMUR HIDUP! hebat kan mereka? sementara hal ini adalah hal yang sangat sulit bagiku. aku belum bisa melihat indah atau bahagia dalam hidup secara sangat intim dan terbuka dengan seseorang yang lain. mesti menyamakan perspepsi untuk segala sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan bersama, mesti bisa memahami perbedaan sampai yang sekecil2nya, mesti memahami perbedaan prinsip hidup, mesti memahami visi yang sedang dianut masing2, mesti ini mesti itu, bah... aku sampai tiba pada kesimpulan, jelas sekali bahwa tidak ada indah dan bahagia dalam pernikahan. persis seperti pernyataan seorang pembicara dalam seminar tentang seks dan pernikahan, "KEBAHAGIAAAN BUKAN TUJUAN PERNIKAHAN, TETAPI AKIBAT DARI MEMULIAKAN ALLAH DALAM HIDUP PERNIKAHAN!" nah, ternyata aku nggak terlalu salah ketika mengasumsikan bahwa tidak ada bayangan indah dan bahagia dalam pernikahan. namun jika ternyata kebahagiaan dapat diperoleh dalam pernikahan, yaitu sebagai akibat dari memuliakan Allah, berarti ada kemungkinan mutlak bahwa ada kebahagiaan dalam hidup pernikahan. yaitu jika sepasang manusia tersebut hidup memuliakan Allah, demikianlah mereka memperoleh kebahagiaan... bah...apa pula artinya ini? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, dipikir2 lagi, sebelum menuju kalimat 'memuliakan Allah' dipikirkan dulu nih, siapa ya yang bisa hidup memuliakan Allah? yaitu anak-anak Allah...&lt;br /&gt;jadi, apakah si istri atau si suami adalah orang2 yang hidup di dalam Tuhan dan mempersembahkan seluruh hidup mereka bagi kerajaan Allah? setelah ini dapat dijawab, barulah dibicarakan bagaimana caranya memuliakan Allah melalui hidup pernikahan. kira2 begini: membangun keluarga berdasarkan hubungan yang erat dengan Tuhan melalui Firman dan Doa setiap hari, memiliki pekerjaan yang dikerjakan bukan untuk kepuasan pribadi semata tetapi bagaimana agar melalui pekerjaan tersebut orang2 diberkati kalo bisa bahkan Indonesia diberkati atau kalau bisa lagi dunia diberkati sehingga kelihatan bahwa anak2 Tuhan adalah alat2 Tuhan yang dipakai untuk menjadi saluran berkatnya, membawa anak2 dekat kepada Tuhan, dlsb...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, dengan orang2 yang seperti inilah hidup pernikahan akan mencapai kebahagiaan. sebab segala sesuatu di dalam hidup, jelas adalah kepunyaanNya, dan diserahkan kembali kepadaNya bagi kemuliaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan cara bagaimana?&lt;br /&gt;...............&lt;br /&gt;dengan cara yang baik dan benar dan sesuai dengan kaidah2 yang berlaku di tengah2 masyarakat. pacaran yang benar, penjajakan visi hidup, prinsip hidup, tujuan hidup dan yang lain2nya dengan benar dan terbuka disertai dengan doa memohon petunjuk kepada Tuhan. agak ribet ya? mengapa nggak dibuat simpel saja? pacaran, bahagia kemudian menikah, begitu? hmmm...tentu saja tidak bisa segampang ini. hidup dengan orang lain bersama seumur hidup, serumah, seranjang, semeja makan, dan yang lain2nya yang hampir segala sesuatu adalah miliki bersama. privasi satu orang adalah privasi berdua, sulit kan? jadi, jika tidak ada pengenalan yang benar dan tindak toleransi yang benar serta tuntunan tangan Tuhan, maka bisa dipastikan akan terjadi keterkejutan2 dari yang kadar kecil sampai ledakan yang besar yang seringkali memicu masalah dalam rumah tangga. &lt;br /&gt;dibutuhkan waktu untuk memupuk pengertian satu sama lain antara si pria yang rasional dan si wanita yang emosional. &lt;br /&gt;perlu pemahaman akan daoerah teritori yang dikuasai masing2 pihak yang jelas tercantum dalam Efesus 5:22 dan 25 "Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, ....Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya" agar istri memahami bahwa pria butuh dignity atau respect, dan suami memahami bahwa wanita butuh dikasihi...&lt;br /&gt;hmmm...susah juga ya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akankah berpengaruh terhadap keseluruhan hidup yang akan ku jalani? &lt;br /&gt;.........................................&lt;br /&gt;jelas berpengaruh, sikap dalam menjalani dua point di atas sangat berpengaruh terhadap keseluruhan hidup yang akan dijalani sampai seumur hidup. kesalahan dalam pemilihan sejak awal dan cara menjalaninya akan berdampak panjang. sepanjang apa? nggak tau sepanjang apa. meskipun aku percaya bahwa dari kesalahn pun manusia tetap bisa kembali kepada Tuhan untuk meminta pemulihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai seorang pemula dalam pemahaman tentang hakikat pernikahan, aku masih butuh banyak belajar dan berdoa. karena ternyata hidup sangatlah ribet. hidup pernikahan sama sekali tidak gampang. tidak segampang ketika kedua orangtuaku di jodohkan dan menikah sehingga aku pun tidak bisa menyalahkan cara didik mereka terhadap diriku. karena mungkin, merekapun sedang berjuang dalam memahami satu sama lain. konon lagi ditambah beban makhluk hidup yang lain yang sangat perlu dipahami dan diperhatikan segala aspek hidup dan pertumbuhannya. namun dalam keterbatasan mereka, aku tetap dapat menangkap bahasa cinta yang sangat agung dari mereka. mungkin begitulah cara mendidik yang ketika itu mereka ketahui dan mereka terapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika andai2 sedang menari dalam benakku, aku mengandaikan diriku yang dengan lincah menari sambil bernyanyi dalam beberapa events karena sesungguhnya aku memiliki bakat bernyanyi. tapi terpendam dan hanya bisa sebatas ketika aku memiliki daya tahan yang kuat untuk menggali sendiri tanpa dukungan dari siapapun, dan dapat tenggelam kapan saja karena tidak kokoh. mungkin aku akan bisa bermain piano dan memainkannya dalam pelayanan dalam gereja. tetapi aku hanya dapat puas ketika hanya dapat memainkannya dalam beberapa kejadian ketika aku inginkan, karena ternyata keberhasilan pun adalah perpaduan dari bakat dan kerja keras. dan butuh dorongan yang ekstra kuat dalam kerja keras. well...masih banyak hal yang tenggelam dan perlahan hilang begitu saja. kadang mengulik rasa kecewa mengapa aku tak dapat mengerjakan hal yang sesungguhnya ku suka? hmmm...tapi aku terhibur bahwa aku masih bisa lakukan sesuatu yang sangat besar bagi kehidupan anak2. itu jauh lebih penting. agar jumlah anak2 yang hilang ketika masa kecilnya semakin berkurang, dan nama Tuhan dimuliakan melalui hidup2 mereka. dan satu hal yang pasti. aku membawa impian2 ini ke dalam hidup anak2 ku kelak. let's see that God will work on it ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G, March 25th 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-2567982491648600458?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/2567982491648600458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/cuap-cuap-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2567982491648600458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2567982491648600458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/cuap-cuap-hidup.html' title='...cuap-cuap hidup...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4019484189338749421</id><published>2010-03-18T07:08:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T07:10:50.923-07:00</updated><title type='text'>TQ abang for the song ^_^</title><content type='html'>WRITTEN IN THE STARS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stay with me&lt;br /&gt;Don't fall asleep too soon&lt;br /&gt;The angels can wait for a moment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Come real close&lt;br /&gt;Forget the world outside&lt;br /&gt;Tonight we're alone&lt;br /&gt;It's finally you and I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It wasn't meant to feel like this&lt;br /&gt;Not without you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[All:]&lt;br /&gt;Cos when I look at my life&lt;br /&gt;How the pieces fall into place&lt;br /&gt;It just wouldn't rhyme without you&lt;br /&gt;When I see how my path&lt;br /&gt;Seem to end up before your face&lt;br /&gt;The state of my heart&lt;br /&gt;The place where we are&lt;br /&gt;Was written in the stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Bryan:]&lt;br /&gt;Don't be afraid&lt;br /&gt;I'll be right by your side&lt;br /&gt;Through the laughter and pain&lt;br /&gt;Together we're bound to fly&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I wasn't meant to love like this&lt;br /&gt;Not without you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[All:]&lt;br /&gt;Cos when I look at my life&lt;br /&gt;How the pieces fall into place&lt;br /&gt;It just wouldn't rhyme without you&lt;br /&gt;When I see how my path&lt;br /&gt;Seem to end up before your face&lt;br /&gt;The state of my heart&lt;br /&gt;The place where we are&lt;br /&gt;Was written in the stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Mark:]&lt;br /&gt;I made a few mistakes, yeah&lt;br /&gt;[Shane:]&lt;br /&gt;Like sometimes we do&lt;br /&gt;[Mark:]&lt;br /&gt;Been through lot of heartache &lt;br /&gt;But I made it back to you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[All:]&lt;br /&gt;Cos when I look at my life&lt;br /&gt;How the pieces fall into place&lt;br /&gt;It just wouldn't rhyme without you&lt;br /&gt;And when I see how my path&lt;br /&gt;Seem to end up before your face&lt;br /&gt;The state of my heart&lt;br /&gt;The place where we are&lt;br /&gt;Was written in the stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[All:]&lt;br /&gt;When I look at my life&lt;br /&gt;How the pieces fall into place&lt;br /&gt;It just wouldn't rhyme without you&lt;br /&gt;When I see how my path&lt;br /&gt;Seem to end up before your face&lt;br /&gt;The state of my heart&lt;br /&gt;The place where we are&lt;br /&gt;Was written in the stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Shane:]&lt;br /&gt;The state of my heart&lt;br /&gt;The place where we are&lt;br /&gt;Was written in the stars&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WESTLIFE&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4019484189338749421?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4019484189338749421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/tq-abang-for-song.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4019484189338749421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4019484189338749421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/tq-abang-for-song.html' title='TQ abang for the song ^_^'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-5591406636964694605</id><published>2010-03-17T22:25:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T22:52:51.410-07:00</updated><title type='text'>kasih setia-Mu lebih dari hidup...</title><content type='html'>aku kembali berbandel ria di hadapanNya... nah, kalo udah mentok dan kacau begini, baru bisa menengadah ke atas dan melihat... oh...ternyata, sekuat apa pun diriku ini menurut pemikiranku, aku tidak ada apa-apa nya jika tanpa Dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun begitu, kasih setiaNya nggak pernah hilang lenyap dari diri dan hidupku. di tengah bandel dan cueknya aku, Dia tetap pelihara aku. di tengah sibuknya aku dengan diriku dan kebutuhanku, Dia tetap menjaga aku agar tidak sampai terlalu dalam jatuhnya. di tengah begitu maraknya badai menghantam bangunan kokoh yang ku anggap cukup bagiku, Dia tetap berdiri tegak dan memegang tanganku agar tidak teraduk dalam putaran badai yang sangat berbahaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau sudah begini, aku kembali merenung, apa lagi yang kurang? kasih setia-Nya sesungguhnya lebih dari cukup di dalam hidupku. cuma aku kadang terlalu gedek buat ngerti dan terlalu cuek untuk bisa terus bertahan dan terlalu tidak tau diri dengan selalu kurang bersyukur atas segala sesuatu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                               Thy Loving Kindness&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          C                       G7&lt;br /&gt; Thy loving kindness is better than life&lt;br /&gt;                                   C&lt;br /&gt; Thy loving kindness is better than life&lt;br /&gt;                          C7            F&lt;br /&gt; My lips shall praise Thee, Thus will I bless Thee&lt;br /&gt;         C         G7             C&lt;br /&gt; I will lift up my hands unto Thy Name&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           C                 G7&lt;br /&gt; I lift my hands up unto Thy Name&lt;br /&gt;                             C&lt;br /&gt; I lift my hands up unto Thy Name&lt;br /&gt;                          C7            F&lt;br /&gt; My lips shall praise Thee, Thus will I bless Thee&lt;br /&gt;         C         G7             C&lt;br /&gt; I will lift up my hands unto Thy Name&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;© 1962 Singspiriation Music&lt;br /&gt;Words and Music by Hugh Mitchell&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-5591406636964694605?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/5591406636964694605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/kasih-setia-mu-lebih-dari-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5591406636964694605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5591406636964694605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/kasih-setia-mu-lebih-dari-hidup.html' title='kasih setia-Mu lebih dari hidup...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4101198295703845904</id><published>2010-03-14T22:33:00.000-07:00</published><updated>2010-03-14T22:38:19.461-07:00</updated><title type='text'>thesis oh thesis</title><content type='html'>katanya penelitian itu sama sekali nggak gampang... mmm...emang ya... bangetz, nggak gampang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rampungin bab 1, 2, 3... instrument penelitian, sebarkan questionnaire, belum lagi mendeskripsikan hasilnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang maret, bulan depan dah april, dan bulan depannya mei. mei, udah harus defense... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;can somebody help me please, peps me up... i'm looking for the spirit of thesis in every inch of my body... hahahahahaaaiii... (ehm...sory i'm not crazy, just in the mood of wanna cry + laugh aloud)...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4101198295703845904?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4101198295703845904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/thesis-oh-thesis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4101198295703845904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4101198295703845904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/thesis-oh-thesis.html' title='thesis oh thesis'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-1690562058363014068</id><published>2010-03-14T22:16:00.000-07:00</published><updated>2010-03-14T22:32:33.265-07:00</updated><title type='text'>sekulah-an</title><content type='html'>belakangan ini aku banyak di hampiri pemikiran tentang pendidikan dalam pembedaan antara produk massal dengan pembelajaran pendekatan individual. dipikir2 ternyata mendidik itu tidak gampang. di atas permukaan kelihatan mudah membuat suatu sistem pendidikan setelah melalui beberapa tahap intellek dunia pendidikan seperti penyusunan kurikulum, penetapan sistem dan budaya sekolah, visi misi sekolah, dlsb... setelah ini semua rampung, dibantu dengan tunjangan finansial yang cukup maka berdirilah sekulah dengan di nafasi oleh kerja keras dan tekad yang membara untuk keberhasilan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah ternyata tidak semudah itu... kalau itu namanya produk massal... satu kurikulum, satu sistem...diterapkan pada sejumlah individu yang notabene adalah makhluk yang unik dan individualistis. kemampuan si A dalam bidang X, tidaklah sama dengan kemampuan si B. demikian juga dalam bidang Y dan bidang2 yang lainnya. namun di terapkanlah sistem yang sama, standard yang sama dan expektasi yang sama terhadap setiap individu tersebut. maka berlakulah sistem 'no pain no gain'. setiap individu yang hendak berhasil dengan sistem yang sedang diterapkan, mau nggak mau memegang erat philosophy "ber-rakit2 ke hulu, berenang2 ke tepian...", padahal mungkin tidak sesuai dengan hati nuraninya, bakatnya atau minatnya. dan kelak meskipun berhasil belum tentu maksimal karena hatinya tidak ada di bidang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemaren aku baru baca katalog sebuah sekulah art yang menyatakan bahwa seorang siswa akan memperoleh sebuah alat dan seorang pembimbing agar si siswa fokus terhadap kemampuannya dan minatnya. bener juga, daripada dikumpulkanlah sekitar lima orang dengan satu orang pembimbing atau instruktur memberi bimbingan dan arahan...kan belum tentu pencapaian setiap orang ini sama, sehingga ada kemungkinan akan mengganggu perkembangan setiap individu. kecuali jika dapat dipastikan bahwa dalam group itu telah berkumpul individu2 yang memiliki kemampuan dan minat yang seragam. tapi apa ya ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah setelah dipikir2... bisa nggak ya, membangun sebuah sekulah-an yang berorientasi pada pengembangan mutlak seorang individu?&lt;br /&gt;satu orang murid, satu orang pembimbing dan menyediakan alat peraga yang cukup bagi setiap orang? kemahalan kali ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;okelah, kita lihat saja nanti, pasti ada. wong kemaren itu juga katalog nya sudah ada kok ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-1690562058363014068?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/1690562058363014068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/sekulah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1690562058363014068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1690562058363014068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/sekulah.html' title='sekulah-an'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-1553711392402728168</id><published>2010-03-04T00:24:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T00:30:14.473-08:00</updated><title type='text'>Tuhan yang tau ku cinta kau ^_^</title><content type='html'>Jika ada yang bilang ku lupa kau&lt;br /&gt;Jangan kau dengar&lt;br /&gt;Jika ada yang bilang ku tak setia&lt;br /&gt;Jangan kau dengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cinta yang datang mendekat&lt;br /&gt;Ku menolak&lt;br /&gt;Semua itu karena ku cinta kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ada yang bilang ku tak baik&lt;br /&gt;Jangan kau dengar&lt;br /&gt;Jika ada yang bilang ku berubah&lt;br /&gt;Jangan kau dengar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cinta yang datang mendekat&lt;br /&gt;Ku menolak&lt;br /&gt;Semua itu karena ku cinta kau&lt;br /&gt;Kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reff:&lt;br /&gt;Saat kau ingat aku ku ingat kau&lt;br /&gt;Saat kau rindu aku juga rasa&lt;br /&gt;Ku tahu kau slalu ingin denganku&lt;br /&gt;Ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan&lt;br /&gt;Tuhan yang tahu ku cinta kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau tak percaya pada ku&lt;br /&gt;Sakitnya aku&lt;br /&gt;Jika kau lebih dengar mereka&lt;br /&gt;Sedih hatiku&lt;br /&gt;Banyak cinta yang datang mendekat&lt;br /&gt;Ku menolak&lt;br /&gt;Semua itu karena ku cinta kau&lt;br /&gt;Kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to Reff:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau ingat aku ku ingat kau&lt;br /&gt;Saat kau rindu aku juga rasa&lt;br /&gt;Ku tahu kau slalu ingin denganku&lt;br /&gt;Kau tahu ku juga ingin denganmu&lt;br /&gt;Ku tahu kau slalu ingin denganku&lt;br /&gt;Ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan&lt;br /&gt;Tuhan yang tahu ku cinta kau&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-1553711392402728168?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/1553711392402728168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/tuhan-yang-tau-ku-cinta-kau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1553711392402728168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1553711392402728168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/tuhan-yang-tau-ku-cinta-kau.html' title='Tuhan yang tau ku cinta kau ^_^'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-9120503144084400160</id><published>2010-03-04T00:20:00.000-08:00</published><updated>2010-03-04T00:23:34.387-08:00</updated><title type='text'>B'rikan ku hati ^_^</title><content type='html'>B'rikan ku hati&lt;br /&gt;seperti hati-Mu&lt;br /&gt;yang penuh dengan belas kasihan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B'rikan ku mata &lt;br /&gt;seperti mata-Mu&lt;br /&gt;memandang tuaian di sekelilingku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B'rikan ku tangan-Mu tuk melakukan tugasku&lt;br /&gt;B'rikan ku kaki-Mu melangkah dalam rencana-Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B'rikan ku...&lt;br /&gt;B'rikan ku...&lt;br /&gt;B'rikan ku hati-Mu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-9120503144084400160?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/9120503144084400160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/brikan-ku-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/9120503144084400160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/9120503144084400160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/03/brikan-ku-hati.html' title='B&apos;rikan ku hati ^_^'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-9215515675924413577</id><published>2010-02-22T22:53:00.000-08:00</published><updated>2010-02-22T23:05:38.256-08:00</updated><title type='text'>"pernah ada"</title><content type='html'>Pacaran oh pacaran...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percakapan ini terjadi di suatu malam ketika saya dan beberapa teman berkumpul dan berbincang2 menunggu hujan reda setelah selesai makan di food junction.&lt;br /&gt;“kak, udah pengen kali aku pacaran”&lt;br /&gt;“minta lah sama Tuhan Yang Empunya seluruh laki-laki dan perempuan”&lt;br /&gt;“tapi aku kan maunya laki-laki kak, masak perempuan”&lt;br /&gt;“ya sudah…Dia, yang empunya laki-laki dan perempuan kan ku bilang. Jadi kau mintalah laki-laki”&lt;br /&gt;“sudah ku minta nya kak, tapi nggak ada nya sampai sekarang”&lt;br /&gt;“lho..berarti kau harus bersabar toh, artinya mungkin belum waktunya kan?”&lt;br /&gt;“ah, lama kali nya kak. Udah pengen kali aku punya pacar sekarang, carikanlah aku kak…”&lt;br /&gt;Teman2 yang lain menyambut percakapan ini sebagai lelucon, ada yang senyum2 saja dan sebagian menanggapi dengan tawa.&lt;br /&gt;“kak, dia mau adik kakak yang tercinta, kasi lah kak” yang lain nyeletuk dan si nona ini hanya diam ragu meng-iya kan pernyataan itu tapi di pandangnya saja aku.&lt;br /&gt;“bah, adek ku yang satu itu masih adek2, nantilah, kita tunggu dia sampai dewasa…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah percakapan itu, aku merenung dan mendesah dalam hati. ‘bah, emangnya aku nggak pengen punya pacar apa?’ siapa sih yang nggak kepingin pacaran? seluruh makhluk hidup di muka bumi ini mungkin akan sepakat memaklumatkan bahwa setiap laki-laki dan perempuan yang normal pasti sangat ingin pacaran. pasti menginginkan saat2 dimana mereka punya pendamping dengan menikmati rasa indah yang tidak dapat pernah di identifikasi patokan atau ukuran sebab akibat rasa ini, tapi ketertarikan eros antara laki-laki dan perempuan tetap menjadi topic yang hangat dan tidak pernah berhenti di bahas sepanjang jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali mengingat seorang senior ketika masa kuliah dulu. Yang notabene telah lebih banyak makan asam garam kehidupan tapi belum juga dapat menemukan lelaki yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya, dalam usia yang sudah sematang itu (usia 30 tahun mungkin dapat dijadikan patokan usia matang seorang perempuan, atau mungkin ada beberapa golongan yang akan menaruh istilah ini juga pada laki-laki dalam usia 30 tahun). Ketika itu beliau sering bilang ‘cepat2 lah kau bergerak, jangan terlalu mikir jauh sekali, jangan terlalu milih lah, nanti ketika usia mu semakin bertambah, keinginan2 seperti itu mungkin akan redup, berbeda pada setiap orang tentunya, dan kau akan terlena tanpa memikirkan hal itu lagi, ditambah lagi dengan kesibukan2mu dalam karir, akhirnya kau nggak sadar ternyata usia mu sudah berjalan jauh di depanmu’.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mmmm…. No comment ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; July 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nyanyian Andai”&lt;br /&gt;Aku menyesal, sungguh, aku menyesal. Tak perlu kau hukum aku dengan sikapmu yang seoalh2 tidak tau karena telah kulayangkan pernyataan bahwa aku kini berjuang beralih pada rasamu, rasa yang pernah kau nyatakan dengan sembrono, tanpa pengumuman konfrensi pers terlebih dahulu, yang pernah kuterka sebagai permainan dalam canda yang sering kau perankan dalam lingkungan kita. Terlambatkah jika setelah begini jauh aku baru dapat merumuskan segala sesutau tentang diri dan rasamu? Maafkan aku, karena aku tidak akan pernah cepat dalam hitungan rumus dan matematika. Setelah begini jauh, setelah kau tidak ada di sampingku dengan panggilan konyolmu “yang”, setelah kau tak  ku lihat lagi, setelah tak dapat lagi kurasakan atmosfer hasrat mu yang menggebu2 tentang kita, setelah kita sungguh2 dipisahkan oleh jarak, jarak yang menjadi alasan tepat untuk kita tak saling bertemu lagi dalam bentuk apapun, alasan yang wajar ketika akhirnya kau tak dapat lagi lakukan hal2 konyol yang akhirnya sangat kurindukan darimu, dan setelah ini semua, aku baru dapat berpikir dan merenung , merumuskan sikapmu ditambah dengan pernyataanmu, ditambah dengan semua bukti yang telah kau lakukan dibagi tiga dan dikuadratkan dengan pernyataan dari sahabta dekatmu. Hasilnya…aku menyesal mengapa menganggapmu main2 ketika itu. aku menyesal tidak menanggapi dengan serius pernyataan serius mu ketika kita bicara di pantai berdua di temani ributnya deburan ombak, aku menyesal telah merasa puas dapat menjawab semua pertanyaanmu dengan seloroh yang nggak bermutu sama sekali, namun mampu memuaskan egoku dan merasa menang karena telah mampu membuatmu terdiam yang sekarang dapat kupahami bahwa saat itu kau merasa sedikit terluka. Aku menyesal telah tidak percaya pada naluri perempuanku saat itu. aku menyesal. Aku menyesal. Aku menyesal. Sungguh aku menyesal. &lt;br /&gt;Tapi berartikah jika aku ungkapkan penyesalan sedalam2nya karena sesungguhnya kau tidak mendengar dan tidak tau apa2. Karena aku mengenal betapa tipis kepekaanmu terhadap sensitivitas rasa dari seorang perempuan atau kah mungkin kau hanya pura2 dan kau selimuti kepura2anmu dalam label status mu sebagai pria yang tidak peka dan kadang cuek terlalu parah sehingga seringkali menyakiti hati perempuan yang menaruh hati padamu?&lt;br /&gt;Hhhhh….aku kadang benci dengan selimut mu yang satu itu. aku benci dengan label itu, yang kadang dengan leluasa kau pakai agar kau seolah2 tidak bersalah, atau setidaknya telah berbuat salah tanpa maksud yang tulus dari dalam hatimu? Dan kadang aku benci kau karena itu…&lt;br /&gt;Apalagi yang belum ku katakan padamu? Apakah kurang jelas padamu tentang pernyataan yang kulayangkan bahwa jika pernah hatiku condong pada yang lain, kini semua telah selesai dan benar2 kosong melompog untuk kau isi dengan leluasa? Tidak mengertikah kau? Atau telah sirna kah segala rasa yang pernah kau nyatakan padaku dalam nuansa yang tak dapat ku prediksi? Telah lainkah kau kini?&lt;br /&gt;Huhhhh…aku ingin mendesah meluruhkan segala energy sesal yang semakin leluasa melebarkan ukurannya di rongga dadaku dan menyesakkan ulu hatiku. Apapun yang kau tanya kini, yang ada pada hatiku adalah sesal.&lt;br /&gt;Nyanyian andai2 pun menggema di seluruh rongga hatiku. Tidak salah bukan? Bukankah nyanyian ini kerap kali singgah dalam nuansa seorang yang telah melewatkan kesempatan emas dan sungguh menginginkannya pada saat2 yang mungkin takkan dapat diraih lagi? Bukankah sah2 saja jika aku pun ingin melakukannya kini? Tidak ada yang salah kan?&lt;br /&gt; Jadi biar aku menyanyikannya kini.&lt;br /&gt;Andai waktu dapat ku putar kembali ke waktu2 itu…&lt;br /&gt;Aku ingin menatap matamu dalam2 mencari arti benar dan tidaknya perkataanmu ketika kau minta aku serius memikirkanmu, memikirkanmu dengan khusus, dan takkan kuucapkan kata2 sial itu, bahwa aku selalu memikirkanmu sebagaimana aku selalu memikirkan setiap kita, teman2 kita, pada waktu itu.&lt;br /&gt;Aku ingin mengucapkan “trimakasih yang” dengan tulus dengan menatap matamu penuh cinta&lt;br /&gt;ketika akhirnya kau mau melakukan sesuatu yang sebelumnya tak ku sangka kau akan melakukannya untukku. Sungguh ketika itupun hatiku heran…namun andai waktu itu kembali, aku tidak akan memakainya untuk sekedar merasa menang telah menaklukkan keangkuhanmu karena telah mampu membuatmu melakukan hal yang mungkin tidak akan kau lakukan pada yang lain.&lt;br /&gt;Aku ingin dengan serius menyambut semua kata sapaan “yang” mu dengan kata sapaan yang sama dengan mesra.&lt;br /&gt;Aku ingin bilang bahwa aku mau serius ketika kau mencoba menyalahkan aku bahwa aku nggak mau serius dengan pernyataanmu.&lt;br /&gt;Aku ingin menikmati saat2 ketika kau ingin menggandeng tanganku “untuk yang terakhir kalinya” kau bilang ketika itu…&lt;br /&gt;Aku ingin katakan sesuatu ketika kau datang dan untuk yang terakhir kalinya kita dapat bertatapan mata. Ingin kukatakan sesuatu yang membuat mu yakin bahwa aku pun sangat menginginkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nyanyian andai ini tidak berkesudahan. Jika ada peraturan perundang2an dalam bait sebuah lagu, mungkin aku akan dikenai sanksi karena telah melanggar peraturan dan kaidah yang telah ditetapkan. Nyanyian andai ini sungguh panjang dan tak ingin ku sudahi sebab tak ingin aku kembali ke kenyataan bahwa ini semua hanya andai. &lt;br /&gt;Bukankan andai adalah suatu pernyataan yang paling menyakitkan bagi kenyataan? Bukankah andai adalah penghianat bagi jarum jam dan detaknya? Bukankah andai adalah sebutan bagi setiap sakit yang tertinggal di belakang namun tetap terpatri sampai pada saat dimana dia masih diinginkan? Dan lagu ini tidak akan selesai sampai akhirnya kutemukan bahwa sisi hatiku telah mati dan tak merasakan apa2 lagi tentang kau…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun belum juga selesai…sebab semua impian ku tentang hidup telah terlukis dalam jejak yang kau langkahkan oleh kakimu. Sekali lagi setelah jarak memisahkan kita…kacamata ku baru dapat dengan jelas menangkap semua bayang gerakmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari lagu ini adalah aku inginkanmu, titik. Tapi lagi2 dengan kenyataan bahwa ini hanya andai, hanya andai yang ku pautkan di atas angan2 yang melayang di pelupuk mataku tentang masa indah di mana aku masih dapat memutuskan sesuai dengan ingin yang mampir dalam hatiku saat ini. Sesaat pertanyaan bodoh singgah dalam benakku, mengapa dulu aku tak dapat sedikitpun mereka2 bahwa akan ada saatnya di masa yang akan datang bahwa aku akan menyesal jika tidak memutuskan mendapatkanmu saat itu? tapi aku memang bukan peramal. Aku bukan imam seperti yang dituliskan dalam kitab suci yang dapat menubuatkan apa yang kan terjadi di masa yang akan datang. Aku bukan malaikat yang dapat memutuskan hal mana yang tepat dan tidak menimbulkan penyesalan setiap saat dalam hidupku. Aku hanya manusia yang kadang tak dapat berpikir sedikit lebih panjang tentang apapun yang sedang terjadi di depan hidungku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kau, masihkah kau yang dulu? Masihkah ada rasa walau sedikit jua? Mengapa kau seolah2 tidak mengerti apa2? Apakah kurang jelas dan tajam kupasan dalam pernyataanku bahwa aku siap mengosong-melompongkan hatiku untuk diisi oleh kau seorang? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat kau bertanya mengapa aku berubah setelah pernyataan itu. kau tanyakan kenapa aku tidak pernah membalas satupun sapaan dan pertanyaanmu. Lupakah kau bahwa kau sungguh tak pantas untuk menjadi seorang teman bagiku? Lupakah kau bahwa sebegitu tipis sensitivitas mu untuk dengan peka dapat merasakan apa yang kurasakan? Lupakah kau bahwa seorang teman bukan hanya seorang yang hadir pada saat dia mau dan bertanya apa kabar kemudian pergi dan setelah melaporkan keadaannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku perlu memberitahukanmu bahwa sikapmu tidak ubahnya seperti seorang pekerja yang wajib melakukan sesuatu yang tidak perlu dimasukkan dalam hati, dan perlu ku beritahu juga bahwa aku bukan siapa2 yang perlu mendapat laporan tentang keadaanmu dan melaporkan bagaimana keadaanku untuk kemudian mendapatkan bahwa kau sama sekali tidak melakukan apa2 terhadap apapun keadaan yang sedang terjadi padaku atau padamu. Aku muak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jangan salahkan aku andai tak satupun sapaan dan pertanyaan yang singgah di inbox ku darimu ku balas. Sama sekali tidak penting, alias nggak perlu. Kau tak pantas jadi temanku. Kita mungkin di adakan bukan untuk berteman. Atau jika pun kita harus hanya teman, ini adalah salah satu jenis pertemanan yang ter aneh di dunia. Di mana pun di muka bumi, tidak akan ditemukan jenis pertemanan yang seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menginginkan mu lebih dari itu. aku menginginkanmu menjadi milikku. Mungkin itu satu2nya cara agar pertemanan kita normal. Setidaknya kau menjadi merasa memiliki kewajiban unutk tidak hanya sekedar bertanya ada apa denganku, namun melakukan sesuatu agar aku membaik, atau setidaknya keadaanku pulih, atau setidaknya aku dapat mendengarkan suaramu sedikit lebih lama dalam kurun jadwal2 kau harus telpon aku. Mengertikah kau?&lt;br /&gt;Jadi jangan tanyakan pdakau, apakah ada sesuatu sehingga aku seolah2 hilang dari duniamu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juli 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.i.n.t.a.h.a.t.i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku cinta padamu” bisikmu dalam hening cipta tanpa nada di remang pagi buta. Kita berbaring di hamparan padang ketidak-mengertian kita tentang hati dan cinta, namun kita berusaha hadir dalam diskusi yang tidak berujung dan bertepi sebab kita sama2 dungu, yang ada hanya hamparan kosong sejauh pandang mata hati kita tentang pengertian. &lt;br /&gt;Ku jawab kalimat itu dengan nanar mata ke langit di atas kepala kita dan mencoba menyelam ke samudra bintang2 yang berkelip2, mencoba mencari satu arti dari kata klise itu, kata yang sering dimuntahkan dari bibir setiap makhluk yang mungkin merasakan sesuatu hal yang menggelitik dan aneh dalam sirkulasi hormon tubuhnya.&lt;br /&gt;“apa itu cinta?” tanyaku tepat di matamu yang sarat dengan binar serupa kerlip bintang, namun tak jua memberi arti pada penasaran ku mungkin juga kau. Kau balik bertanya dengan kalimat2 yang menggayut di sinar mata itu, kau pun tak tau. &lt;br /&gt;“entahlah, apa itu cinta?” kau tanya dengan pasrah total tanpa mencoba membuatku mengerti maksud dari katamu, sama sekali tidak membantu kebingungan yang bertengger di kepalaku.  Kulayangkan pandangku ke sejuta perspektif tentang cinta dan maknanya. Mencoba memilah2 definisi dan indikasi rasa yang mungkin menyertainya.  Agar aku dapat tiba pada kata kunci yang mungkin menggiring pada pengertian yang sebenarnya.&lt;br /&gt;“kata orang cinta itu indah…?” ku mulai dengan persepsi umum yang sering ku dengar dari lagu2 cengeng tentang cinta, dari drama2 seri di tv dan film2.&lt;br /&gt;“mungkin juga enak…?” kau timpali mungkin dengan dasar pemikiran bahwa betapa enaknya merasakan debaran halus di dada, desiran darah tersirap dalam kurun waktu yang tidak teratur, dan merasakan semua nuansa yang tak dapat dilukiskan dengan kata2, seperti yang kau rasakan. Baiklah, akan ku coba telaah…&lt;br /&gt;“hm…hal yang paling indah yang dapat kugali dari memori jangka panjang ku adalah ketika aku menghabiskan waktu main basketball? Atau bola kaki? Ketika aku dapat menerapkan strategi, berhasil dalam setiap step nya dan akhirnya memenangkan pertandingan, terlebih ketika aku menemukan bahagiaku dalam setiap detik permainan itu? Itukah cinta?” &lt;br /&gt;“apa yang kau rasakan dalam hatimu?” tanyamu dengan tatapan melekat tepat di mataku, binar2 ingin tau mu berdesakan menyelesak di sana hendak menggiring pahamku terhadap rasamu.&lt;br /&gt;“debaran yang kencang di picu oleh adrenalinku, ketika satu tembakan bola three point shot hampir tiba di bibir ring, dan puas yang tiada tara ketika bola berhasil masuk dalam ring…”&lt;br /&gt;“tapi cinta bukan dengan debaran seperti itu…”&lt;br /&gt;“bagaimana kau bisa tau? Pernahkah kau berdiri di posisiku?”&lt;br /&gt;“tidak. Tapi mungkin sama dengan debaran ketika aku berhasil menguasai gerakan2 baru dalam breakdance dan ketika tiba pada saat2 akhir akan menampilkannya di kejuaraan…puas ketika berhasil melakukan setiap gerakan dengan benar dan memperoleh nilai yang memuaskan…namun rasa ku pada mu bukan debaran semacam itu…”&lt;br /&gt;Ku coba telaah persamaan debaran yang kita miliki. Walau mungkin dengan rumus persamaan, aku tau itu tidak sama, tapi ya sama saja, ketika akhirnya aku tetap tak dapat menyelami nuansa debaran yang kau maksud tentang cinta.&lt;br /&gt;“baiklah…mungkin jika cinta itu enak, hal yang paling mengenakkan itu adalah ketika aku bisa tidur setelah mengerjakan tugas yang paling berat dan setelah bangun, aku memakan makanan yang paling ku suka…itukah maksudmu?” namun tanyaku kau jawab dengan bahasa yang bergelayut di alis matamu yang mengernyit halus. Ku tangkap suatu kecewa dari sana, mungkin karena aku semakin jauh berjalan dari arah paham yang hendak kau sampaikan padaku, entahlah…aku sedang tak begitu ingin mengetahui yang satu ini, terlalu jauh dari jangkauan intelektual ku sebagai polos-an tentang cinta. Akhirnya kau urungkan niatmu yang ku mengerti sebagai maklumat yang menengahi peran kita dalam dialog ini, sebagai jembatan hati yang membuat kita mengerti satu sama lain walau tak bicara.&lt;br /&gt;“By the way mengapa namamu cinta?” tanya ku, dan tampaknya kau mengerti akan hal ini sebagai isyarat bahwa diskusi panel tentang cinta mu padaku telah usai tanpa pendaulatan suatu definisi yang mutlak kita pahami kebenarannya, karena aku pun masih tidak dapat mendarat pada suatu lahan pengertian yang kelak ku bawa dalam langkah2 kakiku. Sehelai dua helai tarikan nafasmu membuatku mengerti kecewamu. Tapi tak dapat ku ubah haluan pahamku, aku tidak dapat seolah menyambut bingkisan kata2 itu tanpa dapat merasa diamana kakiku tengah berpijak. Namun kau jawab tanyaku.&lt;br /&gt;“mungkin karena aku lahir di taman nan indah penuh mekar bunga, bunga2 plastik, yang dikira cinta, namun dalam kegersangan yang tiada tara. Aku lahir dalam cinta yang tumpah ruah, cinta yang tidak dimengerti sebagai cinta, itu katanya…aku pun tidak mengerti…karena aku pun tak pernah menemukan indikasi2 cinta, namun kata mereka aku lahir karena cinta dua orang yang merasa mencinta.” Ku tatap lamat2 wajahmu yang sendu dengan bibir yang leluasa mengalirkan semua kalimat2 itu, tertahan siratan suatu paham ganjil yang tak ingin kau telanjangi di depanku tentang ada-nya nama-mu. &lt;br /&gt;“jadi mengapa kedengaran aneh? Jika kau lahir dari cinta, harusnya seluruh ada mu di lumuri oleh kenyataan2 yang mengindikasikan cinta. Dapatkah kau memilah paham mana yang dapat dan tidak dapat ku selami?” dengan bulir2 bening dari kelopak indah milikmu, kau coba meyakinkan aku bahwa tak ada paham yang sulit diselami jika aku, dengan tubuhku ku sendiri selami genangan kelam itu, &lt;br /&gt;“satu2 nya indikasi yang kutemukan adalah; dirimu berdiri di setiap dinding ketika mataku menatap, setiap hembusan udara ketika aku bernafas, setiap jejak kaki ketika aku melangkah, setiap hal yang dapat ku jubahi dengan kata ‘setiap’ dalam setiap tingkah yang dapat ku kenakan kata ‘setiap’. Aku berasumsi, mungkin inilah cinta…? Selain dari itu, adalah hidup… hidup yang harus di jalani karena aku telah beruntung dibiarkan hidup dalam selisih waktu yang sulit. Sulitkah kau mengerti ada ku dalam kaitannya dengan nama ini? Dia ada hanya sebagai lambang dari udara yang masih dapat ku hirup, langit yang masih dapat ku tatap, jalan2 yang masih dapat ku tapaki, mimpi yang masih mungkin dapat ku raih…nama ini ada agar hidup yang tanpa nya aku ada menjadi lengkap seolah2 dia ada, bisakah kau mengerti?” dan bulir2 bening itu bicara lebih banyak dari apa yang telah mampu kau jujur-kan dihadapanku. Pikirku melesat jauh menelusuri fenomena kata dengan lima huruf ini yang sering menebar udara penuh virus yang berhasil menumbangkan prinsip yang harusnya berdiri di atas benar dan suci manusia; sepolos ketika ia hadir di tengah2 bumi dengan tangisan ‘selamat datang dunia, sambutlah hadirku’-nya. Sering dalam pengertian dangkal tentang definisi nya yang hanya di tangkap makna gejolak dari rasa yang ada, bertumbangan prinsip diri manusia dengan predikat akal budi dan pikirnya, yang akhirnya meniadakan diri dan dunia sekelilingnya kecuali rasa yang diindikasikan sebagai lima huruf ini. Menyatukan anak manusia laki2 dan perempuan pada rentang waktu terlalu subuh dan patah pada jembatan yang dini, melahirkan bayi polos yang di atas-namakan cinta ini, namun di telanjangi sepanjang hidupnya dari lima huruf ini. Pppffffhhhh…jejak psikologi manusia ini terlalu kompleks, rumit untuk di bahas namun tidak berhenti terus di hadirkan dalam diskusi remaja2 tingting yang sedang mencari ke-diri-an mereka, oleh wanita2 dan pria2 dewasa yang sedang mencari haluan hidupnya, oleh ibu2 dan bapak2 yang sedang berjuang bertahan dalam pelabuhan yang sering goyah oleh pengertian yang semu tentang kata lima huruf ini. Kata raja Solomon, bahwa semua ini telah pernah ada, ada dan akan terus ada, tapi seolah2 selalu ada saja yang baru hendak di bahas, yang akan berakhir pada kesia2an belaka ketika akhirnya manusia terlalu mengikuti naluri rasa tanpa komposisi yang proporsional akan akal dan budi nya. Maka yang terbaik bagi manusia adalah kembali pada hakikat hidupnya sebagaimana dia diciptakan oleh Sang Khalik. Dan aku,  haruskah aku memaksakan definisi ini menyelesak masuk dalam alam pikir dan meresap ke dalam rasaku pada saat2 yang tidak kudeteksi petanya? Tapi Cinta telah merasanya kepadaku, satu2nya hal yang telah membuat nya, setidaknya, mengenal apa makna dari nama yang dilekatkan pada takdirnya.&lt;br /&gt;“dan kau…kenapa namamu hati?” tanyamu agar dunia pikir kita kelihatan simetris, mungkin begitu, aku hanya menduga kedalaman hatimu yang kelihatannya tak akan melanjutkan tanya tentang lima huruf lagi.&lt;br /&gt;“entahlah…aku tidak pernah tau mengapa…sebab aku ada dalam kekosongan hati dari manusia yang harusnya memiliki peradaban, sebab telah lama kita melangkah ke dalam dunia peradaban, meninggalkan kehutan-rimbaan yang membiarkan siapa saja berbuat apa yang dikehendakinya. Aku ada dalam pedih seorang hawa yang harus menanggung aib kesengsaraannya akibat ulah adam dalam peri-kebinatangannya…” mataku menerawang memandang kosong ke hamparan langit yang ada di atas kepala kita mencoba mencerna pengertian yang mestinya ku tangkap dan ku transfer dalam bahasa yang sederhana kepadamu. Namun tetap dalam ingin yang separuh2, sebab menelanjangi aibku di hadapanmu membuatku kecil dan kisut. Kuharap kau mengerti walau kernyit dahimu menyimpan tanya seolah2 acara kita adalah suatu diskusi yang wajib mengupas tuntas segala fenomena yang tampak buram dan harus dipertanggung-jawabkan di hadapan para hakim yang menentukan siapa benar dan salah dalam hal ini dan itu.&lt;br /&gt;“kau mengerti…?” tanyaku, sebab aku mengerti kau hanya akan diam dalam bingung mu karena paham bahwa hati kita seolah2 memaklumatkannya sedemikian. Kau memandangku lagi dengan pandangan yang lekat itu menusuk ke bagian paling dalam di sisi hatiku, seolah2 hendak menekankan bahwa aku mengerti maksudmu, bahwa kau tak perlu bicara mengatakannya, bahwa aku bisa memilih sekarang memberitahunya atau tidak. Dengan gugup yang dengan sedayaku berusaha ku atasi, ku jawab tanya itu dengan gagap kata2ku, kuharap kau memaafkanku dengan ini…&lt;br /&gt;“mmm…, tapi mengertilah akan aku. Semua hal yang perlu kukatakan telah ku rangkum dalam kalimat2 tadi… aku mungkin memperoleh nama itu agar utuh lah ingatan akan keberadaanku akibat dari ulah manusia yang tak punya hati. Dan sepanjang kaji waktu yang telah terpahat dalam persepsiku adalah begini; nama ini ada untuk juga mengingatkan bahwa aku adalah manusia yang diciptakan harusnya punya hati, dengung2an itu juga mengingatkan aku agar berjuang menyikapi hidup sebagai manusia yang utuh punya hati. Sebab aku telah di besarkan dalam dunia yang sepat dan kesat tanpa hati. Takkan dapat kurasakan hal2 yang sama sekali hanya ada di luar inginku. Takkan dapat aku memahami rasamu, mungkin memang karena aku tidak punya hati. Aku hanya tau bagaimana rasanya puas pada three point shot bola basket karena itulah hidupku, disana aku menemukan bahagiaku. Namun jika kau meminta ku menyelam pada rasa tentang namamu, tidak tau kapan aku akan dapat sampai pada pengertian itu. Takkan dapat ku mengerti mengapa seorang ibu menangisi anaknya yang sekarat karena lapar, karena memang aku telah dibesarkan dalam ketiadaan; ketika banjir bandang meluluh lantakkan sekelompok kehidupan aku hanya bisa bertanya pada udara di sekelilingku bagaimana rasanya meratapi seluruh harta benda kita yang musnah, sebab memang aku tak pernah punya apa2; bagaimana rasanya kehilangan seluruh sanak saudara, sebab mungkin karena aku tak hidup dengan siapa2; bagaimana rasanya ketika tidak diperdulikan dan dibiarkan menanggung derita itu tanpa punya satu pegangan, sebab memang aku tidak pernah punya apa2. Aku hanya ada untuk mengembara dalam dunia yang sempit ini, mungkin disini aku sekarang besok entah dimana, dimana saja yang dapat menerima hadirku tanpa menimbulkan tanya manusia2 lain. begini adaku, mungkin saja nama ini ada sebagai peringatan bahwa manusia harusnya mengindikasikan hati kepunyaannya dalam setiap tindak dan lakunya, ku harap kau mengerti…karena tak ada lagi kata2 yang dapat kugunakan untuk menggambarkannya di benakmu…” dan entah mengapa baru kali ini aku dapat dengan tenang menerima pandangan iba yang tersirat di mata yang memandang ke arahku, mungkin karena kau adalah Cinta, entahlah. Karena sesungguhnya, aku selalu hendak memuntahkan seluruh kotak yang berisi serapah yang tersimpan dalam jantungku bagi setiap pandangan iba yang diarahkan padaku karena tidak ubahnya bagaikan senjata jijik bagi pemilik pandangan itu yang ada untuk melindungi istana nya yang tidak ingin disentuh oleh hal yang tidak diinginkannya, ini yang ku benci dari sebuah iba, aku muak. Namun tidak kali ini. Dengan senyum tulusmu kau menyampirkan kehangatan yang luar biasa melalui sinar mata indah itu. Seolah kau hendak katakan bahwa kau mengerti dan sisanya...aku menyerah, aku tidak mengerti apa yang hendak kau katakan dari bahasa mata itu, namun aku nyaman menerimanya. &lt;br /&gt;Di guliran waktu berikutnya, ketika mentari memutuskan kembali ke istananya meninggalkan kita di tengah padang diskusi kita yang tidak berkesudahan, kau berdiri perlahan meninggalkan rerumputan kusut di bekas baringmu yang perlahan berdiri tegak menghirup udara bagi parunya. Kau langkahkan kaki perlahan melawan arus angin yang mengibarkan rambutmu yang terurai indah.&lt;br /&gt;“hendak ke mana kau pergi?” tanyaku, sebab tak ada tempat yang berbeda dari tanah gersang yang sedang kita keloni saat ini. Kau berbalik dan mengisyaratkan agar aku ikut serta melangkah denganmu, di atas padang tandus, yang sejauh mata memandang masih hanya akan ada padang tandus. Kita melangkah bersisian perlahan dan aku tau pada satu ujung titik waktu kita akan melemah dan patah. &lt;br /&gt;“tidakkah lebih baik kita berbaring saja?” undangku agar tindakan konyol ini dihentikan saja.&lt;br /&gt;“lebih baik berjalan, bergerak dan mencari” katamu masih terus melangkah…&lt;br /&gt;“tapi dengan diam saja di satu tempat, kita akan lebih lama bertahan daripada berusaha mencari namun tidak menemukan jua”&lt;br /&gt;“bagaimana kita bisa tau tidak akan menemukan jika kita tidak berusaha menemukannya? Dan tidakkah lebih baik kita sirna dalam perjuangan daripada mati perlahan dalam diam?”&lt;br /&gt;Aku mengerti. Tetap dengan gerutuan dalam hatiku mengapa aku harus ada di tempat gersang ini. Mengapa tak dapat kumengerti tentang ribuan makna yang harusnya dapat ku menegrti sebagai seorang manusia? mengapa aku tak dapat menyelam dalam rasanya? Dan untuk semua kesalahan ini, aku merutuk waktu ketika aku dilahirkan dalam kebodohan yang betah tinggal dalam sudut nuraniku? Dan akhirnya aku mempersalah kan manusia tidak beradab itu yang telah meletakkan aku dalam pemetaan ini berlama2, bahkan seumur hidup yang pernah kujalani. Ah…bodoh sekali. Dan Cinta…entah apa yang dipikirkannya, aku tidak mengerti. Dia hanya melangkah dengan diam disisiku, menapaki tanah tandus berpasir sambil berpikir keras tentang semua makna yang harusnya dapat diselaminya dan mungkin saja hendak mencari ilham untuk sebuah cara agar aku dapat mengerti rasa yang di rasanya dan makna yang mungkin perlahan menyesap dalam akalnya. Namun yang ada hanya fatamorgana hampa. Kaki kami melemah, pasir terasa makin dingin, bintang2 semakin ceria bercengkerama dalam himpunannya, angin semakin semangat berlarian dalam jalurnya seolah hendak mempermainkan kami untuk tidak mencoba melawan kuatnya. Akhirnya kami hanya bisa duduk di tempat yang paling nyaman yang dapat kami jangkau; walau sama saja dengan semua titik di tempat ini, paling tidak, langit semakin gelap dan bintang2 semakin bergerigi dalam kelipannya. Akhirnya kami berbaring dalam semangat yang rapuh tentang pencarian paham dan rasa yang belum dapat kami rangkul; sirna dalam pelukan angin gelap, langit pekat; hanya satu yang menyenangkan, kerlip bintang yang mengucapkan selamat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-9215515675924413577?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/9215515675924413577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/02/pernah-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/9215515675924413577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/9215515675924413577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/02/pernah-ada.html' title='&quot;pernah ada&quot;'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-6406518314808378521</id><published>2010-02-19T20:05:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T20:07:54.804-08:00</updated><title type='text'>apa namanya?</title><content type='html'>Apa namanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sedang tidak mampu mengidentifikasi rasaku dan memberikannya nama…&lt;br /&gt;Ingat lagu “ada yang hilang mengisi relung hatiku...”&lt;br /&gt;Bisakah kah kusebut dengan kata 'hampa'?&lt;br /&gt;Bagaimana kalau 'kosong' saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang apakah hatiku ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa namanya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-6406518314808378521?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/6406518314808378521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/02/apa-namanya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6406518314808378521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6406518314808378521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/02/apa-namanya.html' title='apa namanya?'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7050338910338835853</id><published>2010-02-15T19:52:00.001-08:00</published><updated>2010-02-15T19:56:34.418-08:00</updated><title type='text'>terbang</title><content type='html'>andai bisa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku melangkah tanpa kaki, bekerja tanpa tangan, melihat tanpa mata, berbicara tanpa mulut, mengecap tanpa lidah, mencium tanpa hidung, mendengar tanpa telinga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nggak mungkin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama tidak mungkinnya jika aku harus hidup dengan sesorang tanpa cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi, adakah cinta yang sungguh-sungguh tulus mencinta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta yang menerima aku apa adanya, yang mengerti aku luar dan dalam, yang membiarkan aku tetap terbang bebas di angkasa...toh aku tetap punya hati, aku tau akan pulang ke mana, aku tau siapa yang ku cinta, aku punya alamatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta kah cinta, yang mematikan egoku dan mematahkan sayapku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7050338910338835853?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7050338910338835853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/02/terbang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7050338910338835853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7050338910338835853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/02/terbang.html' title='terbang'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-2089434144591054714</id><published>2010-02-07T23:24:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T23:28:54.538-08:00</updated><title type='text'>...beku...</title><content type='html'>ku rangkai seuantai jalinan kata untuk ungkapkan rasaku...&lt;br /&gt;tanganku terhenti pada empat huruf...&lt;br /&gt;ku hapus lagi, aku ingin seuntai kalimat indah...&lt;br /&gt;tanganku terhenti lagi pada empat huruf...&lt;br /&gt;tak mampu ku kuasai gejolak hatiku...&lt;br /&gt;di perintah nya tanganku...&lt;br /&gt;meski kuat inginku merangkai seuntai kalimat indah...&lt;br /&gt;lagi, hanya terpaku pada empat huruf...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B...E...K...U&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;u&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b e k u&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beku...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-2089434144591054714?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/2089434144591054714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/02/beku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2089434144591054714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2089434144591054714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/02/beku.html' title='...beku...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4978828520527925255</id><published>2010-02-07T23:19:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T23:22:26.368-08:00</updated><title type='text'>inspired by The Corrs' song "one night" ^_^</title><content type='html'>Jika aku ingin tampil cantik, secantik yang aku bisa pahami bahwa kecantikan adalah keunikan setiap individu… itu hanya karena kamu, untuk dirimu dan menggugah hatimu untuk menyadari bahwa aku adalah perempuan yang mendamba sebuah tempat di sisimu selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku ingin merindu, aku ingin meridnukanmu dengan segenap daya yang ada dalam hati dan perasaanku…yang menyerap segala kisah dan ingatan tentangmu sedikit mengobat rindu yang menyakitkan ketika ternyata kau tidak ada dalam jangakauanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku ingin mencinta, aku ingin mencintai dirimu sebagaimana adanya dirimu saat ini. dengan segala kuat dan lemah mu. Dengan segala pesona dan ringkihmu. Dengan segala sayang dan siksa yang kau pernah layangkan dalam sepotong hatiku. Dengan segala dirimu… utuh, jiwa, raga dan hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku ingin menapak masa depan, aku ingin melangkah bersamamu. Melewati detik demi detik kehidupan sambil menghirup nafas cinta yang kau pancarkan dari setiap sendi tubuhmu. Meskipun melewati setiap kerikil-kerikil tajam yang menghadang jalan kita, namun aku ingin ada dalam pelukanmu, menggendongku dan meski kau sudah tak bisa lagi, aku rela ngesot di atas kerikil-kerikil tajam itu…meski terluka, aku masih tetap bahagia berada dalam lingkaran tanganmu yang mengenggam hangat seluruh hidupku…Melewati mimpi-mimpi yang sederhana…meski mimpi terkadang hanyalah mimpi yang pecah di ambang mentari terbit dan kembali ketika mentari pulang, namun mimpi-mimpi itu indah ketika ada kau bersamaku meraihnya…aku bahagia unutk setiap gagal dan berhasilnya, sebab kita berjuang untuk kita…dan itu semua sungguh indah bagiku sebab ada kau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku ingin menikah, aku inginkan kau yang ada disisiku, berjalan menjemput tanganku, membimbing jalanku berdiri di atas altar, mengucap janji suci sambil menatap mataku dengan penuh cinta, menyematkan cincin di jari manisku dan menerima cincin yang sama dijemarimu dariku…yang akan mengecup keningku  tanda kau terima aku secara lahir dan batin dan yang akan  menandatangani surat janji nikah berdampingan dengan tandatanganku. Ketika berjalan keluar gereja dengan sambutan bahagia semua keluarga, masuk dalam acara peradatan, aku inginkan kau dan keluargamu berdampingan dengan aku dan keluargaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku inginkan malam pertama yang indah, aku inginkan kau yang ada bersamaku dalam kesunyian suasana kita berdua. Aku hanya ingin mendengar desah rindumu yang telah tertanam sekian abad perjumpaan kita. Aku hanya inginkan candamu, rayumu dan sentuhanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku inginkan anak-anak mungil dalam kerajaan rumah tanggaku, aku hanya inginkan itu darimu dan hanya ingin mepersembahkan mereka bagimu. Aku ingin mereka mirip kau. Memiliki tubuh kuatmu, memiliki kepintaranmu, memiliki sifat lelakimu untuk anak laki-laki kita dan sifat perempuanku untuk anak perempuan kita. Aku inginkan itu semua hanya bersama denganmu. Sehingga kesatuan kerajaan yang utuh ini kelak akan disatukan oleh kemiripan yang sangat lekat antara kita, seolah-olah kita memang diciptakan untuk bersama. Mmmm….bukan seolah-olah, namun memang diciptkan demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku ingin belajar lebih lagi menjadi seorang wanita yang utuh, aku ingin melakukannya hanya untukmu. Agar sempurna keberadaanmu sebagai lelaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aku inginkan semua hal ini, aku inginkan itu hanya bersamamu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4978828520527925255?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4978828520527925255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/02/inspired-by-corrs-song-one-night.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4978828520527925255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4978828520527925255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/02/inspired-by-corrs-song-one-night.html' title='inspired by The Corrs&apos; song &quot;one night&quot; ^_^'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-935753435395965014</id><published>2010-02-07T23:16:00.000-08:00</published><updated>2010-02-07T23:19:13.618-08:00</updated><title type='text'>full...</title><content type='html'>Aku sudah berjuang menahanmu di gerbang hatiku agar tak leluasa masuk dan mengobrak-abrik isinya…namun cintamu terlalu kuat dan besar sehingga mampu membobol dan merusak kuncinya dan kau masuk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tau apa yang terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sekejap mata, kau jajah seluruh isi hatiku, kau mengadakan invansi besar2an, dan tidak lama berhasil menguasai seluruh luas hatiku tanpa menyisakan se-senti pun, setidaknya agar aku dapat sedikit bernapas…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekejap mata, kau obrak-abrik seluruh isinya, kau ubah susunan yang ada di dalamnya, kau hancurkan semua materi yang pernah ada di dalamnya, kau sapu bersih semua sisa-sisa profil yang tidak sempat ku buang dan dengan bangga kau rengkuh utuhnya hanya untukmu seorang….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekejap mata, kau undang jantungku hanya agar berdetak kencang untuk kuasa cinta yang sedang kau tanam kuat dalam setiap inci hatiku, kau menjalin kerjasama dengan darahku agar mereka hanya akan tersirap demi mendengar, merasa, melihat dan melibatkan segala sesuatu yang hanya tentang dirimu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekejap mata, seluruh getar dan debar yang mampu diadakan oleh tubuhku hanya dapat bergerak jika hanya bersinggungan dengan diri dan duniamu…&lt;br /&gt;Aku hampir tak dapat menguasai sisa diriku yang ada untuk sekedar menyadarkan aku untuk bernapas bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hampir tidak punya ruang lagi untuk bisa memikirkan yang lain selain dirimu…&lt;br /&gt;Pernyataan ini meluap dengan segenap daya yang membuatnya merebak keluar tanpa aku pun berkuasa untuk menahannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untukmu yang sedang berdiri menatap utuh kita meski esok enggan berterus terang tentang betahnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-935753435395965014?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/935753435395965014/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/02/full.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/935753435395965014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/935753435395965014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/02/full.html' title='full...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-1555431673123544029</id><published>2010-01-18T19:00:00.000-08:00</published><updated>2010-01-18T19:03:42.239-08:00</updated><title type='text'>sekarat</title><content type='html'>aku tidak tau apa yang sedang menimpa hati dan perasaan saat ini, hanya ingin nyatakan satu kata bahwa mungkin dia sekarat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam diam dia bergerak dan merjelaga menahan perihnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-1555431673123544029?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/1555431673123544029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/01/sekarat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1555431673123544029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1555431673123544029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/01/sekarat.html' title='sekarat'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-6777384930165094341</id><published>2010-01-14T18:05:00.000-08:00</published><updated>2010-01-14T18:12:48.283-08:00</updated><title type='text'>jati tumbang</title><content type='html'>fantasiku melayang merambah langit-langit jiwa perempuanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua tentangmu saat ini...hanya kamu.&lt;br /&gt;kamu yang baru lahir dalam hitungan detik jam namun dinamit lubukmu meledak di batas pintu yang kita buka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, gila...&lt;br /&gt;hanya gumam yang sementara dapat mengusir persepsi guilty tentang jati diri hatiku sejak detik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;enyah saja kau... bisikku dalam kalbu, meski seiringnya kujamah semua wujudmu dalam sentuhan fanaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;impiku pun melayang jauh...hendak merangkaikan sayapku dalam paruhmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagu ini...&lt;br /&gt;apalgi jika bukan tentang kau yang tengah leluasa mengubek-ubek isi jantungku, jantung perempuan yang sejenak sadar telah melepas makna cinta yang sesungguhnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S.I. 0110&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-6777384930165094341?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/6777384930165094341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/01/jati-tumbang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6777384930165094341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6777384930165094341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2010/01/jati-tumbang.html' title='jati tumbang'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-2043553064383922128</id><published>2009-12-12T00:37:00.000-08:00</published><updated>2009-12-12T01:13:47.867-08:00</updated><title type='text'>hanya ingin bernyanyi...</title><content type='html'>bernyanyi dengan kalbu dalam bahasa diam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagu gembira, karena cinta ternyata tak dapat kulukiskan serupa langit ke tujuh yang tak memiliki wujud dalam bahasa manusia dan tak dapat ditangkap oleh huruf2 latin...&lt;br /&gt;lagu bahagia, karena rasanya ternyata tak dapat diidentifikasi serupa awan2 yang berlapis2 tak jua dapat ditangkap kuasku untuk diintegrasikan di atas kanvas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sisi lain satu orkestra tengah memainkan peran serupa dengan tema yang berbeda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagu miris, karena di depan kabut tebal menjuntai dan hendak meumpahkan hujan lebat ditemani badai...&lt;br /&gt;senandung luka, karena rinainya serupa sembilu yang siap mengiris-iris jantungku yang sedang berdegup tak teratur karena cinta...&lt;br /&gt;lagu duka, karena aku tau tak akan mampu berdiri di atas ikrarku sendiri tanpa mereka yang telah seumur hidupku berjuang demi 'cinta' yang sebenarnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa ini? tanyaku pada kelu, karena tak berani aku bertanya pada nyata...&lt;br /&gt;mengapa begini? tanyaku lagi pada pasrah, karena perjuanganku melemah pada titik yang berbentuk dari angle bahagia...&lt;br /&gt;apa ini? tanyaku dalam lelah menanggung bahagia dan derita cinta yang tengah mengintip hendak menghunjamkan taringnya tepat di pusat jantungku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun puncak perih tetap ada pada kenyataan yang mungkin akan menyerahkan peran seorang pembunuh pada tanganku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pergilah sebelum semua terjadi (teriakku hanya dalam hati dengan bahasa diam)&lt;br /&gt;meski aku pun tak ingin sendiri dalam bahagia yang tak dapat kulukiskan ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa ini?" tanya ini berdentum-dentum berulang, berdengung, bergema di dinding hatiku yang tengah memeras darah bagi derita akibat dari sebab yang sama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya ingin bernyanyi...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-2043553064383922128?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/2043553064383922128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/12/hanya-ingin-bernyanyi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2043553064383922128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2043553064383922128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/12/hanya-ingin-bernyanyi.html' title='hanya ingin bernyanyi...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-1143840850138170048</id><published>2009-12-01T08:00:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T08:18:48.243-08:00</updated><title type='text'>jauh...</title><content type='html'>jauh...&lt;br /&gt;definisi yang jelas menerangkan jarak kita...&lt;br /&gt;tubuh...jiwa...hati...pikiran...dan kehendak kita...&lt;br /&gt;tidak ada satu hal yang memampukan aku untuk dapat melihat bahwa ada sedikit kedekatan yang mempersempit jarak yang luas ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-1143840850138170048?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/1143840850138170048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/12/jauh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1143840850138170048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/1143840850138170048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/12/jauh.html' title='jauh...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-5357035462959602992</id><published>2009-11-29T22:21:00.000-08:00</published><updated>2009-11-29T22:36:16.083-08:00</updated><title type='text'>30 november 2009</title><content type='html'>persis sebulan...&lt;br /&gt;speechless...&lt;br /&gt;alias nggak tau mau bilang apa...&lt;br /&gt;in fact, i've done my best...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata hatiku, jika memang aku udah lakukan sebisa dan semampuku dengan mengerahkan segala daya dan kekuatan mental, apapun hasilnya...jangan kecewa... for God is doing His partake. bukankah begitu wahai jiwaku?hehehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum pernah satupun pernyataan yang menyangkut masalah ini keluar darimu... entahlah... entah apa yang kau pikirkan...&lt;br /&gt;jika benar seperti dugaanku, bahwa kau terlalu marah, harus berapa kali dan berapa lama lagi aku minta maaf dan menunggu?&lt;br /&gt;jika benar kau sama sekali tidak acuh, tidak peduli, harusnya kan kau bilang dengan berterus terang, aku kan udah bilang bahwa aku akan baik2 saja kayak lagu nya Pingkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi 30 hari sudah selesai...&lt;br /&gt;aku berharap... meski komitmenku untuk break all these 30 days telah berjalan dengan perjuangan dan selesai...aku masih bisa melakukannya seperti biasa... jika pun tidak lagi, aku minta maaf...itu berarti aku sedang menunggu kau yang berkata2 dan bercerita entah tentang apa saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di mana nanti ujung dari perjuangan ini? aku pun nggak tau... kuncinya ada dalam hatimu... kau tinggal bilang dan aku pun akan mengerti...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-5357035462959602992?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/5357035462959602992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/30-november-2009.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5357035462959602992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5357035462959602992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/30-november-2009.html' title='30 november 2009'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-6229235060675044149</id><published>2009-11-25T21:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T21:36:15.608-08:00</updated><title type='text'>'aku ingin jalan ke depan'</title><content type='html'>Tuhan, aku ingin terus melangkahkan kakiku ke arah depan...teriakku dalam hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menoleh ke belakang membuat langkahku berat dan kadang terhenti, berpikir seolah aku tidak layak sama sekali untuk mengambil tapak2 yang telah disediakan untuk jejakku demi begitu banyak bercak noda yang hinggap di kaki dan sepatuku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengingat masa lalu membuatku menangisi diriku yang ternyata terbuat dari materi2 busuk hasil dari uraian sampah2 yang bau dan sama sekali tidak layak ditempatkan di muka bumi ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengenang setiap detik dalam hitungan mundur hidupku membuatku ingin menumpahkan semua air yang mampu dikandung oleh mataku, meski itupun takkan cukup menghapus semua kenangan yang semakin menyudutkan aku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpikir tentang semua langkah2 yang harusnya tidak demikian andai aku punya sedikit saja pengetahuan tentang hidup dan dunia ini...meski aku pun tidak mungkin salahkan diriku yang memang masih harus belajar banyak dari hidup...hidup yang darinya kerapkali menghempas kemanusiaan seorang manusia seperiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan melamunkan semua itu ku tau adalah hal yang sia2 sama sekali. tidak pernah ada gunanya kecuali semakin memojokkan diriku terpuruk di lembar2 rapuh halaman hidupku jika pernah kuandaikan hidup ini laksana sebuah buku yang setiap hari adalah setiap halaman di mana kita menuliskan cerita dan kisah...di bab terakhir akan ada kata sambutan dari Tuhan yang telah men-sponsori pengadaan buku itu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa kah kiranya yang mungkin akan dikatakanNya dalam kata penutup bab itu tentang cerita yang telah ku susun di dalamnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku kembali mengandai2...sejuta andai2 menggelayut di dalam benakku dan kukalungkan dalam pikirku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;andai dapat aku memperoleh cat yang bermerek kekekalan, aku ingin menindih semua layar2 di belakangku menjadi putih sehingga dalam persepsiku aku melihat bahwa tidak terekam apa2 yang akan sangat mendukakan Pencipta ku, dan tidak menyempitkan arti diriku di dalam persepsi ku sendiri...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini sangat sulit...tidak akan ada nama cat itu, belum dan mungkin tidak akan pernah diproduksi jaman sekarang atau pada jaman yang akan datang. sebab Dia dengan segala kuasaNya telah menjadikan segala sesuatu seturut dengan kehendakNya dan aku percaya itu yang terbaik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membiarkan semua kenangan2, guratan2 masa lalu itu tetap ada dan menjadi sejarah dalam hidup setiap orang...adalah agar setiap manusia berpikir bahwa memang 'i'm a wreck' dan sama sekali tidak layak menyandang gelar 'suci' atau sebagai 'kudus'..&lt;br /&gt;sama sekali tidak...sehingga jika aku kembali pada kesimpulan bahwa aku adalah hina dan tidak berarti apa2...itu mutlak BENAR...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well...aku ingin kembali pada Dia sang pemilik segala suci dan kudus...hanya dalam Dia aku dapat memperolehnya. hanya di dalam Dia aku dapat mengrtikan arti kudus dan suci yang sebenarnya...hanya di dalam darahNya yang sudah tumpah untuk mencuci semua noda dan kotoran yang menempel padaku, agar aku layak maju ke depan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-6229235060675044149?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/6229235060675044149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/aku-ingin-jalan-ke-depan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6229235060675044149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6229235060675044149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/aku-ingin-jalan-ke-depan.html' title='&apos;aku ingin jalan ke depan&apos;'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-107974054993215357</id><published>2009-11-24T15:42:00.000-08:00</published><updated>2009-11-24T15:57:45.802-08:00</updated><title type='text'>"Your loving kindness"</title><content type='html'>Your loving kindness...&lt;br /&gt;is better than life...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengen nyanyiin lagu itu. kayaknya dalam masa2 kacau seperti ini, hal yang terbaik yang dapat ku lakukan hanya berdiam diri, duduk dengan tenang dan menyadari otoritas Allah dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mesti kembali pada hakikatku sebagai manusia ciptaan. jadi terserah Pencipta aku ini mau diapain...well, dalam artian aku sudah berjuang, berharap dan berdoa...dan jika pada akhirnya Tuhan bilang ini atau itu, sesuai atau tidak dengan apa yang aku harapkan, itulah bagian dari rencanaNya..jadi apa lagi yang membuatku kacau coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali ke lagu di atas...&lt;br /&gt;sesungguhnya kebaikan Tuhan dalam hidupku sudah sangat lebih dari hidup itu sendiri. aku diberi kehidupan, dilimpahi berkat setiap hari, diberi anugrah untuk dapat mengenal, merasakan, memiliki dan semakin dekat padaNya saja sudah merupakan anugrah yang luar biasa dalam hidup...apalagi yang kurang coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku diijinkan lahir di tengan keluargaku, punya mom and dad yang luar biasa, punya saudara2 yang luar biasa dan menjalani perjalanan hidup yang sedemikian rupa, semua adalah karena penyertaan dan kasihNya yang sempurna semata. jadi sesungguhnya apa lagi yang kurang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well...aku jujur mengakui...ini sangat jujur dari dalam lubuk hatiku yang paaaaaaaliiiing dalam...meski ini semua aku ketahui dan kusadari sungguh sangat benar, so what? untuk meng aplikasikan nya dengan nyata sungguh sangat sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sulit membayangkan betapa hal2 yang sangat kuinginkan dan kuharapkan tidak terjadi, meski aku sadari bahwa itu adalah bagian dari rencana Tuhan. lain hal jika memang aku yang kurang berusaha dan berjuang, ini mah konsekuensi logis namanya.&lt;br /&gt;sulit membayangkan hal2 yang sama sekali tidak pernah terbersit dalam pikiranku akan terjadi...&lt;br /&gt;sulit jika melalui diriku yang tidka seberapa ini pun aku tidak bisa memberi sesuai dengan yang keluarga harapkan dariku...&lt;br /&gt;sulit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lho...emang sejak kapan praktek lebih gampang dari teori?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entahah, isi semua tulisan inipun sesungguhnya adalah buah dari kekacauan pikiranku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kuperlukan hanyalah menjadi tenang, duduk diam dan menyadari bahwa Dia adalah Allah... hanya itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya Dia lah Allah...yang menjadikan seluruh langit dan bumi, yang memeliharaNya, yang merancang segala kebaikan dalamnya, yang menjadikanku dalam kandungan ibuku, yan telah memilih aku bahkan sebelum dunia dijadikan, yang merancangkan time-line dalam hidupku, dan yang setia pada janjiNya, dan tidak akan pernah meninggalkan aku... dan masih banyak lagi hal2 yang tidak terhitung tentang Dia dan yang dilakukanNya dalam hidupku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mesti percaya bahwa apapun yang terjadi, adalah potongan2 kecil dari penggenapan rencanaNya dalam hidupku...mengapa ku mesti kwatir dan menjadi kacau? bukankah Dia akan tetap jalankan dan jadikan segala yang baik dalam hidupku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kuperlu hanya duduk diam dan percaya, dan menyadari bahwa Dia lah Allah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Your loving kindness...&lt;br /&gt;id better than life... ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-107974054993215357?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/107974054993215357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/your-loving-kindness.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/107974054993215357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/107974054993215357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/your-loving-kindness.html' title='&quot;Your loving kindness&quot;'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7240576440203556065</id><published>2009-11-17T22:14:00.000-08:00</published><updated>2009-11-17T22:55:34.368-08:00</updated><title type='text'>...capek we...</title><content type='html'>capek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya nggak terlalu sih... cuman emang capek (nah lho... ???)... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;capek dikejar2 deadline...capek ditekan oleh keterbatasan kemampuan berpikir...capek menahan lonjakan impian yang makin lama makin kelihatan menjauh sementara asa tinggal separuh-separuh...capek mikirin hidup...capek mikirin besok hari...capek mikirin yang sedang terjadi...capek mikirin hari kemaren...nah lho, bodoh kan gw? ngapain dipikirin coba? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nih, baru aja selesai ujian prolegomena yang aduhai... tidak dapat dideskripsikan alias indescribable feeling hug me for this subject...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semangatku sungguh besar untuk dapat mengerti karena emang aku suka banget sama makul yang sebiji ini...curious dengan keterkaitan ke-Kristen-an dengan segala sesuatu di muka bumi...kaitannya dengan psikologi, dengan filsafat, dengan subject yang sedang kuhadapi...pokoknya dengan segala sesuatu deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku suka mendapat makanan keras ini, walaupun sesungguhnya level kemampuanku tidak dapat dengan mudah mengunyah dan mencernanya. aku suka tantangan yang diberikan dalam cara ku mempelajari sesuatu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well...aku suka baca tentang segala sesuatu yang ada kaitannya sampai aku merasa minus kacamataku semakin naik, udah perlu diganti nih, cuma belum ada suntikan dana (ada nggak yang mau nyumbang? hehehe....kirim ke rek. 12347******** atas nama ku ya, untuk lebih jelasnya hubungin nomor berikut 1013********...) jadilah kepalaku pening berputar2 serasa ingin lari2 ke lapangan atau renang di kolam renang atau mendaki gunung atau ke dufan naik halilintar mau teriak2 sepuasnya...hhhh...capek kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus udah baca gitu, bukannya bisa langsung dapet esensi nya, bodoh kan gw? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, alhasil ujian pun dimulai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sukses kembali terulang... soal ujian? jangan ditanya, aku dapet semua, jelas aja, semua soal kan dibagi secara gratis, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus bisa dijawab nggak? o...tentu saja bisa...semua dijawab dengan tuntas dan rebes...nggak ada yang tersisa..hebat kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah...jawabannya ini sekarang...bisa nggak dapat 100 lagi? hehehe....kalo yang ini mah nyerah, satu soal aja aku periksa sendiri udah ketahuan salahnya...padahal jawabannya begitu jelas terpampang di catatanku, tinggal baca dan hapal doang... hhhfffff..... capek kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tarhona (bah.planet artinya sempat2nya) pula baca yang susah-susah dulu, ngerti bahasa2 tingkat tinggi dulu, buku catatan sendiri di-ignore...bodoh banget kan gw? aduh mami....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;capek kan? nah, mikirin yang ini aja udah capek...apalagi mikirin, besok ada lagi ujian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi hatiku bilang bahwa hidup emang capek... you just need to take a time to refresh and get peps back...Chiayo...!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7240576440203556065?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7240576440203556065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/capek-we.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7240576440203556065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7240576440203556065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/capek-we.html' title='...capek we...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-2759056132357180205</id><published>2009-11-15T01:15:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T01:17:12.744-08:00</updated><title type='text'>lagi pengen nyanyiin lagu ini (ungkapan dari hati yang paling dalam ??? ^_^)</title><content type='html'>CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR&lt;br /&gt;by, Sherina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya tak ada yang mampu&lt;br /&gt;mengajakku untuk bertahan&lt;br /&gt;di kala sedih&lt;br /&gt;sebelumnya ku ikat hatiku&lt;br /&gt;hanya untuk aku seorang&lt;br /&gt;sekarang kau di sini hilang rasanya &lt;br /&gt;semua bimbang tangis kesepian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;kau buat aku bertanya&lt;br /&gt;kau buat aku mencari&lt;br /&gt;tentang rasa ini&lt;br /&gt;aku tak mengerti&lt;br /&gt;akankah sama jadinya&lt;br /&gt;bila bukan kamu&lt;br /&gt;lalu senyummu menyadarkanku&lt;br /&gt;kau cinta pertama dan terakhirku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelumnya tak mudah bagiku&lt;br /&gt;tertawa sendiri di kehidupan&lt;br /&gt;yang kelam ini&lt;br /&gt;sebelumnya rasanya tak perlu&lt;br /&gt;membagi kisahku saat ada yang mengerti&lt;br /&gt;sekarang kau di sini hilang rasanya&lt;br /&gt;semua bimbang tangis kesepian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;repeat reff&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila suatu saat kau harus pergi&lt;br /&gt;jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik&lt;br /&gt;karena senyummu menyadarkanku&lt;br /&gt;kaulah cinta pertama dan terakhirku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;repeat reff&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-2759056132357180205?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/2759056132357180205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/lagi-pengen-nyanyiin-lagu-ini-ungkapan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2759056132357180205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2759056132357180205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/lagi-pengen-nyanyiin-lagu-ini-ungkapan.html' title='lagi pengen nyanyiin lagu ini (ungkapan dari hati yang paling dalam ??? ^_^)'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7962958964735214069</id><published>2009-11-14T19:21:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T19:32:55.632-08:00</updated><title type='text'>kacau...</title><content type='html'>aku mau bilang apa lagi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan satu kata "kacau" mungkin sudah cukup menjelaskan bahwa segala sesuatu sedang dalam chaozzzz....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sendiri bingung dengan hati dan perasaanku, aku bingung mengidentifikasi apakah yang benar dan tidak, apakah yang kuinginkan dan tidak kuinginkan, apakah aku sedang berada pada posisi yang benar menurut kehendak hatiku atau tidak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, dengan sejuta pertanyaan di atas saja sudah mengindikasikan bahwa aku sendiri adalah kacau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa semua pertanyaan mengarah pada "aku", apa yang ku inginkan dan apa mauku, dan apakah aku bahagia, dan aku, aku, aku, aku, aku, aku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapan aku bertanya tentang apa maunya Tuhan tentang segala sesuatu dalam hidupku? mengapa ketika ketidaknyamanan melanda, aku bertanya apakah aku suka... yang harusnya aku bertanya 'apa sih Tuhan yang sedang salah?'...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gila kan gw?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7962958964735214069?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7962958964735214069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/kacau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7962958964735214069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7962958964735214069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/kacau.html' title='kacau...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-8105046380590403213</id><published>2009-11-14T05:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-14T05:24:05.702-08:00</updated><title type='text'>andai kau datang dengan isi hati yang sama dengan lagu ini...^_^</title><content type='html'>"If You're Not The One"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If you’re not the one then why does my soul feel glad today?&lt;br /&gt;If you’re not the one then why does my hand fit yours this way?&lt;br /&gt;If you are not mine then why does your heart return my call&lt;br /&gt;If you are not mine would I have the strength to stand at all&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'll never know whatthe future brings &lt;br /&gt;But I know you're here with me now&lt;br /&gt;We’ll make it through &lt;br /&gt;And I hope you are the one I share my life with&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand&lt;br /&gt;If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am?&lt;br /&gt;Is there any way that I can stay in your arms?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If I don’t need you then why am I crying on my bed?&lt;br /&gt;If I don’t need you then why does your name resound in my head?&lt;br /&gt;If you’re not for me then why does this distance maim my life?&lt;br /&gt;If you’re not for me then why do I dream of you as my wife?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don’t know why you’re so far away &lt;br /&gt;But I know that this much is true&lt;br /&gt;We’ll make it through &lt;br /&gt;And I hope you are the one I share my life with&lt;br /&gt;And I wish that you could be the one I die with&lt;br /&gt;And I pray in you’re the one I build my home with&lt;br /&gt;I hope I love you all my life&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand&lt;br /&gt;If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am&lt;br /&gt;Is there any way that I can stay in your arms?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Cause I miss you, body and soul so strong that it takes my breath away&lt;br /&gt;And I breathe you into my heart and pray for the strength to stand today&lt;br /&gt;‘Cause I love you, whether it’s wrong or right&lt;br /&gt;And though I can’t be with you tonight&lt;br /&gt;You know my heart is by your side&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I don’t want to run away but I can’t take it, I don’t understand&lt;br /&gt;If I’m not made for you then why does my heart tell me that I am&lt;br /&gt;Is there any way that I could stay in your arms...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by. Daniel Bedingfield&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-8105046380590403213?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/8105046380590403213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/andai-kau-datang-dengan-isi-hati-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8105046380590403213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8105046380590403213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/andai-kau-datang-dengan-isi-hati-yang.html' title='andai kau datang dengan isi hati yang sama dengan lagu ini...^_^'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4896106742598577868</id><published>2009-11-13T02:52:00.000-08:00</published><updated>2009-11-13T03:18:10.168-08:00</updated><title type='text'>aku tidaklah sempurna...</title><content type='html'>ingin bercerita pada Dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angkat saja aku dan bawa aku di pundakMu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...melewati jalan2 yang terlalu panjang ini... kadang terlalu lebar bagiku sehingga aku tidak tau harus berjalan di sisi yang mana, kadang terlalu sempit sehingga aku terlalu lelah dan kehabisan energi untuk melangkah lagi, kadang cabangnya terlalu banyak dan menggoda sehingga aku terlalu bingung untuk melangkah ke arah yang mana... bisakah Kau angkat saja aku di pundakMu dan bawa aku ke mana saja Kau mau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...melewati detik2 yang Kau anugerahkan bagiku... kadang kelihatan terlalu banyak sehingga rasanya aku tidak sanggup untuk mempergunakan setiap detiknya untuk hal yang Kau sukai, kadang kelihatannya terlalu sedikit dan aku seolah2 seperti orang tidak tau terimakasih mempergunakannya dengan bersungut2, kadang rasanya semua butir2 detik itu adalah layak diberikan untukku sehingga tanpa hikmat kupergunakan semauku dan kadang kebuang begitu saja berceceran di sepanjang sisi jejakku... bisakah Kau angkat saja aku di pundakMu dan bantu menjalin butir2 detik waktu itu sehingga dapat ku rangkai sebuah untaian jalinan waktu yang indah buatMu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...melewati setiap ujian dan cobaan yang Kau hadiahkan buatku... kadang kelihatan terlalu berat dan tak dapat kupikul lagi sehingga aku seringkali berhenti dan berpaling, kadang dengan sukacita dan sadar diri kuterima dan mulutku menyalahkan Engkau, kadang terlalu menyakitkan sehingga aku memilih untuk melarikan diri agar aku tidak merasakan apa2 dan tidak mendapat apa2... bisakah Kau angkat saja aku di pundakMu dan bantu aku melewati dan merasakannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...melewati timeline yang telah Kau rancangkan dalam hidupku... kadang terasa begitu berat sehingga seringkali aku mengeluh dan tidak bersyukur, kadang kelihatan seperti tida berarti sehingga aku seringkali melihat hidup orang lain dan aku nelangsa, kadang sepertinya segala sesuatu tidak adil sehingga aku merutuk dalam hati dan menuntut kepadamu (bukankah ini adalah sikap ke-tidaktau-dirian dari seorang yang telah dilimpahi hidup sedemikian berharga?), kadang kelihatan terlalu kompleks sehingga kupilih untuk tidak menyentuh beberapa bagian darinya dan aku vakum, kadang terlihat begitu melelahkan sehingga kuputuskan untuk diam... bisakah Kau angkat saja aku di pundakMu dan bantu aku meniti setiap inci dari timeline yang telah Engkau tetapkan bagiku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lengkap sudah ketidaksempurnaanku...dan setiap kali aku menyadari bahwa aku sama sekali sangat jauh dari kata sifat itu, aku ingin meringkuk saja di sudut hatiMu, bahkan sangat ingin bersembunyi dari wajahMu meski aku tahu tempat persembunyianku pun ternyata adalah salah satu sudut potongan hatiMu... bagaimana mungkin aku berkata bahwa aku sembunyi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru beberapa detik hitungan waktuMu aku merasa sungguh aku sempurna dalam genggamanMu...aku berani terbang tinggi meski terhempas lagi karena Kau, aku berani berlari kencang meski terjatuh karena Kau, aku berani teriak dengan lantang meski di caci karena Kau, dan sejuta makna lagi yang mampu diproduksi oleh tubuh dan jiwaku karena Kau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekarang aku kembali pada hakikatku yang sesungguhnya bahwa aku ternyata adalah aku yang tidak ada apa2nya sama sekali... bahkan untuk melakukan sesuatu dengan alasan 'karena Kau' pun aku telah tidak punya tenaga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisakah Kau angkat saja aku di pundakMu dan kembalikan aku ke tempat di mana harusnya aku berada dalam pemetaanMU?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa, aku berharap dalam lemah ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4896106742598577868?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4896106742598577868/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/aku-tidaklah-sempurna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4896106742598577868'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4896106742598577868'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/aku-tidaklah-sempurna.html' title='aku tidaklah sempurna...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-831077234120703486</id><published>2009-11-11T03:16:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T03:19:58.285-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biblical'/><title type='text'>"Christ-like"  (kotbah remaja)</title><content type='html'>Daging atau Roh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galatia 5:16-26&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CIT  : Pilihan untuk hidup menurut kedagingan atau Roh.&lt;br /&gt;CIS  : Kita, orang percaya, mesti hidup di dalam Roh kebenaran yang                           tampak dari buah hidup yang kita hasilkan.&lt;br /&gt;M. O.   : Hidup Orang Percaya &lt;br /&gt;S. O.  : Jemaat akan menyadari statusnya sebagai kepunyaan Allah yang mesti hidup dalam Roh dan kebenaran serta menghidupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pohon pasti menghasilkan buah yang sesuai dengan sebutannya dan dikenal semua orang dengan nama tersebut. Contoh, pohon appel, pasti akan menghasilkan buah appel. Demikian juga pohon durian, pasti berbunga dan berbuah durian. Tidak pernah pohon appel menghasilkan buah durian, dan sebaliknya. Masing-masing buah yang dihasilkan oleh pohon tersebut sesuai dengan namanya.&lt;br /&gt;Demikian juga kita. Seluruh buah yang kita hasilkan; buah pikir, hati dan perbuatan kita, sesuai dengan identitas kita. Apakah baik atau buruk, tergantung dari apa yang kita yakini dan putuskan untuk lakukan. &lt;br /&gt;TS: Pertanyaannya, buah apakah yang telah aku hasilkan, terlebih setelah menerima Yesus dan mengaku bahwa Dia adalah Tuhanku. Apakah buahku menunjukkan bahwa aku adalah milik-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Daging&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penjelasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hidup orang yang Kristen yang telah dimerdekakan mestinya hidup dalam Roh, suatu keadaan yang kontras dengan kehidupan sebelumnya, yaitu dalam kedagingan.&lt;br /&gt;2. Galatia 5:19-21 … “perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.”&lt;br /&gt;3. hidup yang tidak layak dalam bagian kerajaan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ilustrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang akuntan, yang seluruh kemampuan pikir dan tindakannya adalah untuk menangani keuangan perusahaan, tidak layak dipekerjakan di rumah sakit menggantikan dokter. Begitu juga sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Aplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebagai orang percaya, anak kepunyaan Allah, mestinya hidup di dalam Roh dan berbalik dari hidup yang dikuasai oleh keinginan daging.&lt;br /&gt;TS: Bagaimanakah hidup yang dipenuhi oleh Roh? Buah apakah yang harusnya tampak dalam hidupku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Roh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penjelasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Galatia 5:22-23…”tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ilustrasi&lt;br /&gt;(menggunakan media gambar hati yang di atasnya di isi dengan kartu-kartu berisikan sifat-sifat kedagingan) bayangkan, ini adalah gambar hati kita sebelum hidup dalam Tuhan. Ketika kita dimerdekakan dari dosa, menjadi kepunyaanNya dan hidup di dalam Roh, satu per satu sifat ini tergeser keluar digantikan oleh buah Roh (sembari menggantikan kartu sifat kedagingan dengan kartu bertulisakn buah Roh satu per satu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Aplikasi&lt;br /&gt;Hiduplah dalam Roh, agar satu per satu sifat tadi berganti dan hidupmu berubah. Kolose 3:12 “karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya...”&lt;br /&gt;TS: Sulit? Perubahan semakin serupa seperti Kristus adalah proses seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Panggilan anak-anak kepunyaan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penjelasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Galatia 5:24,25…”…barangsiapa milik KristusYesus, ia telah menyalibkan daging…Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh…”&lt;br /&gt;2. Untuk hidup sesuai dengan perintah Allah, adalah keputusan dari iman percaya untuk melawan nafsu yang tentu tidak mudah.&lt;br /&gt;a.  Ilustrasi&lt;br /&gt;I Petrus 1:8; keinginan-keinginan daging yang sedang kita lawan, seperti singa yang mengaum-aum mencari mangsa, senantiasa menggoda kita untuk kembali melakukannya.&lt;br /&gt;b. Aplikasi&lt;br /&gt;I Petrus 1:9-10; lawanlah keinginan-keinginan daging dengan iman teguh, sebab Allah lah yang melengkapi dan meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan.&lt;br /&gt;TS: Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Respons&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penjelasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hidup yang dipimpin oleh Roh adalah hidup dalam pengertian Firman yang benar.&lt;br /&gt;2. Pengenalan akan Roh Kudus dan kehendak-kehendakNya hanya terjadi dalam komunikasi hubungan yang erat dalam persekutuan denganNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ilustrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pokok anggur dan rantingnya. Yohanes 15:4-5. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Aplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Putuskanlah untuk hidup benar dalam Roh mulai saat ini.&lt;br /&gt;2. Buatlah komitmen mempunyai waktu untuk Tuhan setiap hari membaca Firman dan berdoa dan melakukannya.&lt;br /&gt;3. Hiduplah bersukacita dan bersyukur karena kita telah dimerdekakan dan dipilih untuk menjadi tempat kediaman Roh-Nya.&lt;br /&gt; TS: Maukah kita jadi berkat melalui buah yang kita hasilkan setiap hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terbayang kesulitan yang akan kita hadapi. Sulit untuk meredam amarah ketika rumah tidak menyenangkan, sulit untuk menguasai rasa iri atas barang kepunyaan teman, sulit untuk tidak mengidolakan aktor aktris beken yang membuat kita menduakan Tuhan, sulit meninggalkan semua ha-hal enak dan menyenangkan itu. Tapi bukankah darah penebusan yang dicurahkan Yesus jauh lebih mahal, berharga dan indah?&lt;br /&gt;Katakan pada Tuhan bahwa kau mau ikut dan hidup dalam Roh, menjadi buah yang enak bagi siapa saja terutama bagi Dia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-831077234120703486?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/831077234120703486/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/christ-like-kotbah-remaja.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/831077234120703486'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/831077234120703486'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/christ-like-kotbah-remaja.html' title='&quot;Christ-like&quot;  (kotbah remaja)'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-3014841653108776532</id><published>2009-11-11T03:05:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T03:08:20.443-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biblical'/><title type='text'>Why Does God Allow Evil?</title><content type='html'>Introduction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We ignore evil when it doesn’t hit us in the face, we are surprised by evil when it does, we react in immature and dangerous ways as a result. Some philosophers and psychologist have tried to make out that evil is simply the shadow side of good; that it’s part of the necessary balance in the world, and that we must avoid too much dualism, too much polarization between good and evil (Wright 2006, p. 24).&lt;br /&gt;The statement above reflects how this world, mostly in Christianity, sink in the blur understanding what it is evil. This fact draw human to a misleading path of life that it should be walked on. In this context, the Christian is the focus of discussion, how would believer take a decision to understand what is Christianity, what is the enemy and know why and how.&lt;br /&gt;This paper will be filled of the discussions to find the answers. Furthermore, this can be a lesson to reflect on in order to grow more in understanding of God’s heart, mind and will, as a lesson to keep in the right understanding to stand in God’s purpose for His Glory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. The Origin of Evil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. What is the devil &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The name for the Devil itself is formulated variously from one essential meaning that is the enemy of God. As stated in Grudem (1999, p. 414) that Satan is the personal name of the head of the demons. This name is mentioned in Job 1:6 where “the sons of God came to present themselves before the Lord, and Satan also came among them”. Satan is taken from Hebrew which is meant by adversary, also called Devil (English translation of Greek “Diabolos”) or Demons which is meant once the good angels that then sinned and lost their privilege as the servant of God. They are known as angels that were created as spiritual beings without physical body, completed with their moral judgment and high intelligence, which chose to rebel against God and continually work all the evil works in the world. In the Gospel of John, in order to present the word of evil as the system of opposition to God used the words ‘the world’ or ‘this world’.&lt;br /&gt;The head of the Devil was named as Lucifer, as once mentioned in the Bible, in the Old Testament “How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! ...” (Isaiah 14: 12-15, KJV). The origin of the name Lucifer comes from the Vulgate, when Jerome used the Latin term for the Morning Star in translating the Isaiah passage. (http://www.centralcal.com/christ13.htm). God originally created three archangels: Lucifer (who became Satan), Michael and Gabriel. Each ruled one-third of hundreds of millions of angels (Rev. 5:11). Lucifer ruled the pre-Adamic world with his third. He, along with his angels, rebelled against the government of God, and today he leads these now fallen angels, or demons, as the god of this world.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. What is evil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be sure, evil comes at the suggestion of the devil, a beautiful angel gone wrong. But it is received and decided by men and women. (Edgar 2001, p. 106). The fundamental character of evil is this: to be against God.&lt;br /&gt;Satan is the originator of sin or evil. According to John 8: 44 (KJV)”Ye are of your father the devil, and the lusts of your father ye will do. He was a murderer from the beginning, and abode not in the truth, because there is no truth in him. When he speaketh a lie, he speaketh of his own: for he is a liar, and the father of it.” Here stated that Satan was a murderer from the beginning and a liar and the father of lies. The characteristic of the Devil is sin as its nature also to tempt others to sin against God, Devil’s works are to oppose and try to destroy every work of God. It lies and murders as in John 8:44. It deceives as in Rev 12:9. It does every kind of destructive activity to cause people to turn away from God and destroy themselves. And it tries every way to make people blind toward the Gospel (2 Cor. 4:4). Thus, It uses every kind of bad feeling thought like temptation, doubt, guilt, fear, confusion, sickness, envy, pride, slander, and any other possible way to obstruct the faithfulness and commitment of Christians (Grudem 1999, p.415). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Christian Perspective about Evil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;According to theologian Norman Geisler, evil does not really exist as a separate entity. There is only good and the absence of good. Evil is a lack of good and only God represents the fullness of “good”. Evil then represents a deprivation of the goodness of God, it is a corruption of the goodness of God, the lack of something – goodness. The goodness that only God and only God can measure it. Just as darkness is the absence of light. Evil is the absence of good. This doesn’t mean that evil is not real. It is very real. It is not an actual thing but it is the corruption of an actual thing (goodness) therefore that corruption exists and is real as long as there is some goodness to be corrupted (Tompkins 2009, http://exploretruthministries.org/whydoesGodallowevil?). &lt;br /&gt;So, what should a Christian do by knowing this? The only thing is, live in God. draw more to the understanding and application to be in God and God is in. Thus, only when live in God alone, everything with evil thought and deed center that on human free will can be banned. Devil has limited power and is under God’s control. It can be seen from the story of Job (Job 1:12 and 2:6) that Devil or satan could only do its work if God give permission to do it. Furthermore, satan is kept in “eternal chain” (Jude 6) and can be successfully resisted by Christians through the authority that Christ gives them (James 4:7). (Grudem 1999, p. 415).&lt;br /&gt;This statement through the Bible verses proof, strengthen that even though it is said that Devil has the most powerful authority in the earth, God even more. As sin is weakening and destructive influence, the power of demons, though significant, is therefore probably less than the power of angels. And the power of God even more, as in Isaiah 46:9-10 said “I am God, and there is none like me, declaring the end from the beginning and from ancient times things not yet done”. And evil itself is not possible without God’s sovereignty. He makes our choices valid, he ensures that evil is real and not an illusion, not despite his power, but because of it. Because it means God is somehow the one who puts evil into his plan (Edgar 2001, p. 112).&lt;br /&gt;For those who bow the knee to Christ, there will be no more suffering, no more pain, no more consequences of evil! But until that day God is allowing these things to exist for a good and wise purpose. We must trust God, whose thoughts and ways are higher than ours (Isaiah 55:9). &lt;br /&gt;Why does God allow Evil?&lt;br /&gt;Through all the understanding above about what is the devil and what is evil, a big question raise in mind; why should God allow evil to exist? If Lord is God who create everything and know everything through the timeline, even know that human may destroy under the power of the evil, why does He allow evil? Can not He just cancel the creation of the fallen angels even before their falling into evil, or just throw them away in their time of falling? Why should they be let there in earth among human beings?&lt;br /&gt;Through the right understanding of the whole Bible, this question can be answered. The whole Bible is telling about Jesus. All the words are told for a purpose for His glory. In Ephesians 1:11b “God works all things according to the counsel of His will” (KJV). Means that everything happens in the world because of His will, for a purpose, and the purpose is to glorify His name. God is absoulutely and totally devoted to the honor of his glorious name. So we see that evil exists ultimately for God’s glory. “The LORD made all for himself, yes, even the wicked for the day of doom” (Proverbs 16:4 NKJV). God made what would choose to be evil, and God knew what this choice would be before he made it (cox 2008, http://livingbiblically.org/?p=124.). Therefore, the existence of the evil is for the sake of His glory. For people to know that God is powerful, and everything on earth and heaven are under His authority. The rebellion of evil will never be won against God. that’s why, human are let to experience the evil, so that they experience the power and the Glory of God and worship Him. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Based on (cox 2008, http://livingbiblically.org/?p=124.) reasons can be drawn to understand how evil can glorify God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Evil is a Reference Point&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first way evil ultimately glorifies God is by providing a reference point, or point of comparison, to highlight God’s Excellencies. Evil exists to show what God is not. This way we appreciate more fully what God IS. When we see evil, we can know what God is not like. God’s gloriousness is more fully known because we have something to compare him to. His greatness seems greater by those who see evil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. The Existence of Evil Justifies God’s Judgment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God allowed man to fall into evil (as he had purposed). Then he allowed evil to continue in man and show itself to be putrid and vile. Because of sin in mankind the universe looked on as every hideous thing imaginable was done. Through evil came suffering, sickness, violence, oppression, and every abominable thing under the sun. It continues to this day; Evil is shown as decayed, deserving of God’s judgment; and God has shown what he is not. God has justified his claim of glorious goodness and righteousness by allowing evil to exist (“Against you, you only, have I sinned and done what is evil in your sight, so that you may be justified in your words and blameless in your judgment” Psalm 51:4, KJV).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. God’s Attributes More Clearly Seen Because Evil Exists&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The third way evil ultimately glorifies God, which is really another way of looking at the first reason, is that the existence of evil becomes a way for God to show his attributes to the universe. &lt;br /&gt;• The existence of sin serves to show God as the Savior of sinners.&lt;br /&gt;• The existence of addictions and bondages serves to show God as the Deliverer who sets people free.&lt;br /&gt;• The existence of sickness and pain serves to show God as the Healer.&lt;br /&gt;• The existence of suffering serves to show God as the Comforter for the downcast.&lt;br /&gt;• The existence of evil serves to show God as the final and ultimate GOOD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. What Christian need to do with?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paul wrote, “PROVE all things; hold fast that which is good” (I Thes. 5:21), and “PROVE what is that good, and acceptable, and perfect, will of God” (Rom. 12:2).&lt;br /&gt;The Bible is the foundation of all knowledge. Examine it carefully and see the real truth that has always been on its pages. Don’t believe something just because we say it, but rather believe it if you see it proven in your Bible (Pack 2004, http://www.thercg.org/books/witd.html). &lt;br /&gt;Understand and live the words of God are the only to live in His will against the evil and glorify His name.&lt;br /&gt;Conclusion&lt;br /&gt;“What is man, that you are mindful of him?…You made him a little lower than the angels; You crown him with glory and honor…You have put all things in subjection under his feet. For in that He put all in subjection under him, He left nothing that is not put under him. But now we see not yet all things put under him” (Psalm 8:4-6) is only a little confession to show how God put power as the children of God above every believer.&lt;br /&gt;I am as the child of God need to ponder more how great is God’s love to me that He makes me really special, that I can be powerfully fight against evil in order to live in His will and grow more to be prepared as the instrument that glorify His name through my profession in Indonesia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;REFERENCE LIST&lt;br /&gt;Cox, Cary.(October 4, 2008). Why Does Evil Exist (An Answer to the movie “Religulous” by Bill Maher). Retrieved February 28 2009. From  http://livingbiblically.org/?p=124. &lt;br /&gt;Edgar, William. (2001). Lifting the Veil; the Face of Truth. New Jersey: P&amp;R Publishing.&lt;br /&gt;Grudem, Wayne. (1999). Bible Doctrine. Zondervan Press.&lt;br /&gt;Just who and what is the Devil?. Retrieved May 04 2009, from http://www.centralcal.com/christ13.htm&lt;br /&gt;Pack C. David. (2004). Who is the Devil. Retrieved May 04 2009, from http://www.thercg.org/books/witd.html&lt;br /&gt;Tompkins, Richard. (February 5, 2009). Why does God Allow Evil?. Retrieved February 28 2009. From http://exploretruthministries.org/whydoesGodallowevil?&lt;br /&gt;Worthing, Mark. 2008. Faith Matters. Adelaide: Tabor College.&lt;br /&gt;Wright, N. T. (2006). Evil and the Justice of God. Illionis: Inter-Varsity Press.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-3014841653108776532?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/3014841653108776532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/why-does-god-allow-evil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3014841653108776532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3014841653108776532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/why-does-god-allow-evil.html' title='Why Does God Allow Evil?'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-5476428556387810766</id><published>2009-11-11T01:07:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T01:43:30.061-08:00</updated><title type='text'>asmara?</title><content type='html'>mengapa orang bisa dengan mudah mendefinisikan sebuah rasa dan memberinya nama? bukankah rasa adalah satu hal yang sangat sulit untuk diukur dan diteliti? rasa kan satu unsur dalam diri manusia yang paling sulit di tangkap dan di ukur tingkat continuitasnya (bener nggak sih pernyataan yang satu ini...bingung juga mode on :P)...&lt;br /&gt;sampai2 penulis buku bilang bahwa perasaan adalah penipu ulung terbesar yang mampu mengaduk2 semua unsur emosi setiap manusia. perasaan, tingkat subjektivitasnya sangat tinggi, dengan demikian tingkat positivitas nya sangat rendah. menyangkut kedaan psikologi manusia...nah lho..mempelajari keadaan manusia secara psikologi kan sulit bener? jadi mengapa bisa aja dengan mudah orang menyimpulkan ini itu tentang pikiran dan perasaan manusia? hhhmmmhhh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi bener pula itu...mereka mengidentifikasi apa itu cinta, mengkaitkannnya dengan asmara dengan segala gejala nya di dalam dunia seorang manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tau nih, teori itu bener juga... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini berdasarka pengamatan pribadi (observasi langsung, interview langsung dan tidak langsung alias nge-rumpi, dan questionnaire langsung dan tidak langsung)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimulai dari seorang gadis cantik yang beum punya pacar, tidak malu2 menyatakan betapa inginnya dia pacaran. trus aku tanya, lho kok pengen banget sih? (sambil menyimpan geli dalam hati ngatain diri sendiri "emang kamu nggak pengen?" hehehe. ya nih, kan enak punya pacar... (lho, emang apa enaknya?)...enak dong, ada teman yang perhatiin, ada yang mau diperhatikan, ada yang manjain, dsb... tapi kalau aku bisa simpulkan sih, ini erat kaitannya dengan hasrat biologis manusia. secara, perempuan tentu saja menginginkan seorang pria, demikian juga pria pasti menginginkan seorang perempuan. nah, kalau bukan begitu, kenapa harus punya pacar, ya kan? toh semua orang kan punya teman, emangnya kurang diperhatikan, memperhatikan dsb? nggak kan? nah, setuju dong, kalau alasan pengen punya pacar pada dasarnya adalah dominasi dari alasan biologis seorang anak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian dilanjutkan dengan seorang pria ganteng yang tentu saja menginginkan seorang wanita cantik (kata orang pada umumnya sih, biar serasi gitu deh...nah, bahaya dong, gimana nasib diriku yang sama sekali tidak cantik ini? ehm, aku kan cuma manis ^_^ hehe...). dia sebenarnya udah punya pacar cantik. tapi dasar pria ganteng, sukanya dikagumi oleh wanita cantik dalam jumlah yang tak terhingga. tapi nggak bisa menahan angin badai godaan yang datang, sehingga ketika wanita cantik lain datang, ditinggallah sang pacar tadi...trus ntar kalau ada lagi wanita cantik datang lagi, obsesinya muncul lagi ingin pacaran lagi (dengan yang baru lagi maksudnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus nih kisah sepasang manusia, laki2 dan perempuan...katanya lagi kasmaran... kemana2 selalu bersama, tidak terpisahkan bagai pinang nggak usah dibelah, jalan sama, duduk sama, makan sama, minum sama (hehehe...ini mah keterlaluan)... pokoknya frekuensi kebersamaannya urgen dah, udah susah buat dikategorikan...ini jenis kebersamaan yang seperti apa...tapi itulah asmara...sanggup membuat dua orang lengket berlama2 (bingung, apa aja sih yang diomongin dan dilakuin?)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;trus ini kisah tentang si jali dan joli...dua orang mahasiswa yang aktif dalam persekutuan kampus... mereka bertemu dalam ibadah, di persekutuan, di rapat pengurus, di program2 besar  dan kecil kampus... mereka kemudian saling dekat satu sama lain, semakin merasakan ketertarikan, kemudian mereka jadian berdasarkan visi hidup yang searah...nah yang ini beda...mereka tuh setiap ketemu pasti nge bahas dunia perpolitikan di Indonesia dan dunia. membahas ada apa dengan gempa bumi dan tsunami. mendiskusikan kurs rupiah yang semakin naik. membicarakan masalah hukum yang tidak henti2 nya membuat panas hati seluruh rakyat. dan akhirnya membicarakan harga dasar bahan2 pokok... setelah wisuda mereka bekerja, dan masih intens dengan pertemuan2 yang bernuansa diskusi hangat, acara interaktif media tv kalah oleh mereka...kemudian melanglang buana ke mana2, di mana saja mereka dibutuhkan... kemudian komitmen untuk menikah... nah setelah menikah nih nggak berhenti juga... mereka sepakat untuk melanjutkan study...secara, manusia yang ingin berkarya kan selalu haus ilmu untuk mngembangkan diri... setahun pertama si pria mulai kulih lagi, sementara si perempuan bekerja dan mengurus rumah tangga...begitu sampai tahun kedua...nah tahun ketiga istirahat dulu...tahun keempat si perempuan kembali melanjutkan studinya...si pria bertanggung jawab atas rumah tangga...dan tahun ke enam semua selesai...eh, belum...lanjut lagi nih ke jenjang berikutnya sampai benar2 tua dan nggak bisa belajar lagi, nah lho...bagaimana dengan anak? oh, itu mah anugrah Yang Maha KUasa...toh kalau lagi mengandung, tetap bisa kan perempuan kerja dan sekolah...bener nggak sih? hanya sangat bergantung, apakah si suami turut serta dalam kesuksesan rumah tangga... turut mengemban tugas dan tanggung jawab dalam semua aspek dengan tidak memandang gender dan jenis kelamin... nah...itu dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada nggak sih yang kayak gini? hmmm...pasti ada, ada banget, banyak malah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asmara yang mana yang akan kau pilih teman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(manggut2 sambil mikir mode on:()&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-5476428556387810766?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/5476428556387810766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/asmara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5476428556387810766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/5476428556387810766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/asmara.html' title='asmara?'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-93560513490741203</id><published>2009-11-08T18:57:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T19:19:35.332-08:00</updated><title type='text'>difficulties vs courage?</title><content type='html'>i choose, finally not to take meals anymore as many as i can in that place... they suffer me too much...my sickness add up day by day, if not me to care and take an action for this...who else? in fact, there is no any favor that i can fight for...in this place.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;doing this, of course leave any curious question in my mind. am i worth to accept such careless deed while in fact i have the right to get some for my survival in this place? but they've answer me that this is my own issue, not any other issue to think about...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, i finally choose this way faithfully...that God will help me to overcome my problem with the way that i can make without any favor from anybody that should be able to do it for me...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;is this a difficulty for me? yes of course, what's that name instead? but am i discouraged? no, of course not. do i hate somebody through all these unsatisfactory decision? no, i am not that kind of person. i've tried so many times to be a fair one. i've tried along my life in Him to reflect His abundant love that i may get the same love to give to others. i believe that God above knows everything and plans His right decision over everything. i'm sure, maybe this is the best condition for me in this time. and maybe some kinds of lesson for others to think about what it is love in Christ, moreover for those who always mention Him in their every words. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i can make sure, that i'm well... i have some things that can make me survive, because God saves me, my life and He is able to make everything good to me. i believe it.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;thanks God, that i may see the other side of living in You ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-93560513490741203?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/93560513490741203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/difficulties-vs-courage.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/93560513490741203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/93560513490741203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/difficulties-vs-courage.html' title='difficulties vs courage?'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-6438524109830774848</id><published>2009-11-08T09:00:00.000-08:00</published><updated>2009-11-08T09:07:31.511-08:00</updated><title type='text'>SUARA</title><content type='html'>aku sudah melangkah, namun sulit&lt;br /&gt;meski berkata sulit, namun aku memilih terus berjalan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyaliku ciut, jiwaku menyusut, keberanianku keriput...&lt;br /&gt;hanya asa yang masih berdiri berjuang menopang ketiganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku memandang langit, hanya ingin memandang...&lt;br /&gt;meski ingin kuteriakkan harap, namun aku diam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prasangka akan patung diriku mencekik suaraku, aku tercekat dalam harap...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan...aku masih berharap...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-6438524109830774848?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/6438524109830774848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/suara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6438524109830774848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/6438524109830774848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/suara.html' title='SUARA'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4619621886861449618</id><published>2009-11-06T18:55:00.000-08:00</published><updated>2009-11-06T19:16:52.097-08:00</updated><title type='text'>I finally found you ^_^</title><content type='html'>seperti mimpi...bener, dan andai ini adalah mimpi, aku nggak ingin bangun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau, ya kau...yang pertama datang dalam nuansa warna warni duniaku, yang pertama menemani aku dalam konyol dan lucu masa2 bertumbuh, yang pertama menyempurnakan profil seorang yang layak menuang cat, menggabungkan warna, melukiskannya dalam nuansa warna warni...dan kau yang pertama hilang, pernyataan ini pasti benar, sebab kau yang pertama ada...kau hilang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau yang hilang namun masih hidup dalam hitungan jutaan detik waktu...jarum jam berputar meninggalkan jejak lingkar yang tak pernah kembali, musim rasaku silih berganti, setiap kali ada yang datang dan yang pergi...kau masih hidup dalam satu alam nuansa yang tidak pernah terhapus sama sekali...aku pun nggak mengerti mengapa begitu...hanya terjadi begitu saja dan kau seloah hidup dan tidak mau pergi meski telah ku nyatakan pada hati, kujanjikan pada langit, ku materaikan dengan alam bahwa kau tidak akan mungkin lagi ada...karena mungkin inilah dunia dengan kehidupannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun ada satu dunia nuansa di bawah alam sadarku tentangmu...meski aku tau tidak mungkin, aku masih bisikkan namamu padaNya yang empunya dirimu yang pasti tau kau ada di mana...berulangkali dengan harapan yang seolah2 ada dan tidak karena kesadaran bahwa kau tak mungkin lagi ada...namun ku kenang dirimu...aku nggak tau mengapa begitu, tapi mungkin begitu lah adanya dan aku mengerti karena memori jangka panjang tidak akan mungkin bisa di hapus...memory itu dengan leluasa memainkan perannya dan menari2 setiap kali ada kesempatan dan sesutau yang mengingatkan tentang dirimu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau yang sejak ribuan putaran waktu telah hilang masih kucari di setiap tempat yang mungkin saja kau ada...masih berharap melihatmu pada saat2 yang aku pun mungkin tidak menduga akan ada kau...masih terus mengenangmu...masih terus menekan huruf namamu siapa tau kau ada di salah satu tempat di dunia maya sekalipun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya aku menemukanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mau bilang apa? seperti mimpi, tapi aku bangun...aku bahagia, aku senang, aku tidak tau lagi mau bilang apa...aku bahkan bicara denganmu...kau ada...kau hidup... aku menemukanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih seperti mimpi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kucoba memahami hati dan perasaanku...mungkinkah jarak ribuan jam akan masih menghantarmu dalam nuansa warna warni milikku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sulit ku mengerti, namun jika ini adalah mimpi, aku tidak ingin bangun lagi ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4619621886861449618?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4619621886861449618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/i-finally-found-you.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4619621886861449618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4619621886861449618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/i-finally-found-you.html' title='I finally found you ^_^'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-9008173893103050816</id><published>2009-11-02T09:19:00.000-08:00</published><updated>2009-11-02T09:56:22.602-08:00</updated><title type='text'>jika hidup hanya untuk hidup...</title><content type='html'>jika hidup hanya untuk hidup...&lt;br /&gt;lahir...tumbuh...sekolah...kuliah...cari kerja...hanya untuk hidup, apakah artinya? bukan kah sangat melelahkan jika hidup dijalani hanya untuk mempertahankan kehidupan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;capek2 kuliah, mencapai cita2 untuk bisa hidup nyaman, cari uang...menikah...punya anak...membesarkan anak2...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikir2, capek juga ya? kadang menimbulkan pertanyaan bodoh dalam hati, kalau hidup ternyata hanya untuk begini, mengapa aku nggak usah ada saja di muka bumi ini. ternyata sangat sulit mengemban mandat untuk mengelola bumi ini...jika ternyata hidup hanya untuk hidup...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah bagaimana jika kita alihkan pemikiran, bahwa hidup adalah untuk Tuhan. manusia diciptakan, aku ada di muka bumi ini adalah untuk tujuanNya yang mulia. nah...lebih make sense kan? akhirnya kita bisa meletakkan dasar berpikir tentang tujuan keberadaan kita di dunia ini, sehingga kita tau kemana arah lari kita. dengan begini, meski lelah dan capek, kita dapat menemukan kebahagiaan ketika mengetahui bahwa kita sedang ada di jalan yang benar "on the right track" dan sedang terus menuju ke sasaran tujuan tersebut? ia nggak sih (tolong berikan anggukan kepala ^_^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, dengan pemikiran yang seperti ini, kita jadi tau mengapa harus belajar keras, mengapa harus mengejar kualitas, mengapa mesti berkarya, mengapa harus jeli melihat kebutuhan manusia lain, mengapa mesti banyak2 berdoa dan baca Firman...karena kita ada adalah untuk tujuanNya...oya, satu lagi yang tak kalah penting...mengapa harus susah2 menemukan pasangan hidup? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secara, keputusan untuk menikah atau tidak dan menentukan pasangan hidup adalah hal terpenting kedua setelah memilih hidup di dalam Tuhan. mangapa? karena seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa keberadaan kita di dunia adalah untuk tujuan Tuhan. maka dari itu di ambil garis lurus bahwa sepanjang umur hidup kita di dunia ini, berjuang untuk melakukan tugas tanggungjawab yang sudah di embankan Tuhan secara khusus kepada kita yang sering kita sebut denga visi hidup. nah, kemudian bisa di formulasikan dengan begini; jika lah kita ada untuk tujuan Tuhan, sepanjang hidup mengerjakan tugas yang diembankanNya, maka mau tidak mau kita mesti ketemu rusuk dengan anak Tuhan toh? bagaimana mungkin dua tujuan yang berbeda gabung dalam bus kota satu jurusan, yang satunya pasti slah jurusan kan? alias merugikan dan tujuan tidak tercapai. tidak hanya itu, mungkin akan menimbulkan konflik di atas bus atas keperbedaan yang ada, nah bisa2 satu pun tidak akan sampai pada tujuannya. ya nggak sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan kata lain, rumusnya adalah 1+1=1... ini benar dalam matematika jika dihitung berdasarkan hitungan basis 2. nah, artinya, dua orang berbeda itu mesti memiliki kesamaan yang mutlak sama, menunjukkan kesatuan yang satu (bener nggak sih kalimatnya?) well, maksudnya dua orang yang akan menyatu itu mesti mempertimangkan banyak hal...contohnya, sama2 hidup dalam Tuhan nggak? sama2 mengerti tujuan hidupnya ngga? trus tujuannya senada nggak (untuk Tuhan)? visinya senada nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ribet kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa nggak di buat sederhana saja? toh dalam kurun beberapa waktu kehidupan di dunia ini, masak sih nggak ada yang tertarik untuk memper-sitri atau memper-suami seseorang? pasti ada kan? lha, kenapa nggak di bawa enak aja... dua2nya pengen nikah, membahagiakan keluarga, punya anak, membesarkan anak2 kemudian mati... gampang kan? kenapa mesti susah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, itulah dia...nggak ada yang gampang hidup di dalam Dia. mulai dari sekolah, akan ke mana, akan mengerjakan apa, akan menikah dengan siapa...manusia tidak akan pernah tau pangkal dan ujungnya...&lt;br /&gt;karena Dia menjadikan segala sesuatu dengan rancangan yang sempurna sampai setiap anak2Nya memeproleh kematangan hidup seperi yang diinginkanNya. nggak boleh suka2 kita, wong hidup adalah hidup yang diberikanNya kok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi indah kok...nggak ada hal yang lebih indah daripada ketika kita ikut jalanNya...&lt;br /&gt;sama seperti ketika mempelajari lagu baru dalam paduan suara. diberikan partitur lagu yang baru. semua tata aturan menyanyikan lagu ini, mulai dari nada dasar, tempo, not nya semua baru...belum ketahuan ini bakal seperti apa lagunya...&lt;br /&gt;namun ketika sudah selesai di pelajari dan diikuti, terdengarlah satu lagu baru yang indah. terserah kita apakah kita akan mempelajari dan melatihkannya dengan benar, yang pasti akan berpengaruh pada hasil akhir lagu yang akan dinyanyikan. apakah indah, sesuai dengan kaidah partitur atau seret dan lari dari beberapa nada dan aturan yang diharapakn. (terinspirasi dari susahnya ikut latihan choir belakangan ini, namun menikmati lagunya ketika sudah jadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, bagaimana jika hidup hanya untuk hidup? tidakkah lebih make sense jika kita bilang bahwa hidup adalah untuk Tuhan? berat sih dengar kalimatnya...tapi kenyataannya adalah mesti demikian...^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-9008173893103050816?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/9008173893103050816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/jika-hidup-hanya-untuk-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/9008173893103050816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/9008173893103050816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/jika-hidup-hanya-untuk-hidup.html' title='jika hidup hanya untuk hidup...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7485135412924526225</id><published>2009-11-01T08:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-01T09:08:30.580-08:00</updated><title type='text'>aku merasa bodoh :(</title><content type='html'>ada hal yang mengganjal dalam hatinya, aku menduga begitu, karena aku tidak tau hal yang sesungguhnya terjadi. aku bingung hendak berbuat apa dan berkata apa lagi, seolah2 semua sudah terpaku mati dan tak bisa lagi diubah segala sesuatu tentang keputusannya untuk tidak mengatakan apa2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku jadi takut untuk berbuat apa lagi padanya. aku takut salah. aku takut ada yang akan menyinggung hatinya lagi. aku takut ini dan itu, tapi aku juga takut hanya diam dan tidak melakukan apa2 sampai aku tau apa sesungguhnya terjadi dengan hatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesaat rasanya seperti orang bodoh aku ini. apa yang sedang kulakukan ini? apa nggak ada hal lain yang lebih berarti untuk dilakukan dan diperjuangkan ketimbang melakukan hal yang tidak jelas ini? aku di mana, dia di mana? aku bilang apa, dia bilang apa? aku benar2 bodoh bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tunggu dulu, sungguhkah aku ini bodoh? bukankah tadinya aku memulai dengan satu keyakinan bahwa ada Tuhan yang mengetahui dan akan bertindak sesuai mauNya? ya jelas saja semua tidak mudah, andai segala sesutau dalam hidup adalah semudah yang aku bayangkan dan pikirkan, untuk apa orang berjuang untuk bertumbuh dalam iman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ini bodoh...benar2 bodoh...aku seperti memasukkan surat ke dalam kaleng dan membuangnya ke tengah laut, tanpa pernah tau apakah akan ada yang membaca apalagi untuk membalasnya. andai tadinya aku membuangnya ke tengah laut, aku mungkin masih bisa lega, karena justru bodoh jika aku mengharapkan balasan dari tengah lautan. tapi ini kan bukan begitu kejadiannya. aku sedang bicara pada manusia, seorang manusia, ahhh...kadang kesal pada diri sendiri...kenapa sih nggak bisa enjoy aja dengan apa yang ada dan jalani hidup apa adanya? kenapa harus ribet mendengarkan suara hati dan capek2 berjuang demi sebuah jawaban yang di rasa sangat penting demi banyak hal dalam kehidupan di muka bumi ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengen nangis aja rasanya. apa sih maunya? apa susahnya sih ngejawab, apa kek. kenapa nggak semua orang aja bisa kayak aku; paling bisa bicara terus terang dan apa adanya. kenapa harus ada hal yang ditutup2i padahal itu ada baiknya bagi orang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi jangan nyerah dulu...ini masih hari pertama november. bakal ada 29 hari lagi november. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mimpi semalam apa artinya ya? kami bisa bicara baik2 kok, bisa ngomong dengan senyuman yang mengembang, bisa saling mengerti, pokoknya bisa ketemu deh...&lt;br /&gt;tapi itu kan mimpi? au ah...pusing...kenapa hidup bisa se ribet ini. nggak di pusing in aja udah emang ribet, apalagi di pusingin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ok then, i've promise in my heart, and i will fight for doin that till at the time...&lt;br /&gt;God knows, He's watching, and doing something for this... i believe it ^_^&lt;br /&gt;thanks Lord, ^_^ gonna see this end nicely...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7485135412924526225?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7485135412924526225/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/aku-merasa-bodoh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7485135412924526225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7485135412924526225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/11/aku-merasa-bodoh.html' title='aku merasa bodoh :('/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-2134467597363522262</id><published>2009-10-31T08:15:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T08:32:22.230-07:00</updated><title type='text'>komitmen</title><content type='html'>telah kutemukan alasan tepat untuk aku berjalan di atas komitmen, untuk itu aku yakin tidak akan ada sesal untuk sakit dan luka yang mungkin ada...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah kutetapkan dalam hatiku bahwa kau adalah dia, karena kau sungguh seorang yang kutemukan meski dalam ketiadaan celah untukku mengetahui; apakah masih ada cahaya dalam hatimu yang pernah menyelusup melalui celah itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah kugantungkan harapan pada Dia yang empunya dirimu dan diriku dan yang mampu memenuhkan mimpi2 ini jadi kenyataan, sebab terjadi atau tidak adalah karena Dia ingin atau tidak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah kuhitung hari untuk berbisik padaNya dan mengintip isi hatiNya, adakah kau dalam dalam sisa hidupku atau tidak, meski aku tau tidak akan pernah tau sampai tiba masanya, aku ingin diam dalam harapan dan dekapanNya agar aku tau kapan berhenti atau terus melangkah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah kusiapkan hati untuk sakit, sedih, teluka bahkan bahagia sebab inilah hidup, aku tidak akan pernah melangkah maju demi hanya pasrah dalam buta dan bisuku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah kusimpan namamu dalam jutaan keping hatiku, agar tidak habis meski kusebut dalam jutaan helai detik waktu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah kubisikkan janji ini dalam hati agar aku dapat tinggal dalam perkenananNya untuk menunjukkan mu padaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah kumulai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;for this is a fight for an answer that worth my life-time...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-2134467597363522262?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/2134467597363522262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/komitmen.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2134467597363522262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2134467597363522262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/komitmen.html' title='komitmen'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4233163191232748878</id><published>2009-10-29T10:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-29T10:34:56.187-07:00</updated><title type='text'>aku = gw, kamu = elo... bicara dalam tiada</title><content type='html'>man, gw resah belakangan ini nginget semua kejadian yang terjadi antara gw sama elo. &lt;br /&gt;elo ngerti nggak sih? dapet nggak sih apa maksud gw? terlalu marah ya elo ke gw? kan gw udah minta maaph dan udah ngomong sejujurnya ke elo tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan hati gw...elo malah diemin gw, nggak bales pernyataan dan pertanyaan gw...gw kesal, resah, bingung sekaligus juga nggak tau harus bagaimana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;man, gw nyadar banget gw tuh salah...mungkin dalam beberapa hal yang gw lakuin yang menurut gw bener harus gw lakuin, nyakitin elo banget...tapi masakan elo nggak ngertiin gw sedang dalam proses...kan emang semua jujur gw bilangin ke elo... nah lho, daripada gw bo'ong sama elo, gimana coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pliz dong man...ngomong ke gw...gw benar2 berharap bisa dapat beberapa kata kunci tentang hati elo ke gw saat ini. gw pengen benar2 jelas mengerti dan memahami, elo udah maaph-in gw belom?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo bisa nih ya, pengen banget memutar balik waktu agar gw nggak bertindak ceroboh dalam bertindak da mutusin apa yang harus gw lakuin dan ucapin. swear man...pengen banget gw perbaikin begitu banyak hal yang nggak mestinya terjadi yang buat hati elo terluka karena gw...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi...klasik nian man...seperti seluruh manusia di seluruh jagat raya juga tau, waktu akan terus berjalan dan berputar dan nggak akan pernah balik lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw hanya berharap, kelak ada waktu di mana gw bisa benar2 mengerti posisi elo dan gw...well...untuk saat ini, hanya Tuhan yang tau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebisa gw, dengan rasa sepi mencekam yang amat dalam, gw udah masukin elo ke dalam suatu kotak indah, gw simpan jauh dalam lubuk hati gw, berharap kelak Tuhan yang buka, elo juga bakal buka kotak yang sama di mana ada gw, dan semua baik2 saja seperti semestinya...tapi lagi2 hanya Tuhan yang tau...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;man...entah udah berapa kali gw nge-jelasin ke elo dan minta maaph...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;plis say something ke gw, kalo elo udah benar2 maaph-in gw... gw perlu banget tau...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4233163191232748878?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4233163191232748878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/aku-gw-kamu-elo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4233163191232748878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4233163191232748878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/aku-gw-kamu-elo.html' title='aku = gw, kamu = elo... bicara dalam tiada'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7081730605340510288</id><published>2009-10-27T21:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T21:31:47.530-07:00</updated><title type='text'>denting</title><content type='html'>ingin kudengar denting...&lt;br /&gt;denting dawai, denting gitar, denting gelas bersambut garpu, denting senar apa saja... cuma mau mendengar denting...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hening tak menolong sunyi merengkuh jiwaku, hening terlalu lemah dan gusar oleh gemuruh berlaksa prasangka yang membentuk ombak dalam batinku dan berlarian menghempas dinding2 ragaku... hening terlalu lemah berdiri meski hanya di sisiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepi kuat mencengkeram ragaku, memelukku erat dalam janji busuknya dan tidak lelah mengiring lelah dan patahku... sepi terlalu kuat dan tak terkalahkan demi deru bising ribuan bunyi yang menari2 dalam khayalku... sepi terlalu senang, dia terlalu gembira, dia bahagia menonton pasrahku pada kuatnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;resah berdiri ragu2 hendak ikut merangulku, namun sepi kalahkan hasrtanya...&lt;br /&gt;gelisah menunggu giliran merasakan dekapanku, namun sepi enggan meninggalkan aku...&lt;br /&gt;takut seolah hendak ikut serta dalam acara temu kangen ini, namun sepi terlalu bahagia menonton pasrahku...&lt;br /&gt;sekelompok senang dan gembira hanya betah bersama kawanan sepi, tidak padaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya ingin mendengar denting, denting apa saja... agar sepi ini terbangun dari bahagianya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memoar sesal, di G&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7081730605340510288?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7081730605340510288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/denting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7081730605340510288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7081730605340510288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/denting.html' title='denting'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-3432381753033610152</id><published>2009-10-27T21:09:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T21:21:19.023-07:00</updated><title type='text'>beberapa 'mengapa' yang terpilih</title><content type='html'>mengapa tak dapat ku pilih segala sesuatu yang ku inginkan terjadi?&lt;br /&gt;mengapa bisa begitu bodoh dalam saat2 dimana sangat diperlukan kepintaran dan kebijaksanaan?&lt;br /&gt;mengapa tak dapat ku putar balik waktu agar semua kembali dapat kupilih sesuai dengan apa yang kupikir akan terjadi sekarang?&lt;br /&gt;mengapa dulu tidak dapat kuprediksi akan begini jadinya?&lt;br /&gt;mengapa harus menyesal pada pilihan dan ternyata begini hasilnya?&lt;br /&gt;mengapa harus sakit berada dalam kungkungan penyesalan?&lt;br /&gt;mengapa aku tidak begitu pintar untuk membuang jauh penyesalan dan berjalan dalam realita yang ada?&lt;br /&gt;mengapa kenyataan kadang begitu pahit?&lt;br /&gt;mengapa bisa dengan mudah aku menyakiti dan sekarang sakit sendiri?&lt;br /&gt;mengapa mataku bisa buta untuk bisa melihat betapa dalam kurun waktu tertentu di masa lalu sesungguhnya aku telah menemukan apa yang ku impikan?&lt;br /&gt;mengapa harus ada sifat ceroboh dalam diriku?&lt;br /&gt;mengapa semua tak dapat kembali lurus meskipun pernah se bengkok ini?&lt;br /&gt;mengapa aku sakit memikirkannya?&lt;br /&gt;mengapa aku bertanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...KARENA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adakalanya aku menyimpang dari jalanNya, sehingga sama sekali buta untuk melihat apa yang harusnya kulihat sesuai dengan pengihatanNya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-3432381753033610152?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/3432381753033610152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/beberapa-mengapa-yang-terpilih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3432381753033610152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3432381753033610152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/beberapa-mengapa-yang-terpilih.html' title='beberapa &apos;mengapa&apos; yang terpilih'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-8853976768946538668</id><published>2009-10-27T08:10:00.000-07:00</published><updated>2009-10-27T08:44:13.008-07:00</updated><title type='text'>perempuan seutuhnya?</title><content type='html'>baru mendengar sebuah lagu tentang perempuan; intinya kurang lebih begini, meskipun capek dan aduhai repotnya, tetap bahagia dan bangga menjadi perempun seutuhnya. artinya, semua indikasi yang tidak menyenangkan di atas membuat perempuan itu jadi lengkap dan utuh, memang itulah pekerjaan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya setuju dan turut berbangga hati jika setiap perempuan melakukan setiap hal yang merepotkan dalam keluarga dengan bahagia dan berbangga karena menyadari bahwa itulah hakikatnya: perempuan.&lt;br /&gt;mulai dari urus suami, segala tetek bengek yang ada di rumah, anak dan urusan2 rumah tangga lainnya...tanpa mengeluh...sekali lagi dengan bahagia bahkan berbangga hati dapat melakukannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well...jika saya sekuat itu dan mampu melakukannya, saya juga sangat bahagia dan bangga. siapa sih nggak bahagia dan bangga jika bisa melakukan perkerjaan berat dan mulia "mengurus rumah tangga dengan baik"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teringat pada suatu diskusi di kelas sosial...&lt;br /&gt;bagaimana jika perempuan juga digaji oleh pemerintah, khususnya perempuan yang bertugas di rumah mengurus segala sesuatu tentang rumah tangga. ada undang2 yang mengatur pelaksanaannya. mulai dari pembahasan tugas yang dikerjakan, berapa upah minimum regionalnya, jika lembur diberi upah tambahan berapa persen...karena tidak bisa dipungkiri, kadangkala tugas yang harus dikerjakan oleh seorang ibu rumah tangga keterlaluan beratnya... mulai dari bangun pagi subuh...menyiapkan segala sesutau untuk memberangkatkan seluruh anggota keluarga ke 'pos'nya masing2. kemudian mulai dengan tugas beres2 rumah. belum lagi menyiapkan makan siang. kemudian sore hari ketika anggota keluarga sudah pulang. belum lagi makan malam. kalau anak2 sudah sekolah, memperhatikan belajarnya, pr mereka, dan lain sebagainya. hampir tidak dapat di sebutkan satu per satu...&lt;br /&gt;nah, meski demikian, selama ini tugas seorang ibu rumah tangga masih sering dipandang sebelah mata. belum lagi kalau ada apa2, contohnya anak yang nakal, pasti tudingan pertama kali mendarat di wajah sang ibu...&lt;br /&gt;wajar kan jika upah kerja lembur juga di bicarakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, semua ini tercantum dalam undang2 yang mengatur pelaksanaan kebijakan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well...mari coba pikirkan...&lt;br /&gt;kerja di kantor, maksimal jam kerja adalaj 8 jam dalam satu hari, jika lembur, akan dihitung dan memperoleh upah lembur, ini jika di perusahaan2 yang penataan ketenaga-kerjaannya sudah cukup baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;coba bandingkan dengan ibu rumah tangga. andai dia tidak bekerja di rumah, dia kan kerja di luar dan memperoleh upah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kemudian dihubungkan dengan kebijakan moral.&lt;br /&gt;bahwa sesungguhnya kehidupan sebuah rumah tangga adalah tanggung jawab penuh pendiri rumah tangga tersebut. there's no any deal with government. jadi nggak usah diajak repot untuk memikirkan hal ini. meskipun issu ini adalah issu yang ccukup crucial...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana tidak?&lt;br /&gt;seoarng anak belajar dan tumbuh dengan baik, kan awalnya adalah pendidikan di dalam rumah. nah, kan nggak akan merepotkan negara toh? malah menguntungkan...syukur2 berprestasi baik, kan ikut mengharumkan nama bangsa....&lt;br /&gt;trus gimana kalau si anak tukang merusuh, ikut tawuran, turut serta dalam terorisme, atau gembong2 kriminal lainnya....kan negara juga yang repot. ngurusin narapidana bocah2... bukankah semua itu, berawal dari pendidikan di dalam rumah tangga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukup kompleks juga ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi masalah ini mungkin bisanya mentok sampai sini doang. siapa yang berani mengangkat isu ini ke presiden untuk ditangani oleh mentri? trus, ketika pun isu ini diangkat apakah cukup hanya mengangkat alasan ini saja? apakah negara tidak cukup repot dengan urusan lain yang lebih crucial lagi?&lt;br /&gt;nah lho...ini juga crucial... coba kalau semua keluarga memilih untuk tidak ambil pusing dengan pertumbuhan anaknya, maka bisa diprediksi akan ada suatu generasi di mana ndegara kehilangan anak2 muda yang benar2 siap untuk memimpin bangsa di masa yang akan datang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembali ke diriku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin kelak jika ada kesempatan bagiku untuk menjadi menteri, menteri pemberdayaan perempuan misalnya, mungkin ada kesempatan bagiku untuk mengangkat isu ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk saat ini...jalan keluarnya diskusi terbuka dan terintegrasi aja kali ya dengan calon suami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pembagian tugas di rumah...pembagian keuangan...pendidikan anak...dan kalender kerja lainnya menyangkut fellowship dalam rumah tangga dan banyak hal lainnya yang menyangkut kebersamaan yang berkualitas dengan anggota keluarga uuntuk menjaga eratnya hubungan yang berdmpak positiv bagi anak2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu aja kali ya untuk saat ini... ntar deh, mikir dulu, kira2 cara apa lagi yang dapat dikerjakan agar masalah pertumbuhan anak yang sehat, normal dan baik dapat terjadi dalam setiap rumah tangga...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-8853976768946538668?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/8853976768946538668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/perempuan-seutuhnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8853976768946538668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8853976768946538668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/perempuan-seutuhnya.html' title='perempuan seutuhnya?'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-3891253772737414796</id><published>2009-10-26T03:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T03:35:31.643-07:00</updated><title type='text'>lucu-lucu (ekspresi miris dari sikap pesimistis)</title><content type='html'>aku ingin tertawa sambil menatap langit dengan ekspresi yang mengejek diri sendiri dan semua impian yang pernah kuteriakkan pada langit serta para prajuritnya; bintang, bulan, meteor dan awan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama aku mengenal diriku, bahwa ternyata manusia punya energi untuk melakukan sesuatu...aku punya cita2 ingin melakukan sesuatu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama aku mengetahui bahwa Tuhan ternyata begitu sayang sama bangsa ku, Dia hanya sedang butuh alat untuk dipakai mengerjakan sesuatu buat bangsaku...aku dengan menggebu2 berkata, aku mau dipakai melakukan sesuatu untuk bangsaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika akhirnya aku hanya bisa kuliah di bidang pendidikan, kemudian mengetahui betapa besar peluang yang dapat di berikan oleh dunia pendidikan untuk memperbaiki bangsaku...aku berkata, aku siap jadi pendidik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;intinya adalah, aku siap jadi pendidik, pejuang dalam bidangku untuk membangun bangsaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka aku dengan sekuat tenaga belajar dari awal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan segenap daya belajar melakukan yang terbaik dan dibentuk menjadi pemimpin dalam organisasi mahasiswa...&lt;br /&gt;dengan semangat memupuk janji dan mengucap impi bersama 'kaum pejuang' lainnya untuk membangun bangsa melalui apa yang kami bisa...&lt;br /&gt;dengan berapi2 berikrar dan memaparkan rencana jangka pendek dan panjang dalam rangka pencapaian tujuan...&lt;br /&gt;dengan semangat berkobar mengucap kata 'sampai jumpa di parlemen' atau 'sampai jumpa di kursi dpr'....&lt;br /&gt;dengan keyakinan yang pantang diadu bermimpi menjadi pemimpin masa depan bangsa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semua butuh tenaga, energi untuk membentuk karakter dan perasaan yang sungguh jauh dari nada yang menyenangkan 'senang2nya anak2 muda seusiaku pada saat itu'....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well, mari tertawa, hahahahahahahahaha...........&lt;br /&gt;arahkan saja pada langit, pasti dia mengerti arti tawa itu...&lt;br /&gt;katakan pada langit bahwa kini yang sisa hanya nada lelucon pada ribuan mimpi itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wah saudara...ada begitu banyak selisih tajam antara impian dengan kenyataan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;impian yang ku maksud adalah impian untuk menjadi pemimpin, yaitu alat Tuhan untuk memperbaiki bangsaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lha jadi kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belum tau ya? pemimpin yang bisa eksis di bangsa ku adalah pemimpin yang tidak pakai jalan Tuhan. kalau mau capai impian itu, untuk bisa sampai ke sana, ya sudah pakai jalan apa saja, asal jangan cara suci... unless, kau tidak akan sampai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah lho... jadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya mari tertawa saja... kita tertawakan impian itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagaimana caranya memperbaikai bangsa yang sudah bobrok ini jika jalan yang dipakai pun jalan yang bobrok? dengan jalan orang2 yang sakit jiwanya. yang sama sekali tidak mampu lagi merasakan rintihan perih jiwa2 bangsa ini yang melolong panjang di lorong negeri meminta pertolongan yang tak kunjung di penuhi. sakit jiwa kan? apa lagi namanya coba? sudah tidak bisa merasakan lagi, memikirkan lagi apalagi berbuat untuk semua hal yang menyedihkan itu? hanya satu sebutan yang pantas untuk phenomena ini "sakit jiwa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, mana mau aku jadi orang sakit jiwa. cukuplah aku sakit jiwa melihat orang2 sakit jiwa itu. tidak ikut jalan mereka saja aku hampir sakit jiwa apalagai kalau aku ikut? bah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi tertawa sajalah sepuasnya...agar langit melihat dan mengerti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tidak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada kok beberapa yang bisa maju dengan benar dan akhirnya melakukan kebenaran... jadi masih ada harapan kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walau peluang ada mungkin hanya segede lobang jarum, tapi intinya masih ada peluang kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya, masih ada peluang... jadi tolong jangan sakit jiwa dulu... be calm my soul... God has His own way for you to do... be calm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi sekarang... slow but sure ya...jangan panik dulu... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;belajar aja pelan2... impian2 itu... buang saja jauh...tanamkan alam hatimu bahwa Tuhan yang akan kerjakan bagianNya melalui kau atau melalui siapa saja... bagianmu adalah lakukan yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kau hampir gila dengan segala kebusukan di sekelilingmu, tahan dulu, jangan dulu kau denganr berita2 dan issu2 itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi belajar aja dulu ya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ntah kau atau siapa pun, Tuhan pasti akan kerjakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku? aku pasti punya sesuatu untuk dilakukan, God show me the way ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-3891253772737414796?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/3891253772737414796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/lucu-lucu-ekspresi-miris-dari-sikap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3891253772737414796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3891253772737414796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/lucu-lucu-ekspresi-miris-dari-sikap.html' title='lucu-lucu (ekspresi miris dari sikap pesimistis)'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-7925346771373790411</id><published>2009-10-25T03:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T04:04:35.409-07:00</updated><title type='text'>jangan sampai hilang...</title><content type='html'>dulu kau masih bisa merasakan perih dari sakit yang dirasa mereka&lt;br /&gt;masih bisa menangkap kelam yang mengkungkung jiwa mereka&lt;br /&gt;masih bisa melihat arti kaca yang bergayut di mata mereka&lt;br /&gt;masih kau rasakan apa lembut dan kasar bagi jiwa mereka&lt;br /&gt;masih dapat kau berkata bahwa kau turut merasa dan berdoa untuk mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih goyah lututmu melihat gemerlap derita yang menyelimuti hidup mereka&lt;br /&gt;masih gemetar jemari mu merasakan pedih mereka&lt;br /&gt;masih berdegup jantungmu ketika kehidupan dipandang sebagai aturan yang harus dijalankan dalam hidup mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih punya hati kau&lt;br /&gt;masih punya nurani&lt;br /&gt;masih punya keinginan untuk memikirkannya&lt;br /&gt;masih punya Tuhan yang menganugrahkannya untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan berubah dihimpit label suci tak bertuah itu&lt;br /&gt;jangan luruh cintamu ditekan prasangka yang berkabut tebal ditingkahi rinai tuah2 kudus&lt;br /&gt;jangan berubah....teriakku padamu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebab aku pun tak sanggup dan tak mengerti mengapa begini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harapku aku pun tak ikut serta dalam hilangmu dan tertawa bersama dalam tahta bayang2 semu dari gelar hamba suci...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pun tidak tau...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-7925346771373790411?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/7925346771373790411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/jangan-sampai-hilang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7925346771373790411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/7925346771373790411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/jangan-sampai-hilang.html' title='jangan sampai hilang...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-9007327101768052760</id><published>2009-10-23T23:52:00.000-07:00</published><updated>2009-10-24T00:07:54.704-07:00</updated><title type='text'>kau pun pergi, jauh...</title><content type='html'>kau pun pergi.&lt;br /&gt;cukup untuk membuatku mengerti bahwa aku terlalu bodoh jika masih berharap pada sisa janji yang pernah kau ucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku memilih diam dan tidak bergerak dalam segi apa pun. kenyataannya adalah sama saja. setidknya aku tidak akan menambah tumpukan luka karena energi rasa, daya dan pikir terkuras habis untuk hal yang mungkin takkan pernah ku tau di mana pangkal dan ujungnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pergilah...&lt;br /&gt;aku sudah cukup matang untuk memilih sakit atau tida, terluka atau tidak. harusnya dari pertama aku mendengar kata hatiku bahwa semua yang telah terjadi disini adalah kesalahan. atau jika pun ini bukan kesalahan, aku mungkin harus menunggu waktu yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin mengubur semua kini. kelak jika ada lagi, itu hanya karena Tuhan yang berkehendak. aku menyerah pada lemah, bahwa aku memang harus ikut dia dan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pergilah...&lt;br /&gt;aku kini mengerti...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-9007327101768052760?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/9007327101768052760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/kau-pun-pergi-jauh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/9007327101768052760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/9007327101768052760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/kau-pun-pergi-jauh.html' title='kau pun pergi, jauh...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-3373569528703297169</id><published>2009-10-22T22:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T22:51:29.972-07:00</updated><title type='text'>ngawurrrr.....</title><content type='html'>ujianku berjalan dengan sukses baru saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sukses dengan arti begini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yesss...!!! aku dapat soalnya, SEMUA...&lt;br /&gt;sukses kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah trus... aku bisa jawab SEMUA soalnya...&lt;br /&gt;sukses juga kan? kurang apa lagi coba? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa lagi yang kurang dalam hidup perkuliahan selain bisa sukses begini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but you know what?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMUA jawaban ku ngawur, alias nggak nyambung, alias nggak pada tempatnya, alias salah, dengan kata lain, aku sama sekali nggak ngerti atau nggak baca buku yang diharapkan di baca dalam makul ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUKSES kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi pengen nangis....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa sih yang ku baca dari kemaren?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku baca, tapi nggak ngerti, alias nggak dong alias bodohnya tetep asik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini ujian nggak sih namanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa general issues? specific issues? gimana cara integrating kurikulum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beugh...semua dengan cara ku yang abal2...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alhasil, ujianku sukses total...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sukses ngawur nya... mami...ampun...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-3373569528703297169?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/3373569528703297169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/ngawurrrr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3373569528703297169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3373569528703297169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/ngawurrrr.html' title='ngawurrrr.....'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-2851805735512061859</id><published>2009-10-22T18:32:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T18:52:30.932-07:00</updated><title type='text'>luruh, lepas, sepi...</title><content type='html'>speechless dengan semua hal yang baru saja kita bicarakan. baru saja dengan sangat bahagia aku mendengar suaramu dan ternyata bahwa kau ada dekat denganku. serasa terjawab semua gelisah dan berat dadaku beberapa minggu belakangan tentang kau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari senang dan bahagia, tiba2 hatiku terasa panas kemudain berat kemudian lengang. mungkin saatnya kau benar2 pergi dari hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tidak sesakit dulu lagi. kini aku mengerti bahwa aku tidak punya energi lebih lagi untuk berjuang demi rasa yang kau pun tak bisa gambarkan padaku. tapi mengapa kau masih saja datang, mencari dan bertanya tentang banyak hal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kali ini lebih tenang. lebih ringan. perlahan aku menyadari bahwa rasa ini mesti luruh dari dinding hatiku, kau mesti ku lepas meski setelah itu kemudian kosong, lengan dan terasa sepi yang sangat legam dan mencekam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tidak sesakit dulu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengertikah kau apa yang sedang kau lakukan? mengapa tidak enyah saja kau dari hidupku? kenapa masih berteriak dalam batinku, hingga pada saat kau tidak ku tau di mana pun masih terasa bahwa kau sedang mencariku. mengapa tidak diam saja, menghilang jauh dalam kelam dan engkau terhapus dalam legam pekat nya ketiadaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa kau mesti bersuara hingga rasa dalam hatiku gelisah dan rindu menguak berkobar menabur pedih dalam ketidakmampuan menjangkau duniamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pergilah...&lt;br /&gt;meski ada sepi yang legam dan mencekam di dalam sini...&lt;br /&gt;aku pun mesti terbang dengan sejuta kesempatan bagiku belajar tentang hidup dan cinta yang sesungguhnya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-2851805735512061859?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/2851805735512061859/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/luruh-lepas-sepi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2851805735512061859'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2851805735512061859'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/luruh-lepas-sepi.html' title='luruh, lepas, sepi...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-2982269525277757946</id><published>2009-10-20T19:56:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T20:13:57.522-07:00</updated><title type='text'>"Shocking Soda"</title><content type='html'>aku ambil istilah ini dari iklan minuman soda...melalui kalimat ini, aku dapat sense, ketika minum minuman ini, kita akan dapat sensasi mengejutkan, bisa lebih menyegarkan...intinya menyentak kevakuman atau kebosanan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well...aku belum pernah minum minuman ini, aku hanya terkenang pada ekspresi yang dinyatakan oleh kalimat "Shocking soda".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama dengan yang ku alami belakangan ini. mungkin ini adalah dampak dari terlalu memegan asumsi kali ya? sehingga ketika kenyataan tidak seperti yang kita bayangkan, akan membuat kita shock...sama seperti kejdian shocking soda tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku baru selesai tutorial seorang expat yang baru beberapa bulan ini di Indonesia. dia harus berjuang untuk mengejar kemampuan dalam penyesuaian disiplin ilmu sekoalah secara Indonesia. mau tidak mau dia harus belajar bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengajari Tom (bukan nana sebenarnya) menyenagkan. setidaknya aku juga belajar bagaimana merekan bicara, itung2 makin membuatku belajar native language mereka dari si native speaker. kemudian, darah yang mengalir dalam tubuh saya memang selalu sangat ingin melakukan sesutau yang ada hubungannya dengan mengajar. mmm...apalagi ya? oh ya, aku suka melihat suatu proses...proses dimana seseorang berubah berkembang menjadi lebih baik. saya sangat suka itu...ini adalah kesenangan dalam mengajar, melihat perkembangan dari hasil kerja keras yang kita lakukan. terlebih perkembangan itu terjdai pda manusia. luar biasa menurut saya. well...itu tentang mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada apa dengan shocking soda dalam masalah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum bertemu Tom, aku tidak mau berasumsi tentang siapa dan bagaimana dia. well...aku mengerti, dia pasti punya latar belakang hidup yang menjadikan dia sesorang yang unik, baik segala baik dan juga buruknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya ingin beranggapan bahwa Tom adalah anak sekolah kelas 11, dia butuh belajar, dan dia pasti punya gejala2 psikologis sebagaimana setiap manusia pasti punya, dan dalam hal ini, Tom adalah anak sedang bertumbuh. pasti lebih kompleks dan sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berusaha untuk nggak mikir bahwa expat mungkin saja: begini, begino, begunu, begitu, dlsb... well...saya datang hanya untu mengajar dan belajar dari kamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi hari ini aku memperoleh satu hal yang mengejutkan tentang dia. hal yang sebelumnya mungkin pernah terpikirkan olehku namun ku ignore saja, atau something lah yang membuatku agak sedikit serem dengan perilaku yang demikian.&lt;br /&gt;"he is really good in creating something different...means he can tell untrue condition as if it is really true..." this is really bad of someone character.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;this will lead someone to lie, be hypocrite, really stay a far from the word Integrity...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well...ini hanya satu sifat dari sekian jumlah manusia di muka bumi. pasti banyak yang menyeramkan, bahkan lebih menyeramkan lagi, pasti itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya sedang mengalami shocking soda pagi hari ini... bentuk kepolosan yang naiv dan bodh dari seorang makhluk yang hidup di tengah dunia yang begitu kompleks, bobrok dan rusak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but well... aku masih hanya tetap ingin memiliki 'ke-apa-ada-an' dan 'kepolosan' yang mungkin harus lebih memilih cara yang lebih smart lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-2982269525277757946?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/2982269525277757946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/shocking-soda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2982269525277757946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/2982269525277757946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/shocking-soda.html' title='&quot;Shocking Soda&quot;'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-8953224430946113612</id><published>2009-10-20T07:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T07:13:22.071-07:00</updated><title type='text'>kau ada</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri di tepi telaga sunyi&lt;br /&gt; Riaknya jernih di tingkah binatang air&lt;br /&gt;   Dijatuhi buah pohon pinus&lt;br /&gt;   Dihinggapi kupu-kupu air&lt;br /&gt; Lingkar gemanya indah disentuh rerumputan tepian&lt;br /&gt;    Disentuh capung capung air&lt;br /&gt;    Disentuh rerumputan tepi telaga&lt;br /&gt;    Disentuh rinai embun tetesan daun pohon tepian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terpaku menatap namun alam tak terlihat&lt;br /&gt;Aku menatap tajam namun tak kusadari&lt;br /&gt;Aku melayangkan pandang namun tidak ada apa-apa&lt;br /&gt;Aku termangu mendesahkan gundahku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdiri di tepi telaga sunyi&lt;br /&gt;Namun yang ada wajahmu&lt;br /&gt;Yang ada ingatan akan engkau&lt;br /&gt;Yang ada dirimu&lt;br /&gt;Yang ada rasa yang pernah ada untukmu&lt;br /&gt;Yang ada kau melulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku gundah dalam kelam ini&lt;br /&gt;Aku gelisah dalm gelap rasa ini&lt;br /&gt;Aku sesak dalam himpitan rasa ini&lt;br /&gt;Aku serasa lumpuh namun kucoba untuk tetap dapat bertahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku letih&lt;br /&gt;Aku ingin lari&lt;br /&gt;Aku ingin tinggalkan tempat ini&lt;br /&gt;Aku ingin jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kau tetap ada….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 September 2008&lt;br /&gt;Karawaci, g&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-8953224430946113612?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/8953224430946113612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/kau-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8953224430946113612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/8953224430946113612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/kau-ada.html' title='kau ada'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-3189285641443303734</id><published>2009-10-20T07:02:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T07:08:03.857-07:00</updated><title type='text'>aku belum mengerti, sama sekali belum...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/St3DNcZMGuI/AAAAAAAAAB4/RcxTQDfPxBQ/s1600-h/8230_1119436381939_1107912436_30295761_1815207_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 232px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/St3DNcZMGuI/AAAAAAAAAB4/RcxTQDfPxBQ/s320/8230_1119436381939_1107912436_30295761_1815207_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5394682564387281634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-3189285641443303734?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/3189285641443303734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/aku-belum-mengerti-sama-sekali-belum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3189285641443303734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/3189285641443303734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/aku-belum-mengerti-sama-sekali-belum.html' title='aku belum mengerti, sama sekali belum...'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/St3DNcZMGuI/AAAAAAAAAB4/RcxTQDfPxBQ/s72-c/8230_1119436381939_1107912436_30295761_1815207_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-799931918771881642</id><published>2009-10-20T04:54:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T05:21:53.062-07:00</updated><title type='text'>"They do not truly love who do not show their love." —Shakespeare</title><content type='html'>aku hendak bicara pada siapa dan apa saja, hanya ingin melepaskan penat jiwaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah aku terlalu naiv? shock menemukan kenyataan seperti ini. tapi oke lah, buat lah dulu memang aku lah yang perlu melihat dunia luar, membuka mata lebar2 dan belajar banyak hal, agar aku bisa menerima segala sesuatu memang begitu lah adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali lagi, masalah dijawab dengan menggunakan Firman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, perlu dikaji lebih jauh... dengan 1 pertanyaan, apakah Firman Tuhan menyelesaikan masalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin dengan kenyataan sederhana ini bisa menjawab. apakah ketika Yesus melihat orang lapar, Dia hanya berkotbah kemudian pergi? tidak, Dia melakukan mujizat dengan 5 roti dan 2 ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah ketika melihat masalah anggur habis di pesta pernikahan di Kana, Dia berikan Firman? tidak, Dia melakukan mujizat mengubah air menjadi anggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih sangat banyak contoh yang tertera di dalam Alkitab. meski benar ada Firman Tuhan katakan bahwa manusia tidak hanya hidup dari roti tapi dari Firman... namun dalam konteks ini masalahnya sangat berbeda. sangat benar bahwa manusia sebagai makhluk Tuhan, sungguh tidak dapat hidup tanpa Tuhan melalui FirmanNya. tapi bukan berarti manusia hidup tanpa hal2 yang material. yang salah adalah jika manusia hanya fokus kepada hal2 yang material dan melupakan Tuhan dan FirmanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well...di tempat ini, semua hal yang sepeti ini tidak asing lagi. sama sekali tidak asing... shock pada awalny, tapi well...makanya saya katakan di awal bahwa saya mungkin harus buka mata dan buka telinga dan belajar banyak2, agar saya tidak terlalu naiv dan bodoh di dunia yang ternyata sangat kejam ini. bahkan di tempat yang katanya berlimpah dengan pengetahuan akan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tidak kecewa...wait...tidak kecewa? hmm...kecewa sih sedikit... katanya jangan gantungkan harapanmu kepada manusia, so well...itukah caranya mengatakan agar siapapun jangan mengharapkan apa2 dari mereka? bagaimana jika mereka memang adalah salah satu alat yang Tuhan pakai buat menolong orang untuk memperpanjang hidupnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku sedikit mengeluh tentang ini, well..benar banget, aku mengeluh, sangat mengeluh...tidak dapatkah manusia bepikir lebih panjang lagi untuk mempertimbangkan sesoerang? jadi apa beda institusi Kristen dengan yang non-Kristen?&lt;br /&gt;apa bedanya? aku hanya bertanya apa bedanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada satu pertanyaan yang dinyatakan orang suci itu... "apakah jika kau punya uang yang lebih, maka kesulitan2 mu akan terjawab?"&lt;br /&gt;well...aku akan jawab "aku tau tidak akan terjawab hanya dengan uang yang lebih, hanya Tuhan jawabannya, tapi aku butuh uang yang lebih untuk ,membantu nasalahku selesai" so what?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah ijinkan aku bertanya meski di atas halaman ini, "memangnya ada apa dengan uang? masalahnya adalah uang... kau mungkin tidak punya atau kau tidak ingin memberi, atau intinya kau sama sekali tidak ingin melakukan sesuatu padahal kau mungkin bisa lakukan...ada apa dengan uang?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;well...trimakasih banyak untuk segala sesuatu...inilah pelajaran2 berikut, hanya pelajaran2 berikut, mungkin akan ada lagi, dan mungkin akan lebih parah...aku tidak tau. tapi Tuhan sedang mengajari aku sesuatu, entah apa... tapi akan kutemukan kelak dalam bentuk peta yang jelas atau frame yang sudah terbentuk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti yang kau katakan bahwa Tuhan sedang bentuk aku dalam kesulitan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terimakasih walau kau hadir dlam bayang2 buram yang tidak jelas dan sama sekali tidak menolong...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i really thank God for everything ^_^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-799931918771881642?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/799931918771881642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/they-do-not-truly-love-who-do-not-show.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/799931918771881642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/799931918771881642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/10/they-do-not-truly-love-who-do-not-show.html' title='&quot;They do not truly love who do not show their love.&quot; —Shakespeare'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4254579641559917209</id><published>2009-09-10T02:29:00.000-07:00</published><updated>2009-09-25T02:25:44.133-07:00</updated><title type='text'>What is worth to be thanked?</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CENDANG%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CENDANG%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CENDANG%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:595.45pt 841.7pt; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 200%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; line-height: 200%;"&gt;What is worth to be thanked?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 200%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 200%;"&gt;Oleh: Endang Nila K. S.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 200%;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tidak&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 200%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;bisa dipungkiri, ada kalanya pandangan saya lebih banyak tertuju pada keberhasilan orang lain serta banyaknya kuantitas yang dapat mereka capai dan akhirnya membanding-bandingkannya dengan keadaan saya. Kemudian saya pun masuk pada area tidak puas dengan diri dan keadaan saya yang ujung-ujungnya berdampak pada rasa minder dan bertanya-tanya; kenapa dia bisa dan saya tidak? Saya mengakui perasaan semacam ini sangat tidak berguna dan mengarah kepada rasa cemburu dan iri yang sangat tidak berguna meski kadar irinya masih stadium 1. Sejenak berpikir tentang orang-orang yang bahkan tidak bisa mencapai apa-apa dalam hidupnya, apakah mereka juga merasakan hal yang sama? Nah, kadangkala kenyataan bahwa masih banyak orang yang tidak lebih baik keadaan hidupnya dari saya, cukup menghibur. Saya akui, meski telah belajar sangat banyak untuk dapat bersyukur, sesuai dengan definisi simplenya yaitu bersyukur merupakan suatu sikap dimana kita dapat menerima keadaan kita sendiri apa adanya, saya masih sangat sulit menerapkannya. Ya, saya pernah bersyukur ketika menyadari bahwa saya sudah sangat beruntung jika dibandingkan dengan begitu banyak kehidupan di luar sana. Tapi kemudian menyadari bahwa ternyata saya termasuk orang yang tidak beruntung ketika melihat begitu banyak sukses dan kelimpahan di luar sana, kemudian kembali pada perasaan yang &lt;i style=""&gt;ngawur&lt;/i&gt;; &lt;i style=""&gt;wujud dari mengerti akan apa itu ‘bersyukur’, tapi tidak dapat mengendalikan perasaan iri dan sangat ingin serupa dengan mereka yang kelihatan berhasil dengan hidup mereka&lt;/i&gt;. Nah jadi, apakah bersyukur bisa diperoleh dari membandingkan? Ini lebih jahat lagi. Jika demikian keadaannya, untuk bersyukur, ternyata membutuhkan korban, yaitu orang-orang yang keadaannya tidak lebih baik dari kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;saya punya seorang teman yang cantik, sudah cantik pintar pula, sudah pintar baik pula, sudah baik punya pacar pula, sudah punya pacar sukses pula karirnya. Alamakk…tidak henti-hentinya saya bercermin diri, “saya kok begini-begini saja ya?” Mana penampilan pas-pas-an, kemampuan akdemik-pun sedang-sedang saja, belum punya pacar pula, apalagi yang kurang? Hanya satu lebihnya, berlebihan kurangnya. Kemudian mengarah kepada tuntutan yang sangat tidak sopan pada Tuhan, “Tuhan, kok begini sih? Dia kok bisa saja dapat semua-semuanya yang semua orang inginkan? Sementara saya? Bah…sudahlah ya…nggak perlu dibilang, semua kurang.” Dengan kata lain, saya tiba pada saat-saat yang tidak mampu bersyukur alias dengan bahasa asli tidak tau terimakasih dan bisa diterjemahkan ke bahasa lain lagi dengan sebutan tidak tau diri. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sekitar 5 minggu dari pertengahan Juli ke pertengahan Agustus saya menjalani praktikum mengajar di salah satu sekolah bonafid di Jakarta. Jangan tanya se-bonafid apa. Uang sekolah siswa perbulan lebih besar dari gaji sebulan PNS golongan awal. Tentang liburan anak-anak ke luar negeri seperti Singapura, Malasya, China, Korea, dan lain sebagainya adalah hal biasa, tak jarang pula ada anak yang sudah keliling beberapa Negara di Eropa dan Amerika. Nah, bisa dibayangkan taraf hidup anak-anak ini ada pada level mana. Sudah begini wah-nya pun, ini masih termasuk sekolah mahal urutan ke sekian di Jakarta, masih ada sekolah yang uang sekolah siswa 3 kali lipat dari uang sekolah di sekolah ini. Hal yang saya lakukan selama di sini adalah bersyukur pada Tuhan. Entah kenapa pada saat itu saya sangat mampu bersykur. Saya juga heran, kenapa bisa kali ini tidak bergumul dengan rasa iri. Saya hanya tekankan dalam hati saya, well…they get theirs and I’ve got mine too, so what’s wrong? Justru saya bersyukur bisa bergabung dengan ‘anak-anak mahal’ ini. Menyenangkan ketika diberi kesempatan untuk mengajar, berbaur dan terlibat dalam kehidupan anak-anak yang cantik dan ganteng, sehat, bahagia, pintar pula, seems there’s no problem about life at all. Karena memang mereka dididik secara berkelas dan sekolah mahal mengajarkan mereka akan begitu banyak kebaikan. Sempurna bukan? Dengan begitu, saya hanya perlu bermodalkan cinta kasih kepada mereka dan melakukan yang terbaik selama menjalani praktikum bersama mereka. Alhasil semua berjalan dengan baik dengan kesimpulan awal bahwa akhirnya kami dapat saling mengasihi dan berteman. Well…aku akhirnya punya teman ‘anak-anak mahal’. Nah, cerita ini ada tujuannya. Saya ingin menceritakan suatu kejadian yang ada pada salah satu di antara mereka. Kenyataan hidupnya yang membuat saya akhirnya berpikir dan merenungkan dalam-dalam akan arti kata bersyukur.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namanya Ben (bukan nama sebenarnya). Keturunan Chinese (mayoritas anak-anak di sekolah tersebut). Ganteng, pintar, menyenangkan, baik, memiliki kemampuan interpersonal relationship yang tinggi dan saya terkesan dengan anak smp kelas 1 yang kelihatan dewasa namun tetap menikmati hidup sebagai anak-anak yang sedang bertumbuh. Saya menyukai dia sedikit melebihi teman-temannya yang lain, apalagi setelah mengetahui kenyataan bahwa Ben menderita sakit ginjal. Sakit ini sudah di derita mulai kelas 3 SD dan sudah menjalani begitu banyak proses pengobatan, kambuh, sakit dan pengobatan lagi. Jika dalam situasi tertentu, dia harus test urine setiap hari. Keadaannya di evaluasi setiap hari dan dicatat dalam &lt;i style=""&gt;report book check.&lt;/i&gt; Suatu hari Mama-nya datang ke sekolah untuk menjelaskan kepada gurunya, saya menguping dan saya terenyuh dan saya sedih dan saya sangat ingin melakukan sesuatu tapi saya juga sadar bahwa saya tidak bisa melakukan apa-apa. Well..Ben melakukan &lt;i style=""&gt;check&lt;/i&gt; dan pengobatan rutin ke rumah sakit di Singapura. Konsekuensi dari sakitnya adalah Ben harusnya tidak boleh banyak bergerak, tidak boleh capek, intinya Ben harus menyadari bahwa dia sakit dan dengan itu Ben harus bisa membatasi gerak, titik. Tapi namanya juga Ben, dia tetap ceria, tetap tertawa bersama teman-temannya, tetap belajar dan aktif dalam kelas, dan &lt;i style=""&gt;cilakanya&lt;/i&gt;, tetap bermain tennis meja ataupun sepak bola setiap jam istirahat. Ketika pelajaran &lt;i style=""&gt;PE (Physical Education)&lt;/i&gt;, bahkan ketika pulang sekolah teman-temannya bermain dia ikut bermain. Alhasil Ben pernah tidak masuk sekolah selama seminggu karena sakitnya kambuh dan parah. Sebisa mungkin saya melakukan sesuatu yang dapat saya lakukan. Ketika jam istirahat, sebisa mungkin saya berjalan ke area tennis meja sekedar mengintip, ketepatan area ini ada di lantai kami, persis di sebelah ruang kelas kami. Jika ada dia, ingin rasanya waktu berjalan lebih cepat dan waktunya bagi saya meneriakkan “ayo 7a, siap-siap…&lt;i style=""&gt;prepare your stuff for moving class&lt;/i&gt;, sudahi mainnya” dan dengan segera mereka akan selesai dan berlari ke kelas untuk bersiap-siap. Atau kalau ketepatan kami bertemu begitu bell istirahat berbunyi, aku akan berkata “Ben…jangan main tennis meja, okey?” ini setelah dia menyapa terlebih dahulu dengan senyuman yang sangat manis “&lt;i style=""&gt;hello&lt;/i&gt; miss” dan ku balas dengan senyuman yang tak kalah manisnya. Bisa tebak, reaksinya berubah setelah kalimat larangan yang saya katakan, namun dia menjawab “okey miss, siip…” dengan mengacungkan jempolnya tapi dengan senyum yang sedikit berubah. Hufffhh…’siapa sih yang tidak ingin melihat dirimu bahagia nak?’ gumamku dalam hati. Dan…oh, satu lagi, biaya untuk Kenny, sungguh sangat tidak sedikit. Sama sekali tidak sedikit. Saya tidak bisa memperkirakan berapa, tapi yang pasti angka-angka itu adalah angka yang mengejutkan bagi saya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Lho, memangnya saya belajar apa dari ini?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Pertama&lt;/b&gt;, saya ingin menyoroti hidup yang kelihatan sempurna itu, ternyata menyimpan lara yang sangat dalam, tersirat jelas ketika mamanya datang ke sekolah dan cerita kepada guru walinya meski dengan eksperi yang tegar mengatakan “biaya yang sebesar ini tidak seberapa bu, yang penting adalah anak saya.” &lt;i style=""&gt;Well…I think about the wealth that I envied for, seems worthy for the healing only… Didn’t I get even more? What we call ‘healthy’. So how can I not thank God for this? hmmm…ponder at this deeply…&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Kedua&lt;/b&gt;, saya melihat definisi ‘bersyukur’ dalam diri Ben. Dia bukan tidak mengerti bahwa dia sakit, bahkan ketika kambuh pun, dia lah yang merasakan sakit yang sebenarnya, namun dia tetap hidup sebagaimana dia. Teringat pada suatu pagi kami mengadakan devotion bersama. Saya bertanya “begitu besar dan kuasanya Allah kita, apa sih yang nggak akan dilakukanNya untuk kamu?” dari sekian anak yang menjawab, jawaban Ben adalah jawaban yang paling dapat saya ingat dan meng-amin-kan dalam hati, dia bilang “Miss, Dia bisa menyembuhkan.” Dalam diri anak yang sakit itu, dia dapat hidup dalam sukacita yang wajar dimiliki anak-anak seusianya bahkan menaruh harapan bahwa ada kesembuhan dalam Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Plakkk….saya merasa tertampar. Saya ingin kembalikan pertanyaan itu pada diri sendiri. “apa sih yang tidak dilakukan Tuhan untuk saya?” mestikah segala sesuatu yang baik dan tidak itu diukurkan pada jumlah materi atau pada apa yang saya miliki dan tidak miliki? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bersyukur adalah ketika kita mampu menerima apapun yang Tuhan jadikan dalam hidup kita. Rasa syukur tidak pernah lahir dari perbandingan, karena dari perbandingan lahir kesombongan. Kesombongan yang mampu mengkotak-kotakkan siapa yang lebih dari saya dan siapa yang kurang dari saya. Ketika ada orang yang kurang, &lt;i style=""&gt;it means that I am more than you,&lt;/i&gt; dan ketika ada orang yang lebih dari diri kita, maka kita minder yang sesungguhnya indikasi dari tidak adanya rasa syukur. Untuk dapat bersyukur, kita tidak perlu membuat daftar orang-orang yang tidak lebih baik dari kita bukan?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Well…let’s think about this…&lt;/i&gt;wajah saya pas-pasan tapi saya sehat dan baik hati. Okey, gaji saya juga tidak besar jumlahnya tapi saya hidup berkarya dan rajin menabung. Apalagi ya? Oh ya, saya belum punya pacar, nah itu artinya saya perlu lebih buka mata, buka hati, terbang tinggi dan diet sehat &lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Let’s thank God for everything&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4254579641559917209?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4254579641559917209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/09/what-is-worth-to-be-thanked.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4254579641559917209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4254579641559917209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/09/what-is-worth-to-be-thanked.html' title='What is worth to be thanked?'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4538448497320165099</id><published>2009-08-26T04:43:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T04:45:44.559-07:00</updated><title type='text'>Puisi-puisi Endang Nila "Deru"</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;telah terbit di oase kompas.com&lt;br /&gt;http://oase.kompas.com/read/xml/2009/07/15/23412343/puisi-puisi.endang.nila.deru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 15 Juli 2009 | 23:41 WIB&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;     &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rentang bias&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ragaku berdiri di atas tanahku, jiwaku mengapung di atas samudraku, hidupku melaju seiring deru nafas bangsaku…&lt;br /&gt;Adakah emosi yang mampu mengulik hatinya? atau telah gersang dan mati rasa, gundul tanpa malu, rata dihantam banjir porak poranda; namun bersunggingan senyum di wajah2 yang seolah2 tulus dan meratap duka atas sekaratnya tubuh bangsaku…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Mari menari2 di atas mimbar pesta demokrasi!”, teriakmu lantang dalam hitungan waktu yang proporsional.&lt;br /&gt;“Mari, bergegaslah, ini demi kemajuan bangsa kita tercinta!”, teriakmu tak kalah lantang di penghujung ambisimu yang hendak meraja.&lt;br /&gt;“Mari, bangkitkan tubuh tidur dan penyakitan ini!”, teriakmu berkali2 seolah2 kau mengerti apa yang tanah ini inginkan, yang dalam nyata betah melawan arus ambisi-mu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adakah tanya yang mampu dijawabnya? Tidakkah selama ini hanya disampirkan di tepi paham intelektual yang kemudian kali luruh di telan badai topeng ke-tidak acuh-an?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jawablah tanyaku;&lt;br /&gt;Mengertikah kau apa yang ku inginkan?&lt;br /&gt;Pahamkah kau apa yang harus kau lakukan?&lt;br /&gt;Dapatkah kau selami bahasa yang melekat dalam wajah ribuan manusia yang berdiri di atas tanah ini?&lt;br /&gt;Bisakah kau kuburkan nafsu ambisi-mu dalam harap ratusan juta pasang mata yang lelah terpuruk di jalan2 buntu?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tubuh kami bukan tak bisa menari menghentak gerak di panggung juang, bukan tak ingin bangun dari onggokan pesakitan bumi ini. Tubuh kami bukan tanpa jiwa, jiwa kami bukan tanpa hati;&lt;br /&gt;Tapi kau, punyakah kau ketiganya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tanya-jawab&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika jawab adalah senjatamu&lt;br /&gt;Tanya adalah alatku&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita coba berembug di pagi remang&lt;br /&gt;Ku keluarkan alatku&lt;br /&gt;Kau acungkan senjatamu&lt;br /&gt;Kita tumpahkan serpih2 bening dari sulingan keringat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutmu apa filosofi dari tanya dan jawab?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biar filsuf yang rangkai maknanya dalam jalinan kalimat kompleks yang memuaskan nafsu intelektual mereka,&lt;br /&gt;Tapi kita, tidak berdiri untuk bersikap saling bodoh; kau coba meyakinkan dengan mimik polos-mu dan ku coba manggut2 dalam mimik lugu-ku,&lt;br /&gt;Harusnya kita tengadahkan mata pada mentari yang sama,&lt;br /&gt;Namun kau putar makna huruf hingga di senja remang;&lt;br /&gt;Tanpa ku nyana mengapa mentari kita berdiri bertolak belakang…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa makna tanyaku dalam jawabmu?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Prinsip?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mari bergerombol di meja bundar philosophy&lt;br /&gt;Kita diskusi tentang prinsip&lt;br /&gt;Kita undang para filsuf penghuni langit ke 5 yang sering hidup di awan makna&lt;br /&gt;Kita teguk kopi hitam berbuih senyum sekedar meluruh syaraf&lt;br /&gt;Kita bicara perlahan menelan arti bukan kuat suara&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ku hidangkan sepiring makna prinsipku&lt;br /&gt;Kau cicipi, kau melenguh panjang tanpa bicara&lt;br /&gt;Ku hidangkan semangkuk penuh alasan&lt;br /&gt;Kau reguk, kau mengerutkan kening&lt;br /&gt;Ku hidangkan setalam argument&lt;br /&gt;Kau makan, kau meringis tepat di matamu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mari bicara, kata ku&lt;br /&gt;Kau menatap datar&lt;br /&gt;Mari bicara tentang prinsip, kataku lagi&lt;br /&gt;Kau mengerling dalam cibir&lt;br /&gt;Mari bicara lah, kata ku&lt;br /&gt;Bibirmu bergerak, lidahmu menguntai seurut kata bimbang&lt;br /&gt;“dia perilaku, bukan buah bicara”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Gugur Guru&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kau tau jiwa kami terpaku dalam jeruji; kau pernah diam bersama kami&lt;br /&gt;Kau tau nyawa kami meregang di sudut kelam; kau pernah merasa&lt;br /&gt;Kau tau beribu lapis duka menanti kami meratapinya; kau terlebih dulu meratapinya&lt;br /&gt;Kau tau beribu makna dalam tarian melingkar yang dengan dungu kami perankan; kau bersama kami&lt;br /&gt;Kau tau bahwa kami, perlahan2 mati…&lt;br /&gt;; meski kau berontak dalam bahasamu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pulanglah dihantar tangis, duka dan lambai tangan yang rela;&lt;br /&gt;Tertanam segala benih harum yang telah kau tabur; kau bahkan lebih dari apapun yang mungkin kau dan kami pikirkan…&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Kuletakkan berkali2 di atas bara yang sama&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemarin sudah, setelah nya kering dan berbekas&lt;br /&gt;Kemarin pun sudah, setelahnya kering dan berbekas&lt;br /&gt;Kemarin nya lagi sudah, setelahnya kering dan berbekas&lt;br /&gt;Kemarin kemarin nya lagi pun sudah, setelahnya kering dan berbekas&lt;br /&gt;Hari ini ada lagi, besok akan kering dan meninggalkan bekas…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dapatkah katup mata kekal tak tersibak?&lt;br /&gt;Agar tak kulihat lagi esok esok dengan bekas nya…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku takut tiba dibatas kertak tulang, mengintip di balik rongga2 busuk…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apa beda kita?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlukis dalam gambar&lt;br /&gt;Tersirat dalam bias warna&lt;br /&gt;Terucap dalam cipratan kuas&lt;br /&gt;Terpatri dalam sketsa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak satupun sama&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;"&gt;Refleksi hawa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuceritakan sebuah refleksi tentang adam dan hawa;&lt;br /&gt;Laki-laki dan perempuan…&lt;br /&gt;Saling membutuhkan&lt;br /&gt;Saling memiliki ketertarikan&lt;br /&gt;Saling mendekat&lt;br /&gt;Saling menyatu dalam perbedaan&lt;br /&gt;Menjadi satu dalam saling.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;'Fool-feel'&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menggigit luka&lt;br /&gt;Namun menabur aroma&lt;br /&gt;Ia melumpuhkan&lt;br /&gt;Namun menerbangkan&lt;br /&gt;Ia mematahkan&lt;br /&gt;Namun diinginkan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia laki2 dan perempuan jiwa eros; dalam rasanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“sastra adalah dunia seni dimana kejujuran hati dan pikir manusia dirangkai dalam kata2 indah dan penuh makna. Syair adalah lagu terindah yang siap menampung luapan emosi, rasa dan pikir dari pecintanya."&lt;/p&gt;&lt;p&gt;-----------------&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Endang Nila ‘Deru’ lahir 03 April 1983, pecinta sastra dan dunia menulis. Lulusan Universitas Negeri Medan Jurusan Pendidikan B. Inggris. Sedang giat-giatnya mencapai progress dalam dunia menulis. Bercita-cita memiliki buku ontology puisi hasil karyanya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;         &lt;/div&gt;   &lt;!--end artikel --&gt;          &lt;div style="padding: 10px; background-color: rgb(244, 244, 244); font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 11px;"&gt;         &lt;center&gt;Together We Stand Against Terrorism!  KOMPAS.com support &lt;a href="http://www.indonesiaunite.com/" target="_blank" style="text-decoration: none; color: rgb(255, 0, 0); font-weight: 300;"&gt;#IndonesiaUnite&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;     &lt;/div&gt;   &lt;form id="rateform" name="rateform" method="post" action="document.rateform,'http://oase.kompas.com/read/rate"&gt; &lt;div style="border-top: 1px solid rgb(238, 238, 238); padding: 5px 0pt; margin-top: 20px;"&gt; &lt;div class="toolartikelkiri"&gt;  &lt;script&gt; function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&amp;t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}&lt;/script&gt;&lt;style&gt; html .fb_share_link { padding:0px 0 0 20px; margin-top:5px; height:16px; background:url(http://static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?2:26981) no-repeat top left; font:normal 11px arial; }&lt;/style&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://oase.kompas.com/read/xml/2009/07/15/23412343/puisi-puisi.endang.nila.deru." onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link"&gt;Share on Facebook&lt;/a&gt;  &lt;!--       &lt;a target="_blank" title="Tambahkan ke Digg" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://oase.kompas.com/read/xml/2009/07/15/23412343/puisi-puisi.endang.nila.deru."&gt;&lt;img border="0" src="http://www.kompas.com/data/images/icon_digg.gif" /&gt;&lt;/a&gt;        &lt;a target="_blank" title="Tambahkan ke Del.icio.us" href="https://secure.del.icio.us/login?url=oase.kompas.com/read/xml/2009/07/15/23412343/puisi-puisi.endang.nila.deru.&amp;title=Puisi-puisi Endang Nila 'Deru' "&gt;&lt;img border="0" src="http://www.kompas.com/data/images/icon_delicious.gif" /&gt;&lt;/a&gt;        &lt;a target="_blank" title="Tambahkan ke Reddit" href="http://www.reddit.com/submit?url=http://oase.kompas.com/read/xml/2009/07/15/23412343/puisi-puisi.endang.nila.deru.&amp;title=Puisi-puisi Endang Nila 'Deru' "&gt;&lt;img border="0" src="http://www.kompas.com/data/images/icon_reddit.gif" /&gt;&lt;/a&gt;        &lt;a target="_blank" title="Tambahkan ke Stumble" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://oase.kompas.com/read/xml/2009/07/15/23412343/puisi-puisi.endang.nila.deru.&amp;title=Puisi-puisi Endang Nila 'Deru' "&gt;&lt;img border="0" src="http://www.kompas.com/data/images/icon_stumble.gif" /&gt;&lt;/a&gt;  --&gt;  &lt;/div&gt;      &lt;div class="toolartikel"&gt;         &lt;span id="ratespan"&gt;           &lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/star.gif" /&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/star.gif" /&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/star.gif" /&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/star.gif" /&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/star.gif" /&gt;&lt;b&gt;Nilai 5&lt;/b&gt;          &lt;select name="selRate"&gt;           &lt;option value="" selected="selected"&gt;- Beri Rating Artikel -&lt;/option&gt;           &lt;option value=""&gt;----------&lt;/option&gt;           &lt;option value="5"&gt;Sangat Baik&lt;/option&gt;           &lt;option value="4"&gt;Baik&lt;/option&gt;           &lt;option value="3"&gt;Cukup&lt;/option&gt;           &lt;option value="2"&gt;Kurang&lt;/option&gt;           &lt;option value="1"&gt;Sangat Kurang&lt;/option&gt;           &lt;/select&gt;           &lt;input name="txtID" value="267606" type="hidden"&gt;           &lt;input title="Beri Rating" value="Rate" class="inputbiasa" onclick="validateRatingForm(document.rateform,'http://oase.kompas.com/read/rate/833bf')" type="button"&gt;         &lt;/span&gt;        &lt;a href="javascript:void(0)" title="Font Artikel Kecil" onclick="article_fontSizer('small')" style="font-size: 11px;"&gt;A&lt;/a&gt;       &lt;a href="javascript:void(0)" title="Font Artikel Sedang" onclick="article_fontSizer('medium')" style="font-size: 12px;"&gt;A&lt;/a&gt;       &lt;a href="javascript:void(0)" title="Font Artikel Besar" onclick="article_fontSizer('large')" style="font-size: 14px;"&gt;A&lt;/a&gt;         &lt;a href="javascript:void(0)" title="Cetak Artikel" onclick="MM_openBrWindow('http://oase.kompas.com/printnews/xml/2009/07/15/23412343/puisi-puisi.endang.nila.deru.','printhalaman','toolbar=no,location=no,status=yes,menubar=no,scrollbars=yes,width=700,height=500')"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/icon_print.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;a href="javascript:void(0)" title="Kirim Artikel ke Teman" onclick="MM_openBrWindow('http://oase.kompas.com/sendnews/xml/2009/07/15/23412343/puisi-puisi.endang.nila.deru.','printhalaman','toolbar=no,location=no,status=yes,menubar=no,scrollbars=yes,width=700,height=500')" id="induk"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/icon_mail.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;       &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt; &lt;/form&gt;    &lt;div id="dspcomment"&gt;  &lt;div class="textbesar" style="border-top: 1px solid rgb(238, 238, 238); padding: 15px 0pt;"&gt;Ada 1 Komentar Untuk Artikel Ini. &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/xml/2009/07/15/23412343/puisi-puisi.endang.nila.deru.#posting"&gt;Posting komentar Anda&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding: 10px 10px 10px 60px; background: rgb(246, 246, 234) url(/data/images/quote_grey.gif) no-repeat scroll 0% 0%; margin-top: 2px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; line-height: 16px;"&gt;&lt;b&gt;keyka @ Minggu, 26 Juli 2009 | 12:29 WIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;ku ingin mengenal kamu lebih lg sebagai teman berbagi bahasa... dlm alunan kata-kata yg tertuang dlm indahnya bait-bait puisi ..my no phone 0813 7028 5474 &lt;/div&gt;&lt;div class="boxnomordaerah" style="float: right;"&gt;&lt;a href="javascript:void(0);" onclick="ajaxComment('http://oase.kompas.com/read/chgcomment/267606/0/5/0','dspcomment')" class="dipilih"&gt;1&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://oase.kompas.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4538448497320165099?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4538448497320165099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/08/puisi-puisi-endang-nila-deru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4538448497320165099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4538448497320165099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/08/puisi-puisi-endang-nila-deru.html' title='Puisi-puisi Endang Nila &quot;Deru&quot;'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4548175145513339225.post-4694216375352536235</id><published>2009-08-26T04:41:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T04:43:12.375-07:00</updated><title type='text'>"Al"</title><content type='html'>&lt;div class="tanggal"&gt;telah terbit di oase kompas.com&lt;br /&gt;http://oase.kompas.com/read/xml/2009/08/07/07101111/al&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 7 Agustus 2009 | 07:10 WIB&lt;/div&gt;  &lt;div id="article_body"&gt;     &lt;p&gt;Cerpen &lt;strong&gt;Endang Nila&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1998-1999, aku masih 15…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Syahrial adalah tokoh romantis yang pernah ambil peran dalam selampir kisah yang konyol dalam hidupku. Konyol karna berakhir dengan luka dan sakit yang kutancapkan dalam hatinya, hanya karena beberapa hal yang membuatku merasa hina jika harus bersamanya, akibat pandangan-pandanganku yang sempit tentang siapa dia.  Selebihnya, Syahrial adalah pria yang romantis dan sangat pencinta, tapi entah mengapa semua jadi gagap dan tidak berjalan sesuai dengan arah yang harusnya pernyataan ini sebutkan tentang dia dalam hatiku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Syahrial adalah pria yang sangat menarik. Dengan senyum yang sangat menawan, sangat menawan, (pengulangan ini diperlukan untuk menggambarkan betapa menawan senyum-nya bagiku) tatapan mata yang hangat ketika menatapku, seolah-olah begitu erat memeluk mengalirkan kehangatan dan rasa nyaman di seluruh tubuhku. Dengan cerita-cerita konyol dan lucu, menaburkan gelak canda tawa dalam pertemuan-pertemuan kami yang seringkali tidak sengaja ada, tapi kemudian lebih sering ku sengaja agar ada ketika pesonanya mampu menarikku kuat dari cangkang persembunyianku. Dengan penampilan yang necis dan kadang parlente; jika sedang mendapat untung lebih dari penjualan kupon togel, dengan potongan rambut yang manis di belah dua, walau tanpa minyak rambut, dia tetap tampak kelihatan keren, mempesona, dengan tindik satu di hidung, lubang sebelah kanan, menambah kesan eksotis yang mampu menarik hati untuk ikut bergetar ketika mendapat senyumnya. Entah apa lagi yang belum ku sebutkan, segala hal tentang dirinya sungguh sangat membuatku terpesona, keseluruhannya sungguh membuatku ingin selalu duduk di sore hari di teras toko ibu kost ku, atau pada jam-jam dia mulai menjalankan tugasnya berkeliling dari jalan ini ke jalan sana dan dari gang ini ke gang sana, dan selalu pula, jika aku ada, dia akan sengaja berlama-lama duduk dan sekedar cerita. Dan aku-pun sering dengan sengaja duduk di sana berlama-lama bersama si mbak, ibu kost-ku, siapa tau dia akan kembali dan selesai dengan kerja-nya dan siapa tau dia akan singgah dan siapa tau kami akan bincang-bincang lagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Syahrial ketika itu bangga dengan pekerjaannya sebagai agen penjual kupon judi togel, bangga dengan penghasilan yang lumayan dari kerja itu, yang ketika itu marak di kalangan awam dan belum dilarang, dan meski kemudian telah dilarang oleh pemerintah, masih diminati dan tetap bisa beroperasi secara diam-diam. Aku tidak tau mengapa bisa begitu dan tidak terlalu pusing memikirkannya, walau aku sangat menyadari dan mengakui bahwa hal itu salah dan haram hukumnya. Tetap saja aku tidak bisa menepis pesona syahrial dari kelopak mataku. Namun kelak kusadari, nuraniku akan bicara keras, hingga aku tidak mampu menerima cinta seorang syahrial walau ku akui aku pun seakan sangat mencintai dia, cinta yang ‘seolah-olah’ sebab tak dapat sepenuhnya kukatakan cinta karena pikiran logisku sebagai manusia lebih banyak bicara pada akhirnya. Mungkin keadaan ini adalah satu dari beberapa hal yang membuat aku merasa hina jika harus bersamanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku sangat menikmati saat-saat ketika aku mengenal dia dan hidupnya. Aku bahagia, pernah menjadi satu orang yang sangat berarti bagi dia, dan pernah melukis kisah dalam kehidupan cintanya yang dengan tidak sengaja ku buat hancur lebur dan berkeping-keping. Aku menikmati lagu-lagu yang dinyanyikannya dengan petikan gitar sehandal gitaris GUNS ‘N’ ROSES ketika menyanyikan lagu sweet child of mine, duduk di tembok pembatas jalan di mulut gang menuju rumahnya bersama teman-teman-nya. Konser itu kerap kali berlangsung sampai mereka bosan dan aku tak juga bosan, mau dan mau dengar lagi. Ketika kami belum kenal, aku hanya mengagumi dia dari jauh, menjadi fans setianya dalam diam, dan memandangnya dengan curi-curi ketika dia singgah di toko si mbak sekedar bertanya kabar pada si mbak atau kalau si mbak beli kupon togelnya. Aku hanya bisa puas dengan semua status itu; menjadi secret admirer, memendam rasa yang membuncah dengan gejolak ingin akan sesuatu hal yang lebih dengan dia, tapi dalam diam. Aku bukanlah seorang gadis yang bisa dengan ekspresif menyatakan siapa aku dan apa mauku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah awalnya, aku hanya salah satu dari hadirin dan hadirat yang ada di teras toko itu mendengar dia bicara dengan si Mbak, si Butet dan adik-adiknya; ponakan si Mbak, dan ikut tertawa dalam aliran cerita yang lucu. Dari proses itu, mungkin akhirnya terbit inginnya untuk mengenalku. Tidak langsung dengan menyodorkan tangannya dan menyebut namanya, tapi melalui Butet dia tanya tentang aku dan minta kenalan. Entahlah, agak lucu caranya, tapi menyenangkan juga dan aku hanya ikuti arus yang di tawarkannya. Melalui Butet dia bilang bahwa senyumku manis, melalui Butet juga dia bilang sesuatu yang menyentuh hatiku seperti  “sekolah dimana?” “jurusan apa?” “ohhh…” “orang mana?” “udah punya pacar belum?” “kirim salam manis ya…” dan banyak lagi pernyataan-pernyataan dan pertanyaan-pertanyaan lain yang kadang di sambut dengan tawa jahil oleh Butet dan adik-adiknya dan kadang-kadang si mbak ikut nimbrung membuat panas suasana. Lambat laun suasana mencair dan kami punya jaringan langsung komunikasi tanpa perantara. Tanpa ku sadari, frekuensi hadirnya semakin sering. Penampilannya semakin mempesona, memicu debaran hatiku yang makin hari makin kencang, dan kami menjadi punya waktu lebih lama untuk hadir dalam konferensi sore hingga malam bersama si Mbak, Butet dan adik-adiknya, yang akhirnya tinggal kami bertiga; dia, pengawalnya; Ajo dan aku. Aku menikmati semua pertemuan-pertemuan itu, dengan impi yang tersimpan rapi dalam hati yang tak berani kunyatakan. Aku bahkan tak berani membayangkan bahwa suatu saat impian itu jadi kenyataan, walau dengan tak sengaja, sikapku telah menyatakannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia semakin sering mengadakan konser dengan gitarnya di mulut gang rumahnya di depan toko ibu kostku membawakan lagu-lagu romantis, suara hati seorang pria yang sedang jatuh hati dan hendak menyatakan isi hatinya pada wanita pujaannya. Antara sadar dan tidak, aku telah memposisikan diriku sebagai perempuan pujaannya itu, dan terhanyut dalam fantasi itu dan di sisi lain aku tekankan dalam hatiku bahwa itu tak mungkin atau ada thesis ketiga yang menyatakan bahwa aku sesungguhnya takut jika sampai akhirnya impianku kejadian; bahwa kami saling mencintai dan jadian. Entahlah, dengan segala ketidak-mengertianku tentang semua itu, aku hanya mengikuti arus kata hatiku dan aku bahagia di dalamya di campur sedikit kadar rasa bersalah karena keadaannya, dan kenyataan siapa dia dan siapa aku sama sekali bukanlah suatu hal yang ku harapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“nggak sekolah?” tanyaku pada suatu hari, karena penasaran dengan ketidakpernah-munculannya dengan seragam sekolah, bahkan ketika kami bertemu persis jam ku pulang dari sekolah. Aku hanya berharap dua jawaban ketika itu, dia telah lulus SMA dan menunggu waktu untuk melanjutkan kuliah atau mencari pekerjaan yang lebih baik. Dan dengan segenap hatiku, sungguh aku menghargai kejujurannya tentang keadaan dirinya…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dua tahun lalu aku telat mendaftar sekolah, sebenarnya udah hampir di masukkan di pertengahan tahun tapi Mak bilang tanggung dan kami memutuskan menunggu tahun depannya, tapi inilah, jadi kelupaan… keenakan dapat uang dari kerjaan ini. Mungkin tahun depan akan ku coba,” aku nya jujur. Yang menimbulkan sedikit benturan dalam dinding prinsip yang ku pegang teguh, tapi dalam diam ku coba cerna dan pahami. Lagi-lagi pesonanya meluruhkan semua ketidak-samaan itu dan aku tetap ikut arus yang sedang melanda suasana kami. Dengan segala kepolosanku tentang hidup yang harus dijalani seorang manusia, terlebih seorang anak seusia ini yang harusnya duduk di ruang kelas dan belajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Al, sekolah lah…keadaan enak dari pekerjaan ini nggak akan bertahan lama,…” ucapku sungguh-sungguh menatap matanya seolah-olah aku ini siapanya dan dia siapaku, yang ditanggapinya dengan pandangan merasa bersalah dan dengan gagu menjawab dengan senyumnya. Sekilas terentang satu beda di hadapan kami, namun dia berjuang untuk masuk dan ikut agar seolah-olah beda itu sama sekali tidak ada.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Trimakasih Ka… aku akan sekolah, tahun depan aku sungguh-sungguh akan membuat pernyataan ini jadi kenyataan” ucapnya sambil dengan tatapan hangat itu yang menarik aku semakin dalam ke dunia pikirnya dan membuatku mengerti apa artinya. Rasa yang tak dapat kulukiskan ini membuatku menjadi semakin tertanam kuat dalam arus yang sedang mengalir di antara kami. Tapi mungkin juga, keadaan ini adalah satu dari beberapa hal yang membuat aku merasa hina jika harus bersamanya.&lt;br /&gt;Suatu saat ku beranikan diri bertanya pada si Mbak tentang dia dan keluarganya… Dan mungkin keadaan ini juga adalah satu lagi dari beberapa hal yang membuat aku merasa hina jika harus bersamanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau pasti kenal Mak-nya, itu perempuan yang sering keluar malam pulang pagi. Nggak tau entah mau kemana, sudah banyak sih, berita-berita miring tentang dia itu. Termasuk si Al itu, mana ada yang tau dimana bapaknya. Tapi seperti itulah rupanya gaya hidup mereka, nggak kau lihat Tantenya yang dua lagi, adik-adik Mak-nya, ikut jejak Mak-nya juga…” wwhhuuussssshhh….angin dingin sedingin es beku menyelesap masuk ke dalam jantungku, sesaat seperti menghentikan degupnya. Itulah hidup syahrial. Yang tidak ku nyana sama sekali bahwa dari keberadaan dirinya di dunia ini pun telah membangun tembok tebal di antara kami, begitulah dalam pemandanganku ketika itu. Di tembok dinding tebal prinsip dimana aku tumbuh dan besar sungguh sangat jauh dan beda warna dengan miliknya. Aku seperti dijatuhi berton-ton benda berat dalam hatiku yang sesekali membuat aku bernafas tertahan dan berat. Ingin kutangiskan sebuah sesal, kenapa aku bisa dikenalkan pada dunia yang seperti ini? Mesti dengan Syahrial pula? Kenapa nggak keadaan yang lain saja, walau semiskin apa pun syahrial, mungkin lebih dapat diterima oleh akalku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan masih…pesonanya seolah masih mengukir impi dalam hatiku bahwa, toh dia sama sekali tidak bersalah dan manusia pasti bisa berubah, pasti, tidak diragukan lagi. Dan aku kembali masuk dalam dunia yang kami bangun bersama, masih tanpa pernyataan dan komitmen tapi seolah-olah hati kami mengerti. Seolah-olah aku mengerti bahwa setiap lagu yang dinyanyikannya sedang di alamatkan untukku, bahwa ketika dengan sengaja dia lewat di depan toko si Mbak adalah untuk melihatku, bahwa ketika aku ada di sana dan dia sengaja berlama-lama pura-pura membahas apa saja dengan si Mbak adalah ujung-ujungnya agar kami bertiga disana, dia, pengawalnya; Ajo dan aku punya waktu lebih lama, bahwa ketika dia bicara kepada Butet dengan suara kuat, kadang disengaja dengan teriak agar aku dapat mendengar suaranya dari kamar di dalam rumah kost persis di belakang toko si Mbak untuk beritahu bahwa dia sedang ada di sana, bahwa dia marah, semakin sering marah ketika seorang pria yang ku anggap Tulang (panggilan paman atau om untuk suku Batak) sering datang mengunjungi aku dan semakin sering belakangan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernah suatu kali, ketika aku masih belum menyadari sepenuhnya posisi hatiku dan hatinya dalam line ini, tercipta suatu kejadian lucu dan konyol. Yang menimbulkan amarahku sekaligus pada dua orang pria.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sore hari, ketika menjelang malam, Tulang datang setelah sekitar beberapa hari tidak datang karena di luar kota untuk satu acara. Kami bicara seperti biasa dengan hadir si Mbak, yang selalu ku maklumi bahwa dia datang untuk si Mbak. Akhirnya ketika waktu bergulir, si Mbak pergi karena suatu urusan, tinggallah aku berdua dengan Tulang melanjutkan cerita yang dibawanya. Muncullah Al dari dalam gang bersama pengawalnya, ku sambut dengan wajah memerah dan jantung berdebar karena hadirnya. Aku berpikir bahwa inilah jam nya dia akan berkeliling lagi untuk melakukan pekerjaannya dengan kupon-kupon itu. Tak sedikit pun terbersit dalam benakku bahwa aku telah bersalah duduk berdua bersama Tulang di teras ini. Sehingga aku tetap tak dapat menangkap sinyal kesal dan marah ketika dia lewat lagi setelah berjalan menuju toko yang berjarak sekitar 3 rumah dari toko si Mbak masuk ke dalam gang rumahnya. Tak berapa lama dia lewat lagi berdua dengan Ajo menuju toko yang di sebelah, untuk kemudian pulang lagi dan masuk ke dalam gang. Tak berapa lama kemudian, dia muncul lagi bersama Ajo dan menuju toko itu untuk kemudian kembali lagi masuk ke dalam gang.&lt;br /&gt;Begitu sampai beberapa kali, persis di hadapan kami, tanpa menyapa dan lewat begitu saja. Kemudian untuk sekitar satu jam dia tidak tampak lagi dan kemudian datang dari arah mulut jalan masuk ke dalam toko si debelah dan duduk-duduk, aku masih bisa melihat bagian kepalanya di balik tembok pemisah dari toko itu, dengan sesekali berdiri dan memandang ke arahku duduk bersama tulang. Akhirnya aku mencium bau yang tidak enak dengan suasana ini. Tapi aku memilih diam dengan suatu paham bahwa aku tidak bersalah telah begini, aku hanya sedang bercengkerama dengan orang yang ku anggap pamong. Lagian salah dia, mengapa tidak datang saja dan bicara setidaknya mereka bisa berkenalan. Dan terjadialah kasus criminal kecil-kecilan itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“prangngng…!!!!!brruuukkkk…!!!!!!!” satu lemparan batu persis di atas atap toko si Mbak yang terbuat dari seng. Tulang berdiri dan melihat sekeliling mencoba cari titik, darimana gerangan penyebab bunyi atap itu berasal. Aku pun ikut berdiri, dan mataku bertubrukan dengan mata Al di toko sebelah, aku masih takut menduga bahwa ini adalah ulahnya. Setelah beberapa lama tidak ada tanda-tanda kami kembali duduk dan sebentar membahas kejadian batu yang jatuh di atas kepala kami dan melanjutkan pada cerita lain. Kemudain…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“pranngngng…..!!!prangngng…!!!brukkkkk….!!!!” aku menduga ada dua batu kini. Kemudian kami berdua berdiri bersamaan, terkejut dengan episode cerita bersambung dari batu-batu itu. Dan ah, aku semakin yakin bahwa Al telah melakukannya ketika mata kami bertubrukan lagi, dia berdiri dan memandang persis ke mataku dan walau aku semakin yakin bahwa dia adalah sutradara dari cerita bersambung ini, kuputuskan diam dan duduk kembali agar suasana tenang. Aku tidak bisa membayangkan Tulang akan mengeluarkan jurus mautnya untuk si pelaku pelempar batu tersebut. Kemudian…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“pranngngng…..!!!prangngng…!!!brukkkkk….!!!!braaakkkkk…!!!”, yap! Aku yakin ada tiga batu kali ini, kontan aku berdiri dan dengan pandangan yang menusuk kecewa ku hunjamkan ke mata Al yang berdiri di toko sebelah sana sedang memandang tepat ke mataku. Dan tanpa bicara panjang aku permisi pada Tulang dan masuk ke rumah, aku tidak ingin ada kejadian yang lebih dari itu, terlebih lagi, aku tidak ingin tau apa yang akan terjadi setelah itu. Aku terlalu takut membayangkan bahwa aku, malam ini, telah menyebabkan kerusuhan antara pihak yang sangat dekat di hatiku hanya karena kesalah pahaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiba di kamar, kutumpahkan segala takut dan amarahku dalam tangis. Aku tidak habis-habisnya merutuk diriku bodoh dan dungu. Bisa-bisanya jadi anak gadis penyebab kerusuhan. Apalagi ini bukan rumahku, ini bukan kampungku, ini tanah orang lain, aku hanya menumpang…nah lho…bisa-bisanya turut serta memberi kontribusi bagi biang kerusuhan, ppuuihhh, hampir saja, aarrrggghhhh….aku sungguh tidak bisa bayangkan kemungkinan-kemungkinan kejadian yang dapat saja terjadi di belakangku, sepeninggalku. ‘terserahlah Tuhan, tapi tolong jangan terjadi sesuatu apapun, mau ku taruh dimana mukaku?’ mohonku berulang-ulang sambil terus saja menelan sesal yang tak henti dalam hatiku, hingga menimbulkan sedikit benci pada Tulang dan Syahrial. Memangnya aku siapa mereka sampai harus dilibatkan dalam kejadian konyol semacam ini? Berkali-kali aku bersumpah dalam hati tidak akan bicara lagi pada Tulang karena dia sedikit telah menyumbangkan kesalahan, mengapa tidak disuruhnya saja aku tidur, toh sudah malam? Aku benci pada Al, mengapa dia nggak datang aja dan bergabung dalam percakapan itu? Tapi, hhhhh….aku tidak bisa janji tidak akan bicara pada Al.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Alhasil aku memutuskan berhibernasi saja hari ini. Bangun siang, makan apa saja yang ada di kamar, mandi dan kembali ke kamar. Aku tidak ingin melihat siapapun hari ini, seolah dunia sedang menunggu ku di luar untuk memuntahkah teror tepat di mukaku. Ketika hari bergulir menuju sore, baru akhirnya aku berani memilih duduk di teras rumah, dan tidak akan pergi ke teras toko, sampai ku pikir keadaan reda. Aku ingin memastikan tak satupun dari mereka itu ada di sana sedang duduk-duduk atau apa sajalah…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi tak bisa tepat seperti dugaanku. Begitu aku duduk di bangku yang di bentuk dari bongkahan kayu pohon besar yang persis terletak di samping pintu keluar rumah menuju toko, begitu pandanganku lurus ke kiri, aku akan melihat aliran sungai dengan jembatan yang agak besar menghubungkan daratan sebelah sini dan seberang sana, ada 2 sosok dua pria sedang berdiri di sana dengan pandangan persis ke arahku, tepatnya ke arah pintu rumahku. Dengan tubuh yang di condongkan pada batangan besi penyangga sisi jembatan. Syahrial dan pengawalnya; Ajo. Dengan semerta-merta pandangan kami saling bertemu; hal yang tak dapat kuhindari, dia menusukku dengan tatapan tajam itu seolah-olah bicara banyak tentang hal yang tidak ku mengerti namun di sana ada sesal, permohonan maaf tapi juga marah, dan kadar yang dominan adalah cinta… dengan tidak sengaja aku melempar senyum, sekedar memberitahu bahwa aku tidak bisa marah sama sekali pada nya, atau apalah artinya, tapi aku benar-benar tidak dapat menahan senyumku padanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tatapan matanya menerbitkan iba-ku pada keadaan hatinya…perlahan mereka bergerak dan berjalan ke arah rumah. Kami bertiga duduk diam membisu sesaat, posisi Ajo lama-lama menjauh dari kami, tapi dia masih di sana sambil diam, entah apa yang dipikirkannya…dan amarahku perlahan-lahan muncul dan menyelesak keluar dari hatiku melalui mata dan mulutku…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kalian kan yang lempar batu semalam ke atap?” tanyaku dengan emosi marah yang tertahan, dia diam hanya melihati aku dengan mimik rasa bersalah di wajahnya, mungkin sebagai wujud pernyataan yang tidak mampu di ucapkannya mempertahankan ego nya yang sedang diselimuti kelaki-lakian seoarang laki-laki yang terus terang saat itu tak ingin ku mengerti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Aku marah Al. itu benar-benar bukan tindakan yang dewasa. Aku takut karena aku disini bukan siapa-siapa, ini bukan rumahku. Bagaimana kalau rusak? Terus apa maksudmu melakukan itu?”&lt;br /&gt;Kini di jawabnya aku dengan diam sambil menundukkan kepalanya memandang tanah, sambil meremas-remas tangannya…dan bau itu, bekas di jari telunjuknya…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau merokok lagi?” tanyaku kali ini dengan sikap menuduh dan merasa dikhianati.&lt;br /&gt;“Ya, maaf, aku kelepasan semalam… Jangan marah. Telah sebisaku untuk tidak menyentuh benda yang satu itu…”&lt;br /&gt;“Al, jangan bilang semalaman kau kembali ke pesta itu…?” tanyaku dengan miris sebagai gambar dari hatiku yang pedih jika mengingat ternyata dia pun sama-sekali tidak menghargai dirinya sendiri…&lt;br /&gt;“Al…???” tanyaku lagi dalam bisik, menuntut kejujurannya dengan miris hati… dengan gagap dijawabnya, entah benar atau bohong…&lt;br /&gt;“Nggak, aku nggak pernah lagi Ka, percayalah, tanya saja Ajo. Mereka teman-temanku, jadi aku datang ke sana sebagai teman, tapi tak satu isapan pun yang singgah di bibirku. Aku hanya merokok, tidak lebih dari itu, ia kan Jo?...” Ajo mengangguk mengiyakan dan ia kembali ke game-out yang sedang di pegangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku berusaha menguasai kaca-kaca bening yang hampir berbentuk di kelopak mataku. Aku benar-benar benci sisi dirinya yang satu itu, aku sangat benci jika harus terlibat dengan manusia yang seperti itu. Aku merasa diriku begitu hina karena telah rela terlibat jauh dengan manusia ini, dengan segala kejahatan dan kenakalan yang melekat padanya sangat bertentangan jauh dengan prinsip yang selama ini ku kenal. Aku benci merasa dikhianati…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ka, jangan marah padaku. Aku punya alasan kenapa demikian, mengertilah keadaanku. Aku benar-benar dikuasai amarah padamu, aku cemburu melihat kau dan dia, siapa dia kau panggil? Tulang ya? Entah apapun itu…dan parahnya lagi, aku sengaja bolak balik di depan kalian agar kau mengerti bahwa aku sedang marah, eh kalian masih saja tetap disitu, sampai malam pula. Jadi apa itu Tulang? Masakan malam minggu ngomong berdua, lama-lama pula…kau ngerti kan maksudku? Itu masih mendingan hanya lemparan batu di atap, lain kali mungkin tidak akan seringan itu, pokonya aku tidak suka melihat mu dengan dia lagi, apalagi sampai lama-lama begitu…” Ku coba mencerna kata-katanya agar kumengerti perasaannya. Ya ampun…sampai segitunya…hatiku membuncah menggejolakkan satu rasa yang kuat mencengkeram hatiku mendengar semua pengakuannya, semakin jelas arah yang hendak dia tunjukkan padaku, hubungan dia dan aku..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tapi Al, dia Tulang…” ku coba memberi pengertian tentang hubungan yang memang tidak ku mengerti dengan Tulang, tapi sungguh di dalam hatiku, dia hanya seorang Tulang, tidak lebih…&lt;br /&gt;“Coba bayangin jika kau punya Om atau Tante, masakan salah kau bicara berdua dengan mereka walau mungkin sampai lama…?” perlahan amarahnya mereda… di pandangnya aku dengan bahasa orangtua pada anaknya …&lt;br /&gt;“Kau harus mengerti siapa dirimu di tempat ini. Kau harusnya menyadari bahwa kau hanya pendatang di tempat ini. Kau harus jaga sikap. Kau pikir baik jika kau ada di luar rumah sampai malam dengan pria, hanya berdua pula. Apa yang orang lain pikirkan tentang dirimu? Ngerti kan maksudku?”&lt;br /&gt;“lagian kau datang kemari mau sekolah kan? Kerjaan anak sekolah tuh belajar, bukan main-main…” ah…aku benci mendengar pernyataan itu…memangnya kalau aku hanya kost-an di sini, lantas aku harus berbeda dari setiap orang yang ada di tempat ini? Tapi ku jawab dengan diam. Tidak tau menjawabnya dengan apa, karena ku akui, sedikit ada benarnya juga, tapi dengan berkata begitu dia semakin menambah kesal-ku terhadap diriku sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kau benar-benar lain, tiru tuh kakak-kakakmu, mereka nggak sesering kau bisa diluar gitu, dengan laki-laki pula…” memang, kakak-kakak kelas ku yang lain suka nya mendekam di kamar, tapi itu kan karena mereka akan ujian? Tapi aku diam saja…dengan rasa bersalah telah melakukan kesalahan seperti yang telah dikatakannya. Ku angkat kedua kakiku dan mendekap lututku. Dengan gaya dan sikap yang tidak ingin bicara apa-apa lagi, mataku menerawang ke arah sungai itu. Dicobanya memandangku, tapi ku acuhkan, mungkin sedang mencari kata-kata lain agar dapat bicara padaku…&lt;br /&gt;“Hei, maaf kalau kau nggak suka aku bilang begitu…”  bujuknya dengan nada merasa bersalah.&lt;br /&gt;“Ka, ngomong dong…”&lt;br /&gt;“Aku nggak suka kau jadikan satu pihak yang diperbandingkan begitu, aku tetap merasa aku nggak salah, toh aku nggak melakukan apa-apa, dengan kau berkata begitu, seolah-olah aku telah melakukan sesuatu yang sangat salah, terus, mereka nggak keluar rumah sesering itu, kan karena mereka akan ujian. Pokoknya aku nggak suka”&lt;br /&gt;“Ya udah maaf, tapi ini benar-benar dari hatiku. Nggak bagus anak gadis berlaku begitu. jangan diulangi lagi” yah…dia tetap ngotot dengan pendapatnya dalam bahasa yang lain, sama saja toh?&lt;br /&gt;“Ayo jangan marah lagi, senyum dong” bujuknya dengan menampilkan senyum manisnya, dan mau tidak mau ku sambut dengan senyumku.&lt;br /&gt;“Nah, gitu dong…” kami sambut dengan tawa lepas dan kembali pada diam kami masing-masing.&lt;br /&gt;“Ka, nanti malam keluar ya, bisa kan kita ketemuan?”&lt;br /&gt;“Yee…gimana sih, katanya tadi jangan keluar, apalagi kalau malam, trus ketemu laki-laki pula. Nggak mau ah…”&lt;br /&gt;“Yah… kalau ketemu samaku nggak apa-apa lah Ka…” ucapnya sambil tersenyum menggoda dan ku sambut dengan dongkol…&lt;br /&gt;“Kan tuh, ada maunya, emang aku ini siapa mu bisa-bisanya kau atur aku bisa ketemu dengan siapa dan tidak bisa ketemu dengan siapa. Nggak mau ah, trus lagian emang mau ngapain? Nih juga udah ketemuan”&lt;br /&gt;“Nggak enak aja suasananya…aku mau tidur dulu nih Ka, semalaman begadang, trus mandi dan beresberes atau apalah. Aku mau mengatakan sesuatu padamu…”  … ssseeeeerrrrrrrr…darahku naik ke kepala dan wajahku memanas memerah. ‘mengatakan sesuatu?’ ‘apa itu?’.&lt;br /&gt;“Ah nggak mau, aku nggak mau keluar, aku mau belajar.” Tukas ku sambil berdiri dan bergegas masuk ke rumah.&lt;br /&gt;“Aku datang jam 8 ya, sebentar saja” katanya seolah-olah yakin aku setuju dan aku masuk ke dalam rumah. Ya ampun…mau bilang sesuatu? Apa itu? Tiba-tiba ketakutan menyelimuti hatiku. Aku benar-benar tidak siap mendengar apa pun yang mungkin akan di katakannya nanti. Membayangkannya saja, debaran di hatiku kencangnya bukan main dan aku sudah sesak nafas. ‘Pliz jangan bilang apa-apa, begini lebih baik Al, toh kita mengerti ada apa di antara kita berdua…’ ku mohon berulang-ulang dalam hati. Dan aku membayangkan keretakan yang luar biasa akan terjadi setelahnya…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku akhirnya hadir dalam konferensi kecil-kecilan itu, di teras rumah butet, di sebelah rumah kost-ku, diihadiri Ajo, Butet dan adik-adiknya, Syahrial dan aku. Ini setelah Butet berulangkali datang ke rumah dan memanggil-manggil aku agar keluar dari kamar, akhirnya ku penuhi karena tidak ingin membuat suasana di dalam rumah rusuh dengan keadaan itu. Jika ingin kugambarkan, suasana ini sangat tidak menyenangkan bagiku. Butet dan adik-adiknya saling berbisik-bisik dan sesekali tertawa cekikin. Aku kesal, emang ada ketoprak humor di sini apa? Sementara Ajo, dengan setia di samping Al, dengan gaya kalem-nya seolah-olah memberi penguatan pada Al. ‘apa-apaan ini?’ pikirku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ayo dong bang Al” Butet menimpali, “ya, ya, ayo…” adik-adiknya menimpali kata-kata Butet.&lt;br /&gt;“Ada apa sih Al?, mau bilang apaan?” desakku, tidak sabar dengan keadaan ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara Syahrial semakin gugup tergambar dalam keadaannya, sesekali menyeka wajahnya dengan telapak tangannya dan merapikan rambutnya, yang dalam hal ini sama sekali tidak ada rambut yang perlu dirapikan, karena bagaimana pun keadaan rambutnya dia tetap mempesona. Tapi entahlah, setelah ini, apakah dia masih akan se-spesial itu dalam hatiku atau tidak, aku ragu. Suasana dalam konferensi kecil-kecilan telah membukakan sedikit pintu yang kelak akan memisahkan kami dari ikatan batin yang telah kami sepakati tanpa kata selama ini.&lt;br /&gt;“Ka…” dan dia diam lagi…&lt;br /&gt;“Mmm…aku harap tidak ada yang salah dengan kata-kataku nanti…” dan dia diam lagi…&lt;br /&gt;“Ka…”&lt;br /&gt;“Ayo bang, ayo…” Butet dan adik-adiknya menimpali dalam bisikan-bisikan yang kedengaran (artinya bisik-bisiknya kuat, bukan dalam porsi bicara).&lt;br /&gt;“Ka…aku mencintaimu…” wwhhuuusssss…angin dingin, sedingin kutub menyelimuti hati dan rasaku. Tepat seperti dugaanku akan begini keadaannya. Aku hanya mampu diam dan tak mampu bereaksi atas pernyataan itu…&lt;br /&gt;“Trus bang, trus…” desak Butet dan adik-adiknya lagi dalam bisik-bisik yang kedengaran itu…&lt;br /&gt;“Ka, maukah kau jadi kekasihku? Ehhmmm…apakah kau mencintai aku juga?...” dan aku masih diam belum menanggapi pernyataan dan pertanyaan itu. Apa yang mau ku katakan? Aku tidak tau. Tidak ada satu alasan pun dalam hatiku bahwa aku harus mengatakan hal yang sama…&lt;br /&gt;“ayo kak Eka…ayo, jawab dong…” desak Butet dan adik-adiknya lagi dengan bisik-bisik yang kedengaran itu.&lt;br /&gt;“Ya Ka, jawablah, masak diam aja, Al udah berjuang mati-matian untuk malam ini lho…” timpal Ajo lagi.&lt;br /&gt;“Bilang ya dong kak Eka…bilang ya…” desak Butet kali ini. Dan dalam sekejap waktu aku harus membuat suatu keputusan kilat berdasarkan semua bukti dan hal yang telah pernah terjadi di antara kami selama ini, yang berkelebat dengan cepat dalam alam pikirku. Jujur kali ini, pikir dan logika ku sangat banyak ambil peran, tak satupun rasa dalam hatiku bicara. Kenyataan tentang siapa aku dan naturku bertubrukan keras dengan kenyataan siapa dia dan seluruh hidupnya. Sementara Al, dengan segala gugup dan gagapnya menanti dengan pandangan, yang kali ini, tidak lagi se-membahana sebelum-sebelumnya. Dan ‘ah…apa yang harus kukatakan?’ bisikku dalam hati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ayo dong kak…” sekarang Butet setengah merengek… remaja tanggung itu seolah sangat ingin berada dalam posisiku dan meraup semua kesempatan ku untuk mengatakan YA, sedikit menyingkap kenyataan yang selama ini disimpannya terhadap Al. ‘Ah Butet, ambil aja posisi ini’ jawabku dalam hati.&lt;br /&gt;“Ka…” panggil Al kali ini. Ku duga, mungkin dia berpikir semua akan berjalan seperti apa yang di harapkannya. Seharusnya memang ya, jika meninjau ulang semua yang telah pernah terjadi di antara kami. Apalagi sesungguhnya hatiku pun ingin memilikinya, hati perempuan-ku yang diselimuti dengan sejuta fantasi rasa yang tebal dan menghangatkan seluruh rongga ragaku, yang lepas dari logika dan pikirku, sangat ingin mengatakan YA dan kami jadi sepasang kekasih, jadi apa lagi?... selisih tipis ini akhirnya menang menguasai alam pikir dan gerakku, seperti proses dalam pembelajaran ketika dalam arena cognitiveku aku paham, secara affective aku setuju dan psikomotorku mengerjaknnya, tanpa pikir panjang, aku menganggukkan kepalaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yiihhaaa…!!!”sorak Butet dan adik-adiknya kegirangan seolah-olah tengah puas akan satu episode film drama yang sesuai dengan prediksi mereka. Ajo merangkul pundak Al, dan Al spontan bangkit dari duduknya, dengan berdiri menatap langit-langit mengulum rambut dalam kedua telapak tangannya dan … “Yesss…!!!” sambil merentangkan tangannya di udara.&lt;br /&gt;Aku? Aku tergugu diam dalam pikir yang seolah tersesat di tengah paham yang merantai dan menawan aku secara paksa. Aku seolah tidak rela telah memutuskan demikian, dan…&lt;br /&gt;“Bang Al dan kak Eka…” teriak Butet dan adik-adiknya lagi… dan aku tidak tau harus berbuat apa lagi setelah ini, aku berlari masuk ke rumah dan mengunci diri dalam kamar. Aku tau ini menimbulkan heran yang luar biasa dalam hati mereka. Berkali-kali Butet masuk ke rumah dan memanggil-manggil namaku, dan terakhir, selama 3 kali, Al akhirnya masuk ke dalam rumah (padahal suatu pelanggaran besar ketika itu, laki-laki masuk ke dalam rumah kami) memanggil-manggil aku dan bertanya ada apa? Namun aku, dengan gejolak gila yang luar biasa berusaha menahan amarah terhadap diriku sendiri dengan telentang di atas tempat tidurku, kaki ke atas selonjor di dinding dan kepala ku juntai ke bawah. Aku ingin melempar diriku, andai bisa, ke laut yang paling dalam yang ada di muka bumi ini. Aku merutuki diriku sebagai perempuan bodoh dan hina. Semua hal yang aku dan keluarga ku perjuangkan selama waktu aku hidup di dunia berkelebat cepat menayangkan kejadian itu satu-per-satu dalam layar  lebar dan aku telah, dalam sekejap mata, menghianati perjuangan itu. Bagaimana bisa, hanya karena sepotong rasa dari naluri perempuanku, aku berhasil telah menghianati keluarga besar yang telah mati-matian berjuang ini dalam prinsip yang telah dibangun sejak sebelum aku ada di tengah-tengah dunia? Bagaimana mungkin, aku, telah menoreh aib besar kelak jika, barusan tadi aku telah , dengan tidak langsung, mengikat janji dengan Al? Syahrial, pemuda tanggung putus sekolah, yang baru saja berjuang keluar dari dunia gelapnya; rokok, ganja dan minum, yang tak satupun orang yang kukenal di tempat ini yang tau dimana bapaknya, dan ah…satu hal yang selama ini yang terlupakan adalah keyakinan kami berbeda. Ini adalah jurang terdalam yang dapat ku temukan dari semua grafik perbedaan  yang telah ku susun dalam benakku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan…bisa-bisanya, aku, dengan alasan rasa yang sedemikian mencengkeram hati perempuanku, masuk dalam jurang itu, yang aku tidak tau sama sekali apakah kelak yang akan terjadi? Sambil mendesiskan rutukan-rutukan kejam atas diriku, yang diiringi airmata, aku tetap dalam keadaan posisi tubuh begitu sampai pagi buta. Ketika akhirnya aku mengambil sebuah keputusan yang baik menurutku, yang terkejam mungkin bagi Al. kuputuskan untuk melupakan kejadian semalam, otomatis beserta seluruh kejadian yang pernah ada di antara kami, dan menganggap bahwa kejadian semalam tidak pernah terjadi. Aku membulatkan tekad dan menghimpun kekuatan untuk membuat ikrar ini menjadi kenyataan yang harus ku paku-kan dalam setiap tindak dan laku ku kemudian setelah ini.&lt;br /&gt;Ku mulai hari pertama dengan ikrar yang telah tertanam jauh di dalam lubuk hatiku. Sangat sulit dan menyakitkan, dan aku tau jauh lebih menyakitkan bagi Al.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terlebih dalam ketidak-tahuannya mengapa aku memilih bersikap begini. Seolah tidak mengenalnya, seolah tidak pernah ada terjadi apa-apa di antara hati kami, seolah dia bukan siapa-siapa yang harusnya ku perlakukan istimewa seperti sebelumnya, yang pasti; seolah aku tidak mengenal dia. Aku hanya lewat di hadapannya ketika dia duduk di teras toko si mbak, kali ini hampir setiap pagi ketika aku akan pergi sekolah dan ketika aku pulang sekolah, sore hari ketika waktu-waktu dulu aku sering ada duduk disana, aku hanya lewat tanpa sapa, tanpa senyum bahkan tidak menyinggahkan mataku padanya, seolah tidak ada sesosok manusia di sana walau aku tau pedih dan perih ada dalam hati kami, mungkin dengan kadar yang jauh lebih besar dalam hatinya. Setibanya di kamar, aku menghadap bantalku dan mulai sesenggukan. Berusaha meredam rasa cinta dalam hatiku yang menyelesak makin kencang dan kuat bahkan setelah kejadian malam itu dan setelah ikrar kejam yang ku tanamkan dalam hatiku. Seringkali Al memanggilku…tapi dengan sikap seolah aku tidak mendengar apa-apa aku berlalu begitu saja. Dia tetap mengadakan konser di ‘panggung’nya dengan lagu menyayat hati dan sering meninggalkan tanya yang tertuju padaku, ku dengar dengan isakan tangis dari dalam kamarku. Berkali-kali Ajo mendatangi aku dan bertanya ada apa, yang ku jawab dengan berkata tidak ada apa-apa. Pernah akhirnya seorang temannya yang lain mendatangi aku dengan serius bertanya ada apa…&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ka, kau harusnya bilang sesuatu pada Al. dia hampir gila telah kau perlakukan begini. Apa maksudmu dengan semua ini? Dia sangat mencintai kau. Terlalu malah. Nggak ada sebelumnya orang yang bisa menahan semua tindak lakunya agar berbalik ke jalan yang benar. Dia mau sekolah karena kau bilangin, dia lepas dari pesta ganja kami karena memikirkan kau, di berjuang tidak merokok karena kau bilangin, apa lagi yang belum dilakukannya untukmu?...”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Itu semua untuk dirinya sendiri bang, demi kebaikannya…” jawabku agar seolah aku tidak terlalu bersalah dalam hal ini.&lt;br /&gt;“Ia, kau benar, dan dia tau apa yang baik dan yang nggak bagi dia itu karena kau. Aku mengatakan ini agar kau mengerti seberapa besar arti dirimu bagi dia. Sampai sekarang, setelah hampir sebulan kau perlakukan dia begitu, dia masih bertahan Ka. Dia masih yakin dengan jawabanmu malam itu bahwa kau juga mencintai dia. Dia bertahan tidak menuruti bujukan kami. Dia uring-uringan dengan gitarnya. Dia gila karena kau. Dan hal yang paling memalukan bagi kami laki-laki, dia sampai menangis setiap kali menerima perlakuanmu yang menganggap seolah dia tidak ada. tolong katakan sesuatu Ka, dia masih menunggu. Dia masih setia dengan keyakinannya malam itu tentang jawabanmu…”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Nggak ada apa-apa kok bang, semua biasa saja. Nggak ada yang salah. tolong sampaikan maafku padanya…” adalah kalimat yang kupikir paling baik saat itu ketimbang harus mengatakan alasan yang sebenarnya, yang pasti akan lebih menyakitkan.&lt;br /&gt;“Kau benar-benar perempuan kejam Ka…aku nggak habis pikir, ternyata perempuan secantik ini dan yang selama ini bersikap manis, sekejam ini…” desisnya tajam persis di muka ku dan dia berlalu pergi. Aku berlari kembali ke kamarku, dan menangis dalam dekapan bantalku. Tidak ada lagi hal yang paling menakutkan di dunia ini kecuali di beri cap kejam karena menyakiti hati orang, ini benar-benar manyakitkan. Dan aarrrggghhhhh!!!aku ingin teriakkan pada semua orang bahwa aku pun sangat sakit.&lt;br /&gt;Sungguh sakit ketika akhirnya aku harus mematikan perasaan cinta yang semakin lama semakin kuat tertanam dalam hatiku, terlebih ketika ternyata kami saling mencintai dan terlebih lagi dia pun sakit, sangat sakit dengan ulah ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan pembicaraan terakhir dengan Syahrial terjadi malam itu, pembicaraan yang tak kalah menyedihkannya, meninggalkan sakit di hatiku dan mungkin lebih dalam lagi dihatinya. Suatu malam, waktu yang kupilih untuk pindahan dari rumah ini ke kost yang lain, dia datangi aku, pertama dia hanya berdiri jauh dariku. Mungkin dia tau hal kepindahanku dari Butet. Aku pun hanya diam mematung, tidak ada terbersit sedikitpun inginku untuk pamitan padanya, sebagai tindakan totalitas ikrar kejam yang telah kuputuskan malam itu, tapi dia di sana… perlahan dia datang menghampiri aku, dalam remang malam itu, dalam suasana hati yang gugup di antara kami, dengan gagap dia bicara…&lt;br /&gt;“Ka…kau mau pergi juga nggak bilang-bilang? Kau benarbenar serius dengan semua ini Ka? Aku masih berharap kau hanya sedang main-main Ka…”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Respon yang dapat ku berikan hanya dengan membuang wajah dan diam, aku sama sekali tidak ingin memandang luka itu lama-lama.&lt;br /&gt;“Ka, bicaralah satu dua kata padaku. Agar aku tau harus bagaimana selanjutnya…”&lt;br /&gt;“Nggak ada apa-apa Al…semua baik-baik saja.”&lt;br /&gt;“Tapi kenapa begini? Kau bahkan mau pergi nggak bilang-bilang mau kemana?”&lt;br /&gt;“Itu nggak penting Al…” jawabku seola-olah seringan itulah hatiku, sekuat dayaku mencoba menahan airmata yang mulai menggenang di pelupuk mataku. Aku tidak ingin dia tau bahwa posisi rasa kami sama.&lt;br /&gt;“Tapi nggak bisa begini Ka, tidak segampang itu, aku benar-benar tidak mengerti. Ini menghancurkan aku Ka…”&lt;br /&gt;“Al, pliz…jadilah laki-laki. Jangan sampai masalah kecil ini menghancurkan dirimu. Teruslah berjuang untuk jadi lebih baik…”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan aku pergi bersama bus yang ku tumpangi. Meninggalkan Al dan semua kenangan terindah dan terpahit yang terjadi di tempat itu. Sama sekali aku tidak ingin menolehkan mata pada Al. sedikitpun tidak. ‘Al…maafkan aku, aku juga merasakan hal yang sama…’ bisikku, berharap angin dapat menyampaikan ini pada Syahrial dan sedikit mengobati amarah dan luka yang telah ku toreh dalam hatinya… Miris melihat keadaannya, aku seolah-olah telah menjadi pecundang terbesar didunia ketika aku telah memilih untuk tidak bicara dengan baik-baik perihal rasa dan hatiku. Namun ku hibur diriku, bahwa ini lah pilihan terbaik yang dapat kulakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2000&lt;br /&gt;Diluar sangkaanku bahwa kami akan bertemu lagi, dalam keadaan dan kondisi diri dan hidup kami yang sudah sangat berbeda dari ketika pertama kami bertemu dulu. Dan perasaanku tidak sebahagia yang kubayangkan sebelumnya. Dulu, setelah perpisahan itu, aku berulangkali berharap dapat bertemu lagi dengannya, setidaknya hanya melihat dia dan senyumnya. Aku telah melewatkan waktu-waktu berjuang menahan sakit dan rinduku pada Al. Dan pertemuan ini ada lagi seolah-olah tidak ada gunanya. Dia muncul bersama dirinya yang utuh dengan segala kehancurannya. Keadaannya seolah-olah hendak teriakkan padaku bahwa ini adalah akibat ulahku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia dan teman-teman gang-nya ketika itu mencoba menyelusup ke kost-kostan anak laki-laki, semacam perluasan wilayah kekuasaan untuk sindikat yang mereka bangun. Sindikat kecil-kecilan yang mereka bentuk dulu ternyata masih ada sampai sekarang dan mencoba menanamkan pengaruhnya di kost-ku yang bersebelahan dengan kost laki-laki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tubuhnya semakin mengecil, nyaris tulang dibalut kulit yang sedikit lebih tebal saja. Wajahnya kusut dengan potongan rambut aneh gaya anak-anak jaman itu yang sedang trend. Yang paling menyedihkan, tidak ada sama sekali, sedikitpun sinar di wajahnya seperti dulu, semua hilang tidak berbekas sama sekali. Pribadi ini sama sekali berbeda, menjadi seseorang yang tidak ku kenal sama sekali. Masih dengan senyumnya dia menyapa ku dengan diam agak tertegun, tidak menyangka bahwa kami akan bertemu di sana, terlebih untuk tujuannya yang mengerikan itu. Akhirnya kami punya waktu untuk duduk bersama, sementara teman-temannya yang lain bergabung dengan anak-anak kost di teras rumah sebelah main kartu sambil minum Vodka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kami banyak diam, aku tidak tau harus bicara apa, mungkin dia juga begitu. Dia diam tepekur menatap tanah di halaman depan kami, sesekali memandang langit dan sesekali memandang ke arahku yang akan ku sambut juga dengan pandangan diam. Ku telusuri tubuh krempeng itu. Masih dengan style necis seperti dulu, tapi sama sekali berbeda kini, seolah-olah baju itu ada di tempat yang salah. Pemiliknya pasti telah salah menyangkutkan pakaian itu di sana. Dengan rasa hati yang hendak menangis memandang pemandangan itu, kuperhatikan mulai dari wajahnya, ku coba yakinkan diriku bahwa itu masih Al. Wajah itu penuh dengan penderitaan, menyiratkan sejuta cerita yang tidak dapat diungkapkannya namun terperangkap dalam jiwanya yang selalu di komunikasikannya dalam tawa, karena itulah satu-satunya cara yang dia ketahui. ‘Al…’ bisikku dalam hati, ‘apakah dengan keberadaanku dalam hidupmu segala sesuatu akan jadi lebih baik?’, tapi aku tidak yakin demikian. Ku telusuri ke tubuhnya, lengannya penuh dengan bekas luka sayatan-sayatan halus. Hatiku bergidik halus membayangkan kenyataan yang hendak diceritakan oleh bekas luka itu. Entah sudah berapa banyak darah yang mengalir dari sana untuk kembali ditelannya. Selebihnya, dia betul-betul masih Syahrial.&lt;br /&gt;Dan aku masih tak juga menemukan kata-kata yang hendak kukatakan padanya. Akhirnya pertemuan itu berakhir tanpa ada hal yang berarti. Satu-satunya hal yang dapat saling kami bicarakan adalah…&lt;br /&gt;“Bagaimana kabar selama ini?”. Dan kesimpulan yang ku peroleh dari pengakuannya adalah; ini terpaksa dilakukannya, satu-satunya dunia yang ditemuinya dan yang paling mungkin dimasukinya adalah dunia ini. Sempat kutanya,&lt;br /&gt;“Walau dengan kondisi yang begini Al?”,&lt;br /&gt;“Pasti ada kondisi dari keadaan yang kita pilih jalani Ka, satu pilihan punya konsekuensi di ujungnya, dan yang ku tau, aku tidak punya pilihan Ka, satu-satunya dunia yang ku kenal adalah ini” jawabnya dan selanjutnya tidak ada lagi. Dia telah dapat dengan gamblang mengemukakan perbedaan kami kini, dia telah mendapat pemetaan posisi kami akhirnya walau dengan istilah yang mungkin berbeda dengan milikku. Mungkinkah ini?; bahwa aku adalah satu-satunya dunia yang dulu harusnya mengenalkan sisi lain dari hidup padanya? Satu tanya lagi, apakah jika dahulu aku mau jadi kekasihnya, keadaannya akan menjadi lebih baik? Apakah semua deritanya ini tidak akan terjadi, atau hanya ketakutanku yang keterlaluan menduga bahwa akulah yang akan terseret jauh ke dunianya dan ikut menghancurkan hidupku. Sejahat itukah aku? Salahkah aku? Dan banyak pertanyaan-pertanyaan penghakiman yang kutujukan pada diriku bersamaan dengan kalimat-kalimat pembelaan diri bertempur dalam benakku.&lt;br /&gt;Dan yang lebih menyakitkan adalah ketika akhirnya aku ditemukannya telah pacaran dengan Bambang, seorang laki-laki dari kost sebelah, salah satu yang terbaik dari kumpulan laki-laki itu, walau untuk satu alasan-pribadiku ini terjadi, antara aku dan Bambang. Dengan polos dia bertanya nggak habis pikir,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Apa bedanya aku dengan Bambang Ka?” yang ku jawab dengan diam, bahkan tidak sanggup memandang matanya yang menuntut. Sering setelah kejadian itu, dia bersikap seolah-olah dia berhak mendekati aku dan bersikap seperti dahulu kami pernah jalani. Kadang seolah tidak tau beda diriku dulu dan kini. Sesaat aku berdiri di dua badan jalan yang menyesatkan pikirku. Aku tau dia sangat terluka, namun juga aku harus bisa mengerti siapa aku kini terlebih setelah Bambang ada di hidupku.&lt;br /&gt;Dan…kisah syahrial berakhir dalam potongan-potongan jalan hidupku setelah itu. Dia dan gang-nya tidak pernah muncul lagi di sini. Aku tidak pernah tau apa alasannya, apakah karena semua anak kost di sini tidak mau di pengaruhi niat jahat mereka, atau mereka sudah mendekam di sel, penginapan langganan mereka lagi atau entah apa, aku tidak pernah tau. Namun syahrial akan tetap ada dalam kisah-kisah indah dalam lembaran kisah hidup seorang gadis remaja, kisah yang menitipkan sejuta pelajaran tentang hidup, kisah yang akhirnya berakhir dengan sakit untuk suatu kebaikan yang dipilihnya. Aku sudah cukup banyak kali menyalahkan diriku, berharap tidak ada lagi oknum yang akan merutuk ku atau mempersalahkan aku. Aku sudah sebisanya berbisik pada Khalik yang Empunya dirinya agar dia tetap beroleh damai untuk hidupnya, walau jalan apa pun yang telah dipilihnya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;         &lt;/div&gt;   &lt;!--end artikel --&gt;          &lt;div style="padding: 10px; background-color: rgb(244, 244, 244); font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: 11px;"&gt;         &lt;center&gt;Together We Stand Against Terrorism!  KOMPAS.com support &lt;a href="http://www.indonesiaunite.com/" target="_blank" style="text-decoration: none; color: rgb(255, 0, 0); font-weight: 300;"&gt;#IndonesiaUnite&lt;/a&gt;&lt;/center&gt;     &lt;/div&gt;   &lt;form id="rateform" name="rateform" method="post" action="document.rateform,'http://oase.kompas.com/read/rate"&gt; &lt;div style="border-top: 1px solid rgb(238, 238, 238); padding: 5px 0pt; margin-top: 20px;"&gt; &lt;div class="toolartikelkiri"&gt;  &lt;script&gt; function fbs_click() {u=location.href;t=document.title;window.open('http://www.facebook.com/sharer.php?u='+encodeURIComponent(u)+'&amp;t='+encodeURIComponent(t),'sharer','toolbar=0,status=0,width=626,height=436');return false;}&lt;/script&gt;&lt;style&gt; html .fb_share_link { padding:0px 0 0 20px; margin-top:5px; height:16px; background:url(http://static.ak.fbcdn.net/images/share/facebook_share_icon.gif?2:26981) no-repeat top left; font:normal 11px arial; }&lt;/style&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/share.php?u=http://oase.kompas.com/read/xml/2009/08/07/07101111/al" onclick="return fbs_click()" target="_blank" class="fb_share_link"&gt;Share on Facebook&lt;/a&gt;  &lt;!--       &lt;a target="_blank" title="Tambahkan ke Digg" href="http://digg.com/submit?phase=2&amp;url=http://oase.kompas.com/read/xml/2009/08/07/07101111/al"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.kompas.com/data/images/icon_digg.gif" /&gt;&lt;/a&gt;        &lt;a target="_blank" title="Tambahkan ke Del.icio.us" href="https://secure.del.icio.us/login?url=oase.kompas.com/read/xml/2009/08/07/07101111/al&amp;title=&amp;quot;Al&amp;quot;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.kompas.com/data/images/icon_delicious.gif" /&gt;&lt;/a&gt;        &lt;a target="_blank" title="Tambahkan ke Reddit" href="http://www.reddit.com/submit?url=http://oase.kompas.com/read/xml/2009/08/07/07101111/al&amp;title=&amp;quot;Al&amp;quot;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.kompas.com/data/images/icon_reddit.gif" /&gt;&lt;/a&gt;        &lt;a target="_blank" title="Tambahkan ke Stumble" href="http://www.stumbleupon.com/submit?url=http://oase.kompas.com/read/xml/2009/08/07/07101111/al&amp;title=&amp;quot;Al&amp;quot;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.kompas.com/data/images/icon_stumble.gif" /&gt;&lt;/a&gt;  --&gt;  &lt;/div&gt;      &lt;div class="toolartikel"&gt;         &lt;span id="ratespan"&gt;           &lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/star.gif" /&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/star.gif" /&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/star.gif" /&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/star.gif" /&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/starabu.gif" /&gt;&lt;b&gt;Nilai 5&lt;/b&gt;          &lt;select name="selRate"&gt;           &lt;option value="" selected="selected"&gt;- Beri Rating Artikel -&lt;/option&gt;           &lt;option value=""&gt;----------&lt;/option&gt;           &lt;option value="5"&gt;Sangat Baik&lt;/option&gt;           &lt;option value="4"&gt;Baik&lt;/option&gt;           &lt;option value="3"&gt;Cukup&lt;/option&gt;           &lt;option value="2"&gt;Kurang&lt;/option&gt;           &lt;option value="1"&gt;Sangat Kurang&lt;/option&gt;           &lt;/select&gt;           &lt;input name="txtID" value="279696" type="hidden"&gt;           &lt;input title="Beri Rating" value="Rate" class="inputbiasa" onclick="validateRatingForm(document.rateform,'http://oase.kompas.com/read/rate/9a0fe')" type="button"&gt;         &lt;/span&gt;        &lt;a href="javascript:void(0)" title="Font Artikel Kecil" onclick="article_fontSizer('small')" style="font-size: 11px;"&gt;A&lt;/a&gt;       &lt;a href="javascript:void(0)" title="Font Artikel Sedang" onclick="article_fontSizer('medium')" style="font-size: 12px;"&gt;A&lt;/a&gt;       &lt;a href="javascript:void(0)" title="Font Artikel Besar" onclick="article_fontSizer('large')" style="font-size: 14px;"&gt;A&lt;/a&gt;         &lt;a href="javascript:void(0)" title="Cetak Artikel" onclick="MM_openBrWindow('http://oase.kompas.com/printnews/xml/2009/08/07/07101111/al','printhalaman','toolbar=no,location=no,status=yes,menubar=no,scrollbars=yes,width=700,height=500')"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/icon_print.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;a href="javascript:void(0)" title="Kirim Artikel ke Teman" onclick="MM_openBrWindow('http://oase.kompas.com/sendnews/xml/2009/08/07/07101111/al','printhalaman','toolbar=no,location=no,status=yes,menubar=no,scrollbars=yes,width=700,height=500')" id="induk"&gt;&lt;img src="http://www.kompas.com/data/images/icon_mail.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;       &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt; &lt;/form&gt;      &lt;div class="textbesar" style="border-top: 1px solid rgb(238, 238, 238); padding: 15px 0pt;"&gt;Ada 4 Komentar Untuk Artikel Ini. &lt;a href="http://oase.kompas.com/read/xml/2009/08/07/07101111/al#posting"&gt;Posting komentar Anda&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="padding: 10px 10px 10px 60px; background: rgb(246, 246, 234) url(/data/images/quote_grey.gif) no-repeat scroll 0% 0%; margin-top: 2px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; line-height: 16px;"&gt;&lt;b&gt;ndut @ Selasa, 18 Agustus 2009 | 21:38 WIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;hebat2.....ceritanya sangat menrik, kalimat alimatnya rapi...nggak asal asalan...alurnya bagus,  semuanya bagus....&lt;/div&gt;&lt;div style="padding: 10px 10px 10px 60px; background: rgb(246, 246, 234) url(/data/images/quote_grey.gif) no-repeat scroll 0% 0%; margin-top: 2px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; line-height: 16px;"&gt;&lt;b&gt;agus @ Senin, 10 Agustus 2009 | 18:58 WIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;uhhhh....bagus2.&lt;/div&gt;&lt;div style="padding: 10px 10px 10px 60px; background: rgb(246, 246, 234) url(/data/images/quote_grey.gif) no-repeat scroll 0% 0%; margin-top: 2px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; line-height: 16px;"&gt;&lt;b&gt;achonk @ Minggu, 9 Agustus 2009 | 12:53 WIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;ehmm,,nice story&lt;/div&gt;&lt;div style="padding: 10px 10px 10px 60px; background: rgb(246, 246, 234) url(/data/images/quote_grey.gif) no-repeat scroll 0% 0%; margin-top: 2px; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; font-family: arial; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 11px; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; line-height: 16px;"&gt;&lt;b&gt;nugo @ Jumat, 7 Agustus 2009 | 07:37 WIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;cerita yg detil.  Hidup memang memilih dengan restu-Nya menjadi pilihan yang terbaik&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4548175145513339225-4694216375352536235?l=endankn.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://endankn.blogspot.com/feeds/4694216375352536235/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/08/al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4694216375352536235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4548175145513339225/posts/default/4694216375352536235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://endankn.blogspot.com/2009/08/al.html' title='&quot;Al&quot;'/><author><name>Endank Deru</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12087876052762627901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_4W8JHL0guxo/SdCAgja0CaI/AAAAAAAAABY/tK7x9Enlm58/S220/22022009691.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
