Jumat, 04 November 2011

:)

sekarang aku melihat jelas bahwa sang waktu memang melesat cepat perginya. aku baru melihat bahwa waktu itu sesungguhnya jahat, dia tidak pernah mau kembali dan mengulang detik yang sama untuk sekedar mengulang moment yang mungkin perlu diperbaiki. dan aku kini berada di titik di mana harusnya aku berada; jika ini memang yang Tuhan mau, karena aku hanya bisa simpulkan bahwa ini adalah yang ku mau, belum tentu Tuhan mau tapi Dia ijinkan.

setelah membuka satu per satu album kehidupan, aku mendesah syukur... juga sesal. ada paham maklum ketika sesuatu telah dapat kucapai dengan sebaik mungkin. ada sesal yang besar mengganjal dan menyesak dada ketika melihat hal yang tidak dapat ku raih atau terlewatkan. pikir2 aku ini adalah seorang beruntung yang kurang bisa bersyukur. mengapa tak ku pegang saja semua hal baik itu dan menghabiskan waktu untuk menggandakannya sebagai rasa syukur pada Nya. bukan malah merutuk banyak hal yang tidak ada padaku?

pikir2, satu per satu itu perlahan berlayar jauh mengarungi hidupnya. dan aku masih di sini berharap sesuatu yang sempurna sesuai dengan yang telah terbingkai di benakku. masih belum datang. dan mereka semakin jauh berlayar, hampir menyentuh siluet mentari di senja hari yang berangsur padam. mau ku gambarkan rasa mirisnya? hmmm... okey, tapi sulit. yang ku rasakan hanya sesak oleh sesal yang tak perlu sama sekali. ya, tak perlu. sebab memang sudah begitu harusnya terjadi. toh, ternyata aku juga tak punya nyali untuk menaiki kapal itu tadinya. aku yang memilih masih tinggal dan menunggu tumpanganku belum tau kapan.

pikir2 lagi... aku ternyata sedang ngawur. mengapa aku harus sesali?
pikir2 lagi... aku makin ngawur sengawur ngawurnya... bukankah apa yang ku miliki kini jauh lebih baik dari apa yang sudah pernah ada? hmmm... nggak juga. ya sudahlah... aku lebih baik turn on pikiran waras dan rasional.

pikir2...waktu itu memang sedikit jahat ya? mengapa dia tidak mau kembali dan memberi kesempatan ke dua? aku kan bukan orang sempurna yang bisa menjadi berhikmat dan bijaksana dalam waktu singkat? tapi toh waktu sudah pergi. gerombolan yang ada kini pun akan segera berlalu meski aku memutuskan ataupun tidak. dia tidak perduli sama sekali.

pikir2... Papa pernah bilang "jangan pernah sesali gagal atau tidak tercapaimu atas sesuatu, tapi menyesallah jika kau tidak gunakan waktu sebaik mungkin".

:)

0 komentar:

Poskan Komentar