Selasa, 04 Juli 2017

Hi Daddy ...

Lama tidak menyapa
Membuatku sadar; aku anak kurang ajar
Hanya sempat berbisik; bahwa aku perlu banyak hal; bahwa aku meminta agar dipenuhi; bahwa aku percaya bahwa pasti dikabulkan

Semalam aku rindu
Ingin bertanya rindu kah Kau padaku?
Sepertinya iya; hatiku disentuh; aku dijawab; aku puas

Kemudian sadar; aku egois; aku menyapa jika ingin; aku lupa apa Kau ingin?

Aku berpikir; kenapa aku ada?; masih senangkah Kau ketika dulu Kau rancangkan aku?; pernahkah Kau bangga?

Pikir pikir lagi; mungkin iya; mungkin nggak

Tapi ku pikir; pikiranku, kesimpulanku, perasaanku, persepsiku, nggak akan mempengaruhi betapa Kau mencintai aku

Aku pun bahagia, semoga tidak lupa

#ennikederusion

Minggu, 11 Juni 2017

Warisan

Warisan yang paling berharga, yang dapat dibawa2 ke mana2, bernilai sangat tinggi, tidak akan habis sampai mati, adalah harta yang diberi tepat pada waktunya.

Harta yang tepat untuk bayi dalam kandungan adalah kesehatan ibu jiwa dan raga. Kesehatan ini akan menjadi kesehatan bayi, ini lah harta berharga. Ibu yang bahagia, makanan yang sehat, lingkungan yang kondusif.

Harta yang tepat untuk bayi baru lahir adalah, tentu saja orang tua yang sehat jiwa dan raga. Orangtua yang menyambut dengan sukacita, merawat, memelihara, memberi waktu, kasih sayang, perhatian. Semua hal yang dibutuhkan bayi agar kokoh dan kuat jiwa dan tubuhnya.

Harta yang tepat untuk balita dan anak kecil adalah lingkungan yang membantu dia membentuk jiwa yang utuh, jiwa seorang manusia yang sadar dirinya diterima, berharga, dan berguna. Kasih sayang dan perhatian orang tua, penerimaan dari lingkungan, membantu anak menjadi kuat dan siap menghadapi dunia.

Harta yang tepat untuk anak remaja adalah dukungan yang tanpa batas untuk menggali diri mereka, mengenali diri dan bakat mereka dan memgembangkan sayap selebar2nya sampai terbang. Dukungan moral dan materi, membentuk remaja kuat yang siap berkarya bagi dunia.

Harta yang tepat bagi anak yang beranjak dewasa adalah kepercayaan bahwa mereka sudah berjuang dengan baik dan saatnya menentukan pilihan. Kebebasan yang bertanggung jawab untuk hidup mereka sendiri. Dukungan moral dan materi yang masih dibutuhkan membentuk anak2 yang sudah dewasa menjadi kuat dan tertantang untuk berbuah dan menyebarkan buah mereka dinikmati orang.

Jika harta itu sudah diberikan dengan tepat waktu dan sesuai takaran, inilah warisan yang paling berharga. Kemanapun pribadi ini pergi, tidak akan pernah kekurangan dan kelaparan, sebab harta dalam tahap demi tahap hidupnya, telah membentuk pribadi yang tangguh, yang menjadi modal utama untuk hidup berkelanjutan di dunia. Perlu kah lagi harta?

Rabu, 07 Juni 2017

Kau

Kau;
Roti untuk kopi pagi ku
Kopi untuk snack soreku
Jus untuk suplemen malamku

Kau;
Di dinding kamarku
Di langit2 rumahku
Di meja kerjaku

Kau;
Dijantungku
Dihatiku
Dipikiranku

Jangan2, kau adalah aku

Sabtu, 06 Mei 2017

Disini begini

Apa yang terjadi dalam suatu lingkup tempat mungkin sama saja dengan hal2 yang terjadi di lingkup tempat lainnya. Pola nya sama, mewujudkan diri dalam kejadian yang berbeda2.

Yang tengah terjadi dalam pemerintahan kota saya belakangan ini, sedang terjadi dalam pemerintahan negara saya, pernah-sedang-mungkin akan terjadi pemerintahan dunia di mana saya tinggal -- dalam lingkup lebih kecil, dalam pemerintahan tempat kerja saya, tengah terjadi.

Semua memiliki pola sama. Massa dibiarkan menebak2 dan mewujudkan dalam pola yang mereka pahami, banyak yang salah, banyak juga yang benar. Apakah kebenaran bisa diluruskan? Belum tentu. Karena benar belum tentu disukai. Belakangan ini (meskipun sudah dari dahulu) kebobrokan moral, kebusukan niat, kejahatan semakin dapat diterima terang2an dan (oh goodness!!!) menang! Yang bikin gregetan adalah, semua buka2an. Tidak lagi tabu. Dan yang menang? Yang paling kuat. Kuat uangnya. Kuat egonya. Kuat karakternya (karakter busuk). Kuat suaranya (suara memecah-belah). Kuat tujuannya (untuk menang). Yang kuat yang menang.

Apakah orang2 benar kurang kuat? Tidak. Orang2 benar justru jauh lebih kuat. Justru karena kuat, maka kalah. Orang benar kuat dan teguh dalam praktik kebenarannya. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Tidak mendendam. Tidak adu power yang menimbulkan kerusakan/kekacauan yang dapat merugikan orang banyak. Tidak ambil tindakan menyerang balik (meskipun bisa). Karena orang2 benar benar2 kuat menahan diri untuk tidak berada pada level yang sama dengan orang yang terdampar dibawah (tanah) akal sehat. Orang2 benar kuat untuk tetap menjaga agar bumi ini damai. Kalah? Iya, kelihatan kalah. Namun dalam jiwa kebenarann, mereka menang besar.
enks090517

Dalam keadaan kacau begini, massa terseret2 pada pola pikir yang bimbang. Mereka mencari2 haluan mana yang lebih kuat. Yang berpendirian teguh lebih beruntung. Sebab mereka hanya perlu bertindak sesuai ideologinya dalam keadaan menang atau mati.

Inilah gambaran atmosphere di tempatku sekarang. Marah, tapi berusaha menahan diri.

Rabu, 19 April 2017

Pasca pilkada 2 dki 2017

I got so emotional. Pengen nangis melihat hasil sementara, paslon impian kalah.

Trus, pikir2 kenapa nangis? Emang paslon no.2 bapak saya? Apakah jakarta punya saya? Nggak usah ditanya sih, kalo punya saya mah nggak perlu pake pemilu, tinggal tunjuk aja paslon no.2 pimpin, selesai. Iya, pikir2, apa untung-ruginya saya?

Tapi begitu lah, gw sedih banget say, cyin, bray, bruh, apalah. Sedih ampun2. Meski sedikit berharap, setelah 100% suara masuk, paslon no.2 yg menang. Amin

Setelah momen ini, aku merenungkan sebuah pelajaran. Setelah dari waktu2 lalu terus mengikuti, tetapi tidak terlalu intens, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik.
Jakarta itu punyanya Tuhan. Apakah Dia kurang berkuasa untuk menjadikan paslon no.2 menang secara spektakuler? Nggak. Dia bisa. Kenapa nggak jadiin aja Tuhan? Karena orang2 jakarta bukan boneka, yang nggak punya hati dan nggak punya akal, kita semua manusia. Kita bisa secara sadar memahami konsekuensi dari segala tindakan yang kita pilih untuk lakukan. Choice A, menghasilkan out-put A. Choice B, menghadilkan out-put B. Kekgitu kira2.

Satu2nya hal yang mungkin bisa menjadikan pilihan Tuhan menang adalah karena belas kasihan Allah pada orang2 yang menderita karena ketidak-adilan. Tinggal di jembatan, gubuk2 pinggir kali, terbelakang, kurang gizi, dll semua karena tidak pintarnya pemimpin mengelola titipan Tuhan, bahkan sebagian ducuri, dirampas jadi milik pribadi. Mungkin saat ini belum tiba. Atau mungkin akan terjadi hal yang jauh lebih besar agar orang2 ini merasakan belas kasihan Tuhan. Tidak ada yang tau. Tapi Dia tau. Dia punya grand plan. Dia punya timing yang tepat. Kita tunggu saja.

Menangnya Jokowi jadi Presiden adalah salah satu bentuk belas kasihan Tuhan terhadap rakyat Indonesia dan dengan kuasaNya menjadikan hal ini nyata. Sebagian orang pasti paham yg aku maksud. Ucapan ini sudah terngiang berkali2 "baru kali ini, saya merasa punya Presiden". Sebelum2nya? Punya. Tapi pajangan doang. Adakah hal2 siginifikan dilakukan untuk rakyat yang benar2 membutuhkan? Mungkin saya ketinggalan berita, tapi saya tidak merasakan. Rakyat sudah berpuluh2 tahun ditipu, dibohongi dengan banyak drama2 politik, dicuri hartanya, dirampas haknya, diperkosa hakikat dan martabatnya.  Keadaan ini bahkan sempat mengukir paham di hati rakyat, bahwa begini mungkin hidup bernegara. Bahwa perilaku korup adalah hal lumrah. Pejabat2 yang foya2 menjadi hal yang patut dikagumi. Suap dan tindakan korup lainnya adalah lumrah. Begituh. Sempat kan? Sampai akhirnya figur Jokowi muncul. Dia benar menyajikan "Presiden dengan rasa asli Presiden". Bukan "Presiden asal Presiden".

Pemimpin2 berhati mulia lainnya bermunculan. Mengoyak2 buku lama yang kotor dan menyajikan yang benar. Apakah mereka hebat? Tergantung. Mereka hebat, sebab mereka pioner. Mereka berani membuka jalan. Kenapa bisa nggak hebat? Well, mereka hanya mengerjakan apa yang patut mereka kerjakan. Mereka punya list job, dikerjakan. Uang rakyat, dikembalikan ke rakyat berupa kebijakan2, pembangunan2 mendukung gerak rakyat, mendobrak tradisi korup, dsb. Apakah hebat? Iya, menjadi hebat. Sebab mereka berani mengerjakan yang seharusnya. Meski dalam analisa bahasa, hal ini adalah lumrah. Sudah seharusnya. Sudah sewajarnya. Tapi, apa pun lah, mereka hebat. Tuhan menolong rakyat Indonesia, dengan menghadirkan para ksatria2 ini.

Kapan dihadirkan di Jakarta? Sudah. Jika tidak diperpanjang, mungkin Dia punya rencana lain yang lebih dahsyat. Siapa yang tau? Nggak ada yang tau. Yang pasti, Dia nggak tinggal diam.

Hei, kenapa nggak jadikan teladan paslon no.2 panutan dalam hidup? (mungkin tidak cara bicaranya).

Pikir2, wajar juga dia kalah. Saya menarik ke diri sendiri. Jika dia jadi pemimpin saya, apakah saya lulus spesifikasi beliau? Apakah saya bertahan dengan pekerjaan saya? Atau sudaj dipecat sejak dia diangkat jadi pemimpin saya? Wajarlah banyak benci dia. Saya contohnya. Ditegur atasan sedikit sudah merasa malu, marah, dll. Tidak usahlah terlalu memuji beliau. Itu dari kejauhan doang. Jika sudah dekat dipuji nggak? Dipuja nggak? Dikagumi nggak? Alih2. Diberi peringatan karena sering tidak disiplin dalam bekerja aja sudah maki2 pemimpin. Menyindir2 pemimpin. Mengutuk2 pemimpin.

Kenapa nggak bangun sekarang?
Jadilah benar dulu. Kalau bisa pinjam nama, jadi lah Ahok Ahok kecil mulai dari tempatmu, sekelilingmu, sekitarmu. Dengan begitu, kau merubah dunia. Kau ikut membangun tempat kerjamu. Kau ikut mensejahterakan tempat di mana Tuhan membuangmu. Begituh.

Dengan begini, siapa pun pemimpin kita, kita nggak akan kelindas oleh caruk maruknya dunia di atas sana.

Lagipula, bukan kah Tuhan akan pelihara orang2 benar?

Kok jadi kotbah ya? Xixixixi...

Anyway, saya sangat sedih. Tapi ya sudahlah.

Sabtu, 15 April 2017

Kekgitu

Bimbo. Cewek yang mengandalkan penampilan untuk menarik perhatian. Biasanya dengan kecantikannya, bentuk tubuh yang indah, meskipun nggak pintar/pandai.

Ke mana pun kita pergi, di mana pun berdiam, ada aja orang kaya gini. Aku selalu menemukan setidaknya 1 orang. Dan otomatis, orang begini sama sekali nggak menarik bagiku untuk masuk lingkaran hidup. Orang kaya gini, selalu ada di luar. Otomatis.

Setelah beberapa kali berubah tempat tinggal atau kerja dan mendapatkan lingkaran komunitas baru, 3 tahun lalu, di tempat baru, nemu lagi.

Cantik. Orangnya yes-man. Suka ngobrol haha hihi. Meski kerjaannya hanya dikerjakan dengan so so, atau seringkali bahkan nggak dikerjakan. Apakah kena tegur? Nggk akan. Soalnya dia mampu bikin orang atau atasan menjadi sejuo. Orang model ini, tetap akan diterima. Cantik terutama, ditambah lagi yes-man. Apapun yang dikatakan orang, dia pasti menyambut dengan tawa. Misalkan, ada kolega yang mangkrak, ditegur atasan, terus maki2 atasan, dia mendengar dan kemudian ikut tertawa. Orang kaya gini, nggak punya pendirian. Ke mana angin berhembus, ke sana dia ikut. Meski mungkin nggak terlibat dalam. Dia hanya sebatas merespon keadaan yang ada di hadapannya dengan baik. Agar keadaan tetap baik. Nggak heran, orang yes-man nggak punya muka jelas. Mukanya ada banyak, tergantung ke muka siapa dia sedang berhadapan. Orang model begini, sekilas seperti disukai, namun sesungguhnya mudah dilupakan. Hanya enak dinikmati keberadaannya sesaat.

Mengapa aku bisa nge-klik? Bagiku hidup adalah perjuangan. Untuk bisa sukses, harus berjuang. Diberi pekerjaan, tunaikan dengan baik. Digaji? Kerja dengan benar. Jika salah, berani mengatakan itu salah. Jika benar ya nyatakan benar.

Mungkin karena aku telah berjuang mati2an agar bisa survive, sehingga ketika melihat orang bisa survive hanya dengan mengandalkan hal2 yang nggak perlu pake otak, aku jadi sedikit alergi.

Kekgitu.

Quote

I took the book from the shelf
Then,
I put it back in the shelf

I am different now

Quote

That's the core point of why people reading, TRANSFORM