Postingan

Wanita

Setiap wanita itu cantik ternyata
Pertama mungkin wajahnya
Berikutnya adalah hatinya
Kemudian akhlaknyaMungkin ibunda hanya lupa memberitahu
Ayahanda lupa menunjukkan betapa indah rupanya
Sekelilingnya menahan puji dibalik caci
Sehingga ada mereka tumbuh dalam dengki terhadap diriSebagian mereka tumbuh jadi elang paling kuat
Sebagian, tumbuh jadi bunga indah berduri
Sebagian, tumbuh jadi rumput liar yang diinjak
Sebagian bahkan tumbuh dalam jiwa yang terjajahTergantung perlakuan yang mereka terima saat tumbuh dewasaAgar dunia menjadi lebih baik, diisi oleh elang rupawan nan kuat, mari beritahu mereka, bahwa wanita adalah ibunda jagat raya,.

Aku Manusia

Aku ini hanya manusia
Sekumpulan emosi dan drama
Aku tau apa yang seharuanya
Namun kulakukan sebaliknyaAku munafik
Aku kikir
Aku nyinyirAku tau harusnya tidak begitu
Suaraku lantang melawan sikap tak bermalu
Namun mereka itu adalah aku

Bunda

Kau adalah cerminku
Yang kadang kubenci
Yang sering kali menaruh sesak di hati
Namun membuat trenyuh kalbuKadang aku bertanya, mengapa kau pilih derita?
Kemudian aku tau jawabnya, sebab kau tak punya pilihan.
Namun aku gregetan, mengapa kau memilih untuk tidak punya pilihan?
Ini pun ku tau jawabnya, sebab kau tumbuh demikian.
Haruskah kutanyakan lagi mengapa kau tumbuh demikian?
Sudahlah.
Ini keterlaluan.Aku benci pilihanmu, tapi aku berjuang menerima dan mengerti.
Namun tak dapat kumusnahkan benci.
Aku berjuang meyeimbangkan dalam hati.
Toh, aku tau, engkau telah berjuang setengah mati.
Untukmu, dan kami.Ku putuskan berbeda
Dari paradigma yang kau punya
Aku tidak membencimu sebab kini aku menerima
Namun aku tidak bisa menerima sepenuhnya
Harus ada yang direvisi dari cara pandang kitaDengan cara ini, aku tetap bisa mencintaimu
Sepenuh hatiku
Ibundaku

Menundukkan Hati

Kita bagai tinggal dalam tumpukam jeramiTidak menemukan jalan keluar
Tidak menemukan pangkal dan ujung
Tidak bisa melihat ke dunia luar
Hanya bisa bergulat di dalam dan berjuangNamun mengapa sulit menundukkan hati?

Kacang Lupa Kulit

Setelah mengerang kesakitan
Setelah meraung melampiaskan amarah
Setelah terisak menahan sedih
Setelah diam dan menghilangBisakah sejenak mengenang?
Bahwa sesungguhnya kebaikan dan nikmat Tuhan jauh lebih limpah?Tidak bisakah mengukir senyum menutup sakit? Tertawa selimuti sedih? Gembira menatap dunia?Mengapa banyak lupa?

Jemput Aku

Jemput aku dari siniAku hampa dan kosong
Tidak ada makna yang menggerakkan
Pikir dan jiwaku nelompong
Lorong lorong pekat menekanAku ingin lari, pergi, dan tak kembali