Postingan

Let Me

Let me be
Before anyone elseOh God
This is
I pray๐Ÿ™

Kita Kini

Kita terburu buru
Harusnya kita berpikir berkali kali
Kini kita berseteru
Karena beda kita tak terperi
Segala luka yang ku tumpuk, semu
Tak mampu pergi, berderu menggeligi

Luka dalam senyap

Nuraniku mendekam dalam senyap
Berhasil sembunyi dari pandangan
Mungkin senyum dan ekpresiku berhasil teriak
Namun bersembunyi sebuah ingin yang menorehkan perihMereka akhirnya tau bahwa aku berbeda
Namun ada terselip harap, aku juga ingin sana
Mereka berpikir aku baik baik saja dalam kekurangan
Namun ada sunyi dalam ketiadaanku, berharap tak harusnya beginiAku berhasil
Namun dalam senyap
Aku menyembunyikan luka
Tidak apa apa
Nanti juga lenyap

Pulang

Aku ingin waktu cepat berlalu
Agar kulunaskan semua hal yang terutang
Baik pada para donatur hidupku
Juga pada sang PenciptaSetelah itu, bolehkah aku pulang?

Apakah Yang Ku Punya?

Tidak ada.

Aku hanya punya uang,
Yang datang dan segera hilang.
Benda ini fana.
Sama saja seperti aku tak punya.
Karena memang bukan.
Dia milik dunia.

Aku hanya punya hidupku dan tubuhku.
Diberikan dan kudapat.
Tapi bukan punyaku.
Entah kapan,
Akan diambil oleh Yang mencipta.

Aku hanya punya keluarga.
Dihadiahkan untukku.
Tapi bukan milikku.

Aku punya harta benda.
Sifatnya fana.
Yang terfana di antara yang kusebut milikku.
Mudah (mungkin) ku dapatkan.
Semudah itu juga menjadi tidak ada.

Sesungguhnya, aku tidak punya apa apa.

15.08.2018

KARENA KAU ANAK-ANAKKU

Anak anakku,

Kita bertemu dalam gamang.
Mungkin kau berharap banyak.
Sementara yang kupunya hanya sedikit.

Aku sering ketakutan,
Takut jika aku melukai hatimu.
Nyatanya memang begitu.
Dalam kekuranganku, aku melangkah gagah.
Percayalah, seringkali itu palsu.

Jika kau mau tau,
Aku takut, gemetar, memaksakan diri dan tertekan;

Siapatau aku melukai hati dan perasaanmu, sehingga kau tidak tumbuh seutuhnya.
Siapatau tanpa sengaja, aku mengajarkanmu sesuatu yang tidak sesuai kehendakNya.
Siapatau ternyata teladan hidupku membuatmu pahit, sehingga memandang dunia dengan luka.
Siapatau ternyata aku salah, namun dengan angkuh merasa benar.

Percayalah, aku tidak se-gagah kelihatan.

Namun aku ingin kita belajar,
Bahwa aku hanya manusia biasa, sama seperti kamu; agar kau mudah menggapaiku ketika hidup ini memberi kepahitan.
Aku ingin kau melihat lukaku, agar kau tidak merasa sendiri.
Aku ingin mempertontonlan dukaku, agar kau bisa mengucap syukur.
Aku ingin kau melihat borokku, agar kau tidak per…